Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan

Pekerja Kreatif: Menggali Kreativitas dalam Dunia Kerja

Unsplash.com/@marvelous

Dalam era yang semakin dinamis dan penuh tantangan, pekerja kreatif menjadi sosok yang sangat berharga. Mereka adalah individu yang menggunakan kreativitas sebagai landasan untuk melakukan pekerjaan mereka. 

Dengan imajinasi, inovasi, dan pemikiran kreatif, mereka menghasilkan konten yang unik dan berharga di berbagai bidang.

Apa sih Pekerja Kreatif ?

Pekerja kreatif adalah siapa saja yang memperoleh penghasilan dari kegiatan berbasis kreatif, budaya, atau artistik. Mereka bisa bekerja secara mandiri (sebagai kontraktor independen, pengusaha solo, atau pekerja pertunjukan) atau melalui pemberi kerja. 

Kategori ini mencakup berbagai pekerjaan, baik yang dilakukan secara individu maupun yang bekerja dalam industri kreatif.

Siapa Saja yang Termasuk Pekerja Kreatif?

  • Freelancer:

Freelancer adalah seseorang yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaan per-job atau per-task, biasanya dalam jangka waktu pendek.

Mayoritas freelancer bekerja di sektor kreatif seperti seni, desain, editor, copywriting, proofreading, media, musik, akting, jurnalisme, dan lain-lain.

  • Pekerja Bidang Content Creation:

Termasuk YouTuber, influencer, dan penulis konten.

Pembuatan konten adalah akar dari industri kreatif.

  • Artis dan Desainer:

Seniman, desainer grafis, dan ilustrator juga termasuk dalam pekerja kreatif.

Mereka menggunakan kreativitas untuk menghasilkan karya visual yang unik.

  • Penulis:

Penulis buku, artikel, blog, dan skenario juga berperan sebagai pekerja kreatif.

Kemampuan berpikