Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan

Lirik : Hujan Rintik

Ketika hujan menjadi kerinduan setiap orang, namun bersamaan dengan kenang yang tak lekang, seperti gurau yang tiada candu namun ragu, seperti kasih yang tak bersedih namun tersisih.

Picture by Google Images



Sembari memojok duduk bersila, menyambut kedatangan dia yang membayang dalam hujan, aku buatkan 1 lirik yang terkekang oleh kenang.

Purwakarta, November 2019

Hujan Rintik ku berbisik
Kemana ku harus berteduh
Menunggu duduk tersenyum
Sedikit mengenang masa lalu

Hujan rintik ku berbisik
Tak hentinya beriring
Ku tulis dalam lagu
Mengiringi rasa rindu

Sore itu ku bertemu dengannya
Wanita cantik yang indah
Melantunkan suara merdunya
Merah malu aku disahutnya

Diam diam aku pun kagum
Sekian lama akhirnya ku kenal
Menjalin cinta kasih
Disertai hujan rintik pelangi


Cerita Pendek : Bapak Pulaaang Part 3

~ Part 3: Seperti Ibuku dalam cerita riddle, Kang Pena ~

by Google Images

Kang pena adalah pelatih tim sepak bola kami dan posisi mainku berhadapan dengan lawan bernomor punggung 5 itu. Kata Ibu, tadi pagi Kang Pena sempat mampir kerumah. Memang sudah seperti keluarga, Kang Pena dan Bapak, mereka berdua terlihat seperti kakak beradik. Sepintas yang kudengar dari jauh ketika berangkat sekokah, kedatangan Kang Pena kerumah seperti tidak membawa kabar baik.

Sudah 1 pekan ini Bapak tak pulang, akupun tak banyak risau jika tak mendengar kabar darinya. Karena memang bukan pertamakalinya juga Bapak pulang tidak tepat waktu.

...........

Sore itu selepas aku menyantap masakan Ibu, terasa cuaca panas tadi mulai merunduk menurunkan amarah teriknya.

Tapi aku masih heran, kenapa aku masih merasa tidak nyaman. Seperti lebih dari sekedar lelah pulang sekolah.

...........

Semakin gelap, langit pesimis untuk tak bisa lagi menampakkan cahaya panasnya itu. Malam inipun aku harus belajar untuk ujian besok, tapi rasanya aku harus mengunjungi Yuda terlebih dahulu.

Sebenarnya kakiku masih terasa agak sakit, tapi aku pastikan aku bisa menuju rumah Yuda yang tak jauh selang 10 rumah dari tempatku.

..........

' 10 Tahun Silam, Kang Pena sempat satu pekerjaan dengan Bapakku, disalah satu kota metropolitan yang berjarak sekitar 200km dari kampung. Kang Pena adalah orang pertama yang melihat sebuah mobil berhenti dalam kondisi tidak baik dan menempel ke pembatas jalan saat itu. Hampir setiap hari Bapak dan Kang Pena memang sering berboncengan menuju dan sepulang dari tempat kerjanya. Tepat Pukul 21.45 WIB, Kang Pena memberhentikan motor dengan CC 125 ini mendekat sekitar 3 meter dari Mobil hitam yang dilihatnya dan menyahut Bapak dengan rasa penasaran.

"Itu kenapa?, sebentar A, kita lihat dulu mungkin ada korban didalam...", sahut Kang Pena kepada Bapak dengan menduga mobil itu baru saja mengalami kecelakaan tunggal.

Terlihat 2 orang perempuan yang berbeda usia.

Tepat menghadap stir mobil, perempuan ini terlihat masih berusia tak jauh seperti Bapak dan Kang Yuda saat itu. Namun yang duduk disebelahnya seperti paruh baya dan terlepas dari sabuk pengaman. Mereka berdua terlihat tak sadarkan diri. Bahkan kedua tangannya seperti hilir aliran darah yang keluar dari entah bagian tubuhnya yang mana. Wajahnya terlihat memar, namun perempuan paruh baya tadi hanya terlihat punggung dan rambutnya yang semuanya hampir berwarna putih, itupun porak terlepas dari jepitan.

Dalam kondisi itu, jalanan pada jam tertentu memang sangat sepi. Apalagi jam pulang kerja Bapak dan Kang Pena yang lembur bisa sampai hampir pukul 11 malam.

Tak ada ada orang lain yang lalu lalang, sesekali banyak pengendara motor melesat cepat terlihat ingin pulang. Itupun terhitung dengan jari dan terlihat lewat didepan kami.

Karena tak tega dan merasa bingung tak karuan, akhirnya Bapak menghubungi polisi dan melaporkan apa yang dilihatnya. Sembari Kang Pena memastikan korban dengan memanggil manggilnya, siapa tahu terbangun. '

.........

Sepanjang jalan menuju rumah Yuda, aku sempat berpapasan dengan lawan bermainku saat pertandingan sepak bola tadi. Aku tidak benar-benar mengenalnya dan mungkin ini pertama kalinya aku melihat dia ada disekitaran dusun tempat tinggalku.

Setiap kaki yang ku langkahkan, seiring dengan rasa tak karuan, rasanya semakin kesal saja aku. Benar-benar heran tak nyaman. Apakah aku dendam dengan no punggung 5 itu?. Tapi sedari tadi mulai keluar rumah rasanya sama saja sudah begini, bahkan sedari tadi pulang sekolah.

Seperti ada yang mengganjal dalam hati namun sulit diketahui apa maksud semuanya ini.

Terdengar adzan isya dari arah sebelah kananku, sekira 2 rumah lagi aku sampai kerumah Yuda.

Sempat menengok ke belakang setelah sayup adzan berhenti, rasanya seperti ada yang mengikuti. Perasaan ini pun sama beriring seperti tadi saat aku menuju rumah sepulang sekolah. Tak sempat membalikan wajah aku melihat sosok nenek tua berjalan bungkuk memotong arah penglihatanku.

.......

"Assalamualaikum.... Yud, Yudaa... Misi Bu, Yudanya ada?", sapa ku ketika sosok Ibu yang terlihat lebih senior dari Ibuku keluar rumah. Aku pun menanyakan Yuda, dengan tujuan meminjam buku belajar soal latihan.

To be Continue

Cerita Pendek : Bapak Pulaaaang....

Baca Buku - Media Indonesia


~ Part 1: Makanan dan Terlelap ~

"Slreeeekkkk.... (suara resleting tas dibuka),, ini apaan pak?"

Sambil mengeluarkan bungkusan plastik hitam yang ada didalam tas, aku bertanya pada bapakku.

Malam itu, sekitar pukul 21.15 WIB aku baru saja akan memejamkan mata, berharap tidur pulas karena esok ada ujian di sekolah.



Oh iyah usiaku baru 11 tahun dan duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar Negeri. Dengan wajah lugu dan sedikit mengantuk, dalam hati berharap bapak membawa makanan. Memang hari itu ibu tidak sempat memasak untuk makan malam, aku pun tak tau alasannya kenapa.

Bagiku itu sudah biasa, dan akupun terbiasa dengan pola makan dua kali sehari pagi dan sore.

"Pak, kok isinya baju? Aku kira isinya makanan... Hmmm..", sambil memasang wajah kecewa dan sedikit malas bicara lagi.

"Bapak tak sempat beli makanan Nak, kamu tidur lagi aja gih besok bapak belikan bubur kesukaanmu", sahut bapak yang mencoba merayuku.

Memang malam itu rasanya lapar sekali tidak seperti biasanya, mungkin karena seharian tadi aku bermain bola dan dilanjut belajar untuk ujian besok. Rasanya lelah, entah tidurku nanti nyenyak atau tidak, padahal perutku rasanya semakin lapar.

Akupun menghiraukan bungkusan plastik hitam yang tadi sempat kuintip dan terlihat sedikit jelas kalo itu ternyata berisi baju.

Aku pun memutuskan untuk tidur saja, karena rasanya malam sudah larut sekali untuk anak usiaku.

"Yaudah aku tidur ya Bu, Pak", jelasku meninggalkan mereka untuk menuju tempat tidur.

..........

Entah pukul berapa, aku sempat terbangun karena mendengar suara orang tuaku yang saling berteriak. Aku kira mereka sedang bertengkar karena sesekali diselingin dengan suara bantingan barang ke lantai.



Aku pun merasa takut dan sedikit gelisah, entah sadar atau tidak mataku rasanya masih sangat mengantuk tapi telingaku tak bisa mengabaikan suara mereka.

Tak berselang lama, kakiku rasanya sakit seperti ada yang memukul dan sesekali meneriakan namaku, memanggilku untuk bangun.

Bagaimana bisa seorang anak usiaku yang sedang lelap tertidur, terganggu tengah malam dengan suara orang dewasa bertengkar. Akupun melupakan semua itu dengan wajah sedikit sendu. Aku paksakan untuk tidur....

3 Hal yang harus kamu cari tahu tentang RINDU

Udahan yah musim "RINDU ITU BERAT" nya... gue gak bakal bahas itu ko. Fokus tulisan gue yang ini bakal coba bahas tentang 3 Hal yang harus kamu cari tahu tentang RINDU.

Gue sempet bertanya-tanya, apa itu rindu? tapi gue sendiri nanyanya sambil ngelamun sendirian. Yah alhasil gak ada jawaban yang bisa gue jawab dari pertanyaan gue tadi. Bingungkan... Abis tuh rindu datang gitu aja, gak ada juntrungannya tau-tau rindu aja. Rindu, yang mungkin suata rasa dengan efek harus mendapatkan, menyampaikan, menjumpai, atau melakukan suatu hal kepada objek si rindu itu. Entahlah gue juga gak yakin haha.



Okey, sesuai judul... ini mungkin tugas lo semua buat cari tau tentang rindu.

1. Dari mana 'dia' (rindu) berasal?

Ada yang tau dari mana rindu berasal? Ambisi? Nafsu? Hati? Logika? Atau?
Pernah liat kucing peliharaan yang udah lama banget deket sama pemilik rumah, karena emang tu kucing suka makan dirumah itu ketemu sama orang dirumah itu. Setelah sekian lama tidak berjumpa dengan pemilik rumah, kucing pun jadi tak merasakan suatu kebiasaan yang sbelumnya dengan pemilik rumah. Dan pada suatu ketika, pemilik rumah kembali kerumah untuk menemui si Kucing.

Apa yang kkucing itu lakukan? dia menggesek-gesekkan badannya sambil mengeluarkan suara dari bahasa se kaumnya. Apakah kucing itu termasuk sedang merasakan rindu? Padahal dia Hewan loh, yang notabene tak punya akal dan perasaan. Tapi....? 

Ya okelah, lu harus cari tahu tuh, dari mana 'dia' berasal...?

2. Apa alasan lo rindu?

Kenapa hayoh? apa karena lo udah bertemu doi sebelumnya atau melakukan suatu kebiasaan dengan dia (entah apapun wujudnya). terus tiba-tiba kalian terpisah dan kalian merasakan rindu satu sama lain? Lalu bagaimana dengan Ibu yang sedang mengandung, sedang dia harus terpisahkan karena umur kandungannya yang tidak sempat dilahirkan kedunia karena takdir kematiannya tiba. Setelah beberapa waktu, ternyata sang ibu merasakan rindu, kerinduan akan anaknya yang dibayangkannya akan lahir kedunia tapi tak jadi dan mereka terpisah?

Atau lu yang setelah sekian lama putus dari pacar lu, atau tiba-tiba temen ngobrol lu menghilang sekian lamanya. Lalu muncul perasaaan dalam diri lu yang bisa disebut itu rindu? Kenapa alasannya berbeda-beda tapi semua rasa itu sama, sama-sama disebut rindu.

Sebenarnya apa alasan yang paling mendasarnya?

3. Dan hal apa yang mengatasi kerinduan itu?

Bertemu? Terjadi? Melakukan kebiasaan yang pernah dilakukan? mengulang moment paling menyenang dan dikenangkan? atau lu cuman diem, nunggu dan berdoa akan yang terbaik?

Apa jawabannya?


Nah, segitu dulu deh selingan sarapan artikel dari gue.. semoga itu menjadi renungan buat diri kita sejauh mana batasan yang harusnya kita perbaiki perihal rindu dan dampaknya ini. So... Thanks for read... sekiann...

KEBERAGAMAN KALIAN YANG MENGAJARI



          Jika diperkenankan, izinkan saya memperkenalkan diri ini. Saya yang terlahir sebagai anak pertama dari 6 bersaudara, memiliki nama yang diberi oleh orang tua dengan arti dan doa yang terbaik. RAIS kata pertama yang menjadi nama awal sekaligus menjadi nama panggilan saya, memiliki arti “Pemimpin”. Disusul dengan kata selanjutnya yaitu JAKA PURNAMA, yang jika diartikan kurang lebih adalah sebagai pemuda yang bersinar. Maka dari itu nama saya memiliki doa yang terbaik, semoga saja barokah dan sesuai dalam mewujudkan keberkahan hidup. Nama lengkap saya RAIS JAKA PURNAMA, saat ini berusia 23 tahun dan sempat menempuh pendidikan di Ibu Kota. Jika dari rumah menuju tempat perantauan yang tidak jauh itu, saya menggunakan kereta Purwakarta-Jakarta. Dekat memang tapi tidak selalu saya pulang pergi dari dan menuju kota Purwakarta-Jakarta.

          Di Ibu Kota juga saya memiliki teman baru, suasana baru, ilmu baru, wawasan baru, dan tentunya pengalaman yang bertambah akan adanya hal-hal baru yang beragam. Berbicara soal keberagaman tentu tidak bisa terlepas dari suatu perbedaan dan keunikkan. Sifat dasar manusia memang memiliki keunikan yang berbeda, namun memiliki dasar yang sama. Jika saja saya menjadi kertas, tentu sayapun akan menjadi berbeda dan memiliki keunikkan yang beragam. Kertas yang jika dipertemukan dengan tinta, tentu akan saling menyapa dengan warna-warna yang indah bahkan kusam sekalipun.

          Seperti itu pula saya bisa belajar akan hal-hal baru, karena keberagaman yang mengajari saya agar bisa menyapa. Pembelajaran yang saya dapatkan di Ibu Kota memang dikemas dengan bangku kuliah yang tak mudah jika disamakan dengan proses pada umumnya. Saya dan teman-teman dari berbagai daerah beruntung karena terpilih dan terkumpul menjadi 1 asrama, 1 kampus, dan berteman menjadi 1 angkatan yang selalu memiliki aturan dan kebahagian. Aturan yang terkadang menuai pro dan kontra, belum saja jika ketika rapat kami berpendapat dengan aksen daerah masing-masing. Ada tempo suara yang cepat atau kalimat yang diucap dengan nada tinggi. Memang kami tersaring dari berbagai daerah di Nusantara, terpilih menjadi perwakilan putra daerah. Kami beruntung saya pun senang karena mengenal keberagaman Indonesia tidak terhenti dari pelajaran sejarah atau kesenian sekolah dasar, atau bahkan geografi yang menjelaskan teori letak daerah-daerah yang ada di Nusantara. Saya bangga karena keberagaman kalian yang mengajari saya agar berani berpendapat ketika rapat, berbicara dengan nada yang menyesuaikan satu sama lain. Mengerti akan bahasa Indonesia yang tersisip aksen suku bangsa daerah masing-masing. Keberagaman kalian yang mengajari saya dalam bersosialisasi dengan sesame, bercerita tentang suasana daerah kampong halaman. Bukan hanya membahas aturan saja ketika rapat. Karena bagi kami ketika panas berpendapat dalam suasana rapat, itu hanya untuk memenuhi isi aturan agar mencapai kesepakatan. Berbeda ketika kami diluar rapat baik formal maupun non formal, kami sempatkan untuk bahagia mendinginkan suasana. Bernyanyi mengenalkan lagu daerah kami, bercengkrama mengenalkan dan mencicipi kopi serta produk unggulan yang masih sempat menjadi bekal kami dari rumah.

          Kami sadar, kami satu atap dan bertujuan menempuh pendidikan yang tak lebih dari 3 tahun ini perlu merekatkan hubungan silaturahmi dan pertemanan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap kami adalah keluarga besar, mungkin se Nusantara. Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara perwakilan didalam keluarga kami sudah ada. Selalu kami membeli nasi dan lauk pauk diwarung yang sama, memang tidak selalu kami beli disana tapi kami makan diatap rumah yang sama jika dibungkus. Itulah kami, mahasiswa program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah. Peranan Pemerintah yang diharapkan oleh kami, anak-anak daerah yang hampir putus asa karena kuliah. Bagaimana kami mau menyombongkan harta, kuliahpun kami tak mampu membayar dengan uang sendiri. Saya bersyukur karena keberagaman kalian yang mengajari saya arti mandiri, arti kerjasama, kedamaian pertemanan, solusi perselisihan karena kehabisan uang makan, keberagaman kalian yang mengajari rasa keperdulian dan bertahan dalam menghadapi suka-duka perantauan.

          Hampir 3 tahun kami bersama, kuliah di Jakarta dan bahkan ada beberapa dosen yang menjari kami materi dengan aksen bahasa yang sama dari salah satu teman kami. Dari hal tersebut juga saya mempelajari keberagaman bahasa, agar mudah mengerti dalam pelajaran yang diterangkan. Hampir 3 tahun pula kami pernah berdiskusi hingga perdebatan yang memanas, kami yang sempat memecah kelompok pertemanan berdasarkan daerah (mungkin), saya pribadi merasa masih bisa menyesuaikan jika pertemanan yang berkelompok mini ini. Entah apa penyebabnya yang jelas disalah satu waktu tertentu saya pernah merasakan. Kecurigaan akan pembicaraan yang memihak karena membahas dengan bahasa daerah yang tidak saya mengerti sebelumnya. Tapi itu semua memang adalah fase pembentukkan keluarga bagi kami. Hingga diakhir semester kami sempatkan melakukan pembulatan yang dikemas dengan acara liburan disalah satu pantai laut selatan.

          Memang liburan ini menjadi lliburan terakhir kami ketika menjadi mahasiswa di Ibu Kota, mengumpulkan semua anggota keluarga dalam 1 angkatan. Membahas cita, mimpi dan harapan, kamipun sempat bertukar kado dan saling mempersembahkan doa yang berharap terkabulkan. Teringat potongan puisi yang pernah saya baca :

Kepada Laut
Kepada laut..aku berikan mimpi ini
Kepada laut..aku titipkan hati ini
Kepada laut juga..harapan itu tiada henti
Meski semua harus diakhiri
Kepada laut...
….
Karya Noni Arni                

Doc. Pribadi


Acara yang kami isi juga dengan berfoto, agar selalu dapat mengenang masa-masa bertemu dengan teman-teman dari daerah yang berbeda. Bagaimana saya mampu berdusta, bahwa saya benar adanya senang dengan adanya keberagaman. Karena keberagaman kalian mengajari saya mengenal suku bangsa, mengenal bahasa, mengenal permainan tradisional jaman 90-an diberbeda daerah. Saya bangga memiliki teman dengan karakter yang berbeda, warna kulit yang tak sama, dan semua itu dikemas dalam keberagaman dengan prestasi yang perlu disyukuri. Lulus setelah menempuh pendidikan 3 tahun di Ibu Kota, tidak membuat kami tertinggal oleh jaman dengan adanya kecanggihan teknologi. Tentu hal tersebut bisa kami manfaatkan dengan membuat wadah komunikasi yang terkoodinir, hingga kami menjadi alumnipun kami dapat berkomunikasi dengan baik. Bercengkrama dengan cerita baru yang menarik, sayapun tak canggung lagi menggunakan berbagai bahasa daerah yang tak banyak sudah saya ketahui. Karena keberagaman kalian mengajari saya itu.

          Didalam grup yang menjadi wadah komunikasi kamipun, bukan sekedar digunakan untuk bercengkrama. Kami justru meneruskan pembelajaran dengan saling berbagi informasi terkait tugas yang kami tanda tangani dalam kontrak beasiswa setelah menempuh masa perkuliahan. Dalam fokusnya kami ditugaskan untuk membantu perekonomian masyarakat daerah dalam memanfaatkan peluang usaha dengan sumber daya alam yang tersedia. Sadarkan saja pengetahuan kita, jika tanah air ini masih sulit terhitung dengan jari berapa jumlah masyarakat yang berada digaris kemiskinan. Terlihat pada salah satu contoh data dari Kota Palembang yang memiliki jumlah warga miskin sebesar 378.028 jiwa dan data tersebut valid adanya dari hasil pencatatan BPS setempat. Palembang yang juga menjadi kampung halaman dari salah satu teman kami, mendiskusikan bagaimana cara pendampingan wirausaha agar masyarakat mampu berkembang melalui kegiatan wirausaha. Tentunya kami memiliki praktik tugas yang beragaman juga, karena berbedanya kultur budaya kami didaerah. Tapi justru karena keberagaman tersebut kami bisa saling berbagi informasi. Tidak hanya foto wajah atau wisata yang kami unggah dalam wadah komunikasi tersebut. Pada intinya jika saya pun sempat berkelana dan berkunjung ke daerah teman-teman saya itu, saya tidak lagi terlalu canggung jika harus menawar harga nasi atau makanan dengan menyesuaikan gaya bicara dan bahasa daerah tersebut. Karena keberagaman kalian mengajari saya cara menyapa dengan bahasa daerah yang halus dan sesuai.

Terlalu indah jika kenangan kami harus terlupakan, terlalu indah jika kebahagiaan kami dalam berteman putus karena perkataan dalam media sosial. Saya sendiri tidak sanggup, karena keberagaman merupakan aset yang harus saya miliki sebagai media belajar salah satunya. Jika kami dipertemukan kembali tentu akan banyak cerita baru yang bisa kami bagikan. Salah satunya adalah rencana hidup yang juga berkotribusi dalam meningkatkan kesejahteraan kampong halaman.

Terima kasih semoga bermanfaat bagi kita semua…

Sumber referensi :

3.    Cerita mahasiswa TPL Nusantara

Ramadhan dibalik atap naungan anak rantau


Saur-saur... Saur...saur... suara itu dibarengi dengan pukulan keras menggunakan alat musik yang biasa digunakan untuk band, suara itu mampu menusuk kuping kami setiap malamnya. Tepat pukul 2 malam suara yang kami dengar dan kami dapatkan dalam waktu setahun sekali itu sudah menjadi hal biasa bagi kami.
Kami..
Sekelompok mahasiswa luar daerah yang mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan selama 3 tahun di Ibu Kota ini berkumpul dalam 1 atap rumah kecil dan istana bagi kami. Jika dijumlahkan kami bisa mencapai 90 orang yang terdiri dari 3 angkatan, dan kami terbagi menjadi 5 bagian yang ditempatkan dalam 1 rumah. Ramadhan bagi kami adalah bulan suci yang terkadang membuat kita merasakan bagaimana nyamanya berada dirumah berkumpul bersama keluarga. Namun, itu semua kita rasakan jika kita telah menyelesaikan waktu kuliah dan waktu libur yang dengan semangat menjumpai kita diakhir bulan yang suci ini.

Saur tanpa keluarga besar dirumah..

Kebiasaan yang sebelumnya kita lamai selama masih duduk dikelas sekolah dan belum menginjak ibu kota ini selalu kami rasakan jika waktu saur telah tiba. Mata yang terlihat sayup dan memandang satu sama lain untuk sekeda bercengkerama sejenak dan bersiap memburu menu makan itu mengawali waktu saur kita. Aktivitas rutin setiap pagi yang kami lakukan ini membuat kami sadar bahwa kami masih membutuhkan orang lain, kami masih harus belajar saling perduli satu sama lain. Walau terkadang suara keras yang dilakukan oleh beberapa teman untuk berusaha membangunkan teman yang lainnya membuat kami dapat banyak berucap syukur atas keperdulian mereka. Dilanjutkan dengan bergerombol membeli dan mencari warung makan untuk disantap saat sahur. Mungkin saat ini sudah mulai dipermudah dengan adanya kompor yang dapat kami gunakan untuk memasak walau hanya sekedar telor dan mie instan untuk sahur. Tapi.. itu semua justru yang menjadi andalan kami yang terkadang kesiangan dan selalu mendekati waktu imsak untuk sahur.

Buka puasa berburu dimesjid...

Ibu kota memang ibu bagi kami, ibu bagi Indonesia dan kami semua adalah termasuk didalamnya. Berkumpulnya suku bangsa dan bahasa yang berbeda namun satu jua itu selalu membuat kami kompak. Kompak sebelum adzan magrib berkumandang, salah satunya kami memiliki julukan waktu ngabuburit dengan sebutan PPT. FILM YANG SELALU TAYANG SAAT RAMADHAN. Eh, bukan sob hehehe... itu kepanjangan dari Para Pemburu Takjil. Aktivitas yang membuat kami selalu siap dan sedia untuk menempati posisi dimesjid dan mendapatkan takjil gratis. Suasana berkumpul yang menjadi teman kami dimomen itu menggantikan ingatan saat kita merindukan canda tawa sanak sodara kita saat menunggu waktu buka. Welll..... itulah kami Para Pemburu Takjil 2015.

Pemesanan tiket mudik dan nunggu uang transport..

Dana yang disediakan untuk kami memang Alhamdulillah, apalagi jika waktu libur panjang tiba yang kami alami setahun sekali ini selalu kami tunggu. Untuk beberapa teman yang jauh dan berada diluar pulau pastilah mendapatkan uang tiket yang sesuai selama perjalanan dan terlihat cukup besar. Namun, semua itu memang sesuai dan selalu menjadi trending topic bagi kita. Pasalnya tiket yang jauh-jauh hari harusnya sudah kami pesan selalu kami tunda karena menunggu turunnya uang tiket tersbut.

Persiapan Kepulangan... udah ah ceritanya udah jam setengah 6 sore nih. Ane mau jadi personil PPT dulu... hehehehe

Cerita Masa Kuliah - Part 2

Lanjutin cerita gua yang pertama...
Emang ssih, buat gua malam itu udh kyk mau pingsan rasanya... uppss lebay deh jadinya.. gkk... mksud gua, gua udh hmpir ngerasa pupus... sampe gua berfikir pantes gk yah gua dpetin dia? Bisa gk yah gua jdian ama dia?... bnyak deh pertnyaan wktu itu, tpi smnjak malam itu, gua tmbah pd” aja buat bisa deket terus ama dia. Hmmm... ternyata PDKT itu cukup sulit yah (buat orng kyk gua aja kali).
Waktu itu kbtulan... lagi gua akrab”nya ama dia, lagi nyaman”nya ama dia, ada event dari kampus yg mengharuskan kita buat tampil dipanggung... wiiihhh udh kyk artis aja yah.. hehe,, y mirip” gitulah... salah satu hobi kita itu “sing a song... or more song...” hehe sbnernya gua mah so”an aja nyanyi, maen alat musik aja mash kaku ko.. waktu itu emang gk tau kbtulan apa emang udah di setting gua ama dia jadi 1 tim yaaa? hmm, pengiring musik sama vokalis gitulah.. hehe. Gua masih inget banget waktu dia request lagu pilihannya buat ditampilin dievent nanti.. judulnya Hidding my heart.. ya mungkin dulu gua kurang peka sama makna lagu yg dipilih dia waktu itu,, waktu gua bkin cerita ini aja mungkin gua bisa berfikir dia emang nyembunyiin perasaannya entah untuk siapa... entah rasa sayang atau sebaliknya (biasa aja)... ya rasa” yang kayak gituanlah... hmmm L . Tapi waktu itu masih ada proses dimana kita gk langsung jadi patner buat nampil di event itu, ya speak” awalnya gua belum ada patner (gak kepikiran juga), dan dia juga sama... (tuntutan tugas dan hobbi dalam keterikatan suatu organisasi) hehe... paham? Sama gua juga nggak, ngaco nih emang bahsa tulisan gua,, jadii begini...
Dialog 3 persiapan buat tampil dievent kampus
Gua     : “hey... J” (sapaan lewat sms)
Kamu  : “ iyah ka...”
Gua     : “katanya ntar ada acara musik gitu, cieee... km pasti ikut, tampil dong...?
Kamu  : “iyah ka, gak tau aku ikut apa gk..”
Gua     : “ Loh,, kenapa? Bukannya temen” km pada ikut katanya kalian ada duet gitu...”
Kamu  : “ gak tau ka, gak jelas juga... aku gak ikut yang sama mereka gk ada temennya juga siapa coba yang mau ngiringin...”
Gua     : (Ngerasa dimodusin gua.. hehe) “yaelah... kenapa gak sama gua aja, lagian gua juga gk sama siapa” gk tau juga tuh katanya sih diajak sama anak musik (organisasi), tpi belum jelas juga”
Kamu  : “emang kaka mau...?”
Gua     : (pertanyaan yg gk seharusnya dijawab J ) “ ya maulah ngaco, orng ditawarin juga lagian keren juga kyknya ngiringin vokalis cantik dengan suaru merdunya... hehehe. “
Kamu  : “ dasar... gk tau ka bingung... nyanyi apa yah...???? hmmm...”
Gua     : “ apa aja deh nanti kita latihan aja... yang km suka sekrng lagu apa???”
Kamu  : “hehe.. ka tau lagunya adele gk??? “
Gua     : “yang mana...??? wah tau gk yah... :D”
Kamu  : “ Hidding my heart, aku lagi suka lagu itu... tapi liriknya gk apal heheh..”
Gua     : “ bisalah nanti aku cari dulu lagunya,, ngaco kmu mah apalinlah...”
Kamu  : “ ihhh,,, susaahhh liriknya bahasa inggris semua tau...” (sok manja)
Gua     : “ dihhh... km yang mau juga... pasti bisalah... jago bahasa inggris juga :p “
Kamu  : “ iyah deh sipp... nanti aku apalin”
Gua     : “ bagus” nanti besok kita latihan deh yahhh... :D “
Kamu  : “ oke sipp....”
            Sampe akhirnya gua tau lagu itu dari dialog ini dan dengan giat gua langsung cari tuh lagu. Gua pelajarin tuh kordnya sampe gua apal dalam waktu semalem... :D dan dengan lagu itu semua berawal gk tau knapa gua juga jdi suka tuh genre lagu. Lagu itu emang bisa dibilang awal dari cerita mungkin.. :D
            Waktu kita latihan semua berjalan lancar sampe-sampe kita udah ngebayangin malunya kalo udah tampil yaaa... bisa dibilang demam panggung kali yahhh... hehehe :D gua yang awalnya cuma maen gitar berlanjut ketika kita mikirin lagu selanjutnya yang mau kita bawain... bingung sih karena kalo kita bawain cuama satu lagu doangkan juga garing.. iya toh....??? hehe :D
            Dialog 4 waktu lagi asik nyanyi bareng... :D
Kamu  : “Ka... satu lagi lagu apa yah...???”
Gua     : “Iyah... yah. Apa dong... kalo satu doang gak asik”
Kamu  : “ka, bisa lagu iwan fals gak...?”
Gua     : “Yang mana emang?”
Kamu  : “Yang bento ka... hehehe :D” (ngelirik gua sambil senyum lebar)
Gua     : “Hahh??? (sedikit kaget tapi salut... lohhhh :D ) seriusss kammmuuuu?”
Kamu  : “ Iyahlah ka.. emang kenapa coba... tapi kaka juga ikut nyanyi yah...”
Gua     : “gpp sih bagus malah... :D oke siap... “
            Singkat cerita lagu bento pun kita coba nyanyiin... dan pas pembagian lirik karena gua juga dapet mandat dari dia untuk ikut nyanyi ya udah... siaapppp... Gua dapet lirik bait pertama dan dilanjut sama dia dilirik kedua... ini yang bikin gua udah mulai ke-GR-an...
Gua     : “ Namaku bento rumah real estate... dst...” (Gua nyanyi dengan asiknya)
Kamu  : (bagian bait kedua ini sambil nunjuk ke Gua... #ngarep ) “ Wajahnya ganteng...”
Gua     : “hahaha... ngaco lo... mana ada... tapi baguslah... emang berani gaya kayak gitu nanti...?”
            Iyah lanjut ke narasi... :D pertanyaan itu cuma dia jawab pake senyuman emang sih itu juga cuma seru-seruan aja... tapi bagus deh semenjak itukan jadi lebih berani tuh... padahal waktu itu gua juga masih grogi banget dan sedikit kaku kalo depan dia. Selesai kita latihan gua pamit pulang karena waktu yang emang udah sore juga dan lagi-lagi gua dapet banyak senyuman sore itu... Beruntunggg... hehe seenggaknya itu udah bisa ngeliatin kalo dia emang gk bisa ngeliatin kesedihannya yang mungkin banyak orang gak tau... (jangan mikir negatif sob,,,) cewek gua nih senyumnya tulus ko... (yakinnnn loo??? ) gak tau deh kita lanjut aja nanti dipart yang paling dintunggu... hahaha :D
            Waktu kita latihan buat nyiapin acar itu emang gak lama tapi kita coba untuk profesional dan ngasih yang terbaik... dan kabar buruknya.... hmmmmmm.......mmm... Kita kecewa... lagu yang udah kita siapain, kita udah latihan buat acara itu tapi malahhh... haduhhh... bukan cuma kita yang kecewa temen-temen yang juga udah nyiapin lagu dan latihan disela-sela waktu sibuk kita malah dibikin galau sama tuh acara...


To be continue ah.... :D

Cerita Masa Kuliah - Part 1

Jadi pas masih kenalan... gini.
Mungkin kebnyakan orang cerita cinta itu ada waktu dijaman"nya kita masih SMA... :) gua rei kebanyakan manusia bilang gua orang yg puitis, lebay juga :( , tiap hari akrab banget ama kata galau... hmm.. miriss emang,,. Lucu sih kalo gua pkir" banyak gak ya spesies orang kyk gua.. Heuhh ;) tapi gpp justru itu yg bikin sensasi hidup gua lebih hitammm... uppsss mksudnya berwarna... Dari dulu gua suka banget ngedefinisiin makna cinta, kalo tiap hari lu denger kata itu pasti lu udah bosen bgt tuh.. Mungkin bisa sampe mual ... uuuwweeeeuuukk.... hehe
Langsung aja ke studi kasus gua yg pertama.. Hehe kyk laporan yak... :D Singkat aja gua mau ceritain pacar pertama gua waktu gua duduk disemster 4, yaahhh jaman"nya muka boros gk.. tau krna apaan... Gua gk tau waktu itu kenapa gua berani bgt buat deketin dia (awalnya)... waktu dia masuk semster 1 (maba) gua dengan sikap gua yg so cool dan kepedean (jelekkkk bgttt) :) pengen blajar kalem sih sebenernya,, Gua suka banget merhatiin dia, waktu dia kmpul ama temen"nya aja, yaa gua so”an akrab juga deketin mereka... Awalnya sih gua hampir minder buat deketin dia tuh,, Ada rumor dia naksir ama temen gua gituu, ya gk tau juga sih sampe skarang.. gk pernah gua tnya itu ke dia. Nah,, yang bikin gua tmbah pd, waktu tmennya ngecengin dia kalo lgi ada gua, y gua so" lagi cari pmbahasan biar ada obrolan depan mereka... Kocak sihh so akrab bgt kesannya “sksd” gitu deh... Tapi gk apa biar saja kafilah berlalu, :D gua juga heran tuh, waktu itu kebneran banget x yah... ko dia suka juga sama hobby gua, yaa overall sama lah sama gua... (Tambah sinyal tuh buat gua) :D sampe pada akhirnya gua mulai berani tuh minta nomer hp dia, yaa speak" kalo ada perlu buat hubungin dia tentang  hobby kita yang sama itu... :p (berharap banget ada yang bilang good luck waktu itu) hehehe :D.
Dialog 1 minta nomer handphone.
Gua     : (pulang rapat, samperin aja) “gua minta nomer lu dong... boleh?”.
Kamu  : “08xxxxxxxxx” , nada cepet.
Gua     : “cepet amat nyebutinnya... :D heuhh. Lu yang ngetik deh...” (pd nya gua ngeluarin hp jelek, bodo amatlah... sekalian tes ngaruh gk yah...)
Kamu  : (ambil hp langsung diketiikk) “nih...”
Gua     : (sambil senyum... J) “terima kasih...”
            Ya.... gk lama gua dapet nomer hp dia emang sih klasik bgt tuh dialog.. hehe... sampe rumah otomatis gua langsung sms dia... emang dari awal kurang modal gua, bisanya cuman sms hmmmm...miris emang.. Gau sering bgt ketawa-ketawa, senyum-senyum sendiri kalo lgi smsan gituuu... kayak orang gila kali yee.. kadang gua suka mikir, gini kali yah kalo orng lagi lancar PDKT... :D hehe lucu tau.
            1 hari berlalu masih dengan senyuman, 2 hari.. 3 hari.. yesss, akhirnya gua so berani lagi.. sambil iseng gua coba ajak dia makan,, ya gua pikir dia pasti mau kalo gua ajak toh dia masih baru juga disini kayaknya bagus buat dia kalo banyak akrab sama orang lain... atau mungkin gk enak juga kalo nolak kk tingkat... :D malem itu agak indah buat gua, karena baru pertama kali gua makan bareng cewek yang respect ama gua. Gak sulit juga buat gua, beda sama cerita lama... gk ada acara kyk dulu pas berangkat ceweknya ngumpet” takut ketauan temen” alibinya sih malu gitu takut dikecengin.. huhh dasar bocah... udah deh itu cerita basi. Lanjut cerita yg ini aja, gua agak ragu karena awalnya gua belum siap buat ajak dia makan, masalahnya dompet gua lagi kurus... yah lagi-lagi masalah gua cuman itu. L yahh bisa dibilang awal cerita kita dimulai dari sering jalan berdua, makan diluar, walaupun gk pernah jauh” tapi buat gua yang penting pas momen sama lunya nong. Hehe :D Sambil makan bareng kita udah suka cerita-cerita tentang waktu” kita masih SMA, cerita kita seblum kuliah.. lucu sih sampe kadang” kita malah seneng kalo ngeledek orang lain.. :D hehe. Hal” kayak gitu berlanjut buat gua sama dia, sering banget mulai cerita” orang rumah, keadaan rumah, keluarga, sodara.. yaa banyak deh, semua hal” yang bisa bikin kita gk habis topik buat ngobrol... bersyukur banget gua waktu itu. J yang pasti gua seneng bgt.
            Hampir sebulan lebih gua merhatiin dia, cari” info tentang dia... ya... namanya juga usaha... :D sampe dimana hari yg sedikit konyol buat gua pas balik makan bareng dia dengan bodohnya gua nyinggung hubungan kita. Emang sih, dari awal gua udah niat pengen kenal lebih jauh lagi tentang dia dengan harapan ada status hubungan buat kita. Ya.. kalo orang bilang sih pacaran tapi sampe sekarang gua gk paham apa itu pacaran, mungkin sampe gua lagi ngetik cerpen ini pun gua masih salah ngartiin arti pacaran atau status hubungan.. lucu emang.
Dialog 2 nyinggung status pas nganter dia balik
Gua     : (lagi asik ngobrol” sambil jalan pulang) “hmmm... ternyata asik juga yah kita ngobrol...”
Kamu  : “iyah... aku seneng ko kamu bawel sih... hehehe :D”
Gua     : “huuu dasar... gua jadi grogi, gua kan gak pinter ngomong kalo sama cewe... apalagi sama lu.. tangan gua aja sampe dingin gini.” (seriuusss grogi broo)
Kamu  : “yeee.. kenapa grogi coba, anehh,,,”
Gua     : (sebetulnya belum ada persiapan gua ngomong ini, spontan aja) “hmmm... kita sering banget yah jalan bareng, makan, sampe ngbrol asik kayak gini... gua sih berharapnya hubungan kita lebih jelas” (aduuuhh brooo, gua gak tau itu keceplosan apa gimana yang jelas itu bikin suasana jadi kaku tau)
Kamu  : “maksud kamu hubungan kayak gimana...? aku seneng ko kita kayak gini...”
Gua     : (aduh pupus nih gua, sambil masang muka melas) “yaaa... nggak sih, gk enak aja kalo kita sering kayak gini tapi gk ada status hubungan gitu... tapi gua juga seneng ko kita kayak gini...:D” (so senyum lebar)
Mungkin kebetulan kita udah sampe rumahnya dia, gua pun gk mau lama” bahas soal tadi karena gua gugup banget waktu itu... mungkin dia kira gua bakal nembak tapi emng gua pengennya sih gitu... cumannnnn gua bener” gk berani.... takuuttt brrooooo)
Gua     : “eh udah sampe rumah tuh, gk enak udah malem... gua langsung pulang aja yah...?”
Kamu  : (mimik bingung kali gua liat) “hhhmmmmmmm..... y udah, makasih yah J
Gua     : “makasih apa, ada juga gua yang makasih... lu udah mau makan sama gua... makasih... gua pulang yah...” (gua berharap bisa noleh pas dia belum masuk tapi gua takut tangan gua makin dingin gara” pernyataan tadi bodoh banget gua..)
Kamu  : “iyah,., hati....”
Gua     : (akhirnya ada alesan buat gua noleh, jawaban gua) just smile.. “ J
Hehe udah dulu ah, nanti kita sambung di part selanjutnya....



Ternyata perlu 1 tahun



                Gue bingung sama perjalanan kisah gue yang sedari dulu yaa... Cuma gini-gini aja, kalian juga pada tau di entri sebelumnya gue nyeritain semua kisah tentang cinta... :) Kalian tau gak sih,, gue tuh paling gk bisa yang namanya nyatain persaan cinta sama cewek entah kenapa kayaknya tuh susah banget. Seperti judul entri gue kali ini gue memang perlu 1 tahun buat bisa ngrubah semua perasaan gue.
                Bagi gue cinta itu bukan hanya timbul karena kecantikan seorang wanita atau lebih luasnya ya penampilan kali ya... :) tapi hati yg bergetar ketika berada didekatnya, mata yg malu ketika ingin melihatnya... ya,, gue lebay lagi deh.. hahah tapi gpp lah suka” penulis iye kan... :) jadi simpelnya gini aja deh coba lu bayangin gimana kisah cinta seorang tunanetra...! apakah dia mampu melihat keindahan fisik kekasih yg dicintanya... tentu tidak dong, tapi pastinya semua orang masih bisa memliki cinta.. gue kadang suka ketawa kalo inget moment gue waktu jalan ama cewek yg selam 1 tahun ini gue selalu deg-degan gitu kalo deket dia dan pastinya seneng banget kalo sering ngbrol ama dia tau gk lu. Dia pernah tanya ama gue iyakan,, “eh, aku tuh cantik gk sih kayaknya aku Cuma cantik difoto doang deh..” ya otomatis dong gue ketawa sampe puas, ya lu bayangin aja apa bagusnya dari pertanyaan itu...? :** ya jadi dari situ gue jelasin aja iyakan teori cinta menurut gue..
                Oke deh kita lanjut maksud dari entri gue tadi, jadi pertama gue kenal ama dia gk tau kenapa gue seneng banget becandain dia sampe” gue kadang suka salting gitu iyakan. Kao dia ngomong tuh udah kayak suara air sungai yang tenang ditengan keheningan desa... :) kalo liat senyumnya gue tuh udah kayak orang mati yg tiba” punya sayap terus gue terbang dengan santainya,,, ya kayk yang pake kostum” gitukan... hahaha. Tapi apa bro, gue tuh kayaknya gk pernh dianggap ama dia tau gklo.. semua hal yg gue lakuin itutu kayknya tuh selalu buat dia ilfil. Ya sampe saatnya dimana kita itu diem”man gk jelas udah kayak orang abis putus dari pacaran gitu, dan akhirnya itu semua buat gue jadi kayak orang bego tau gk lo, gk nyaman banget deh pokoknya.. dan itu butuh waktu 1 tahun buat gue bisa ketawa” sama dia, manja”an gitukan udh kyk anak SMA,, dia tuh kadang suka gebuk” gitukan.. lebay banget deh pokoknya.. tapi buat gue itu semua adalah proses yg sulit untuk gue jelasin panjang lebar dan pegel banget rasanya kalo gue ketik terus. J ya gue sih nulis ini Cuma sekedar gue pengen meseumkan kenangan cinta gue yg sampe saat ini gk pernah terungkapkan langsung kedia... kalo km baca ceritaku ini, saat itu pula aku pengen ketemu kamu... J J J

Statistik Blog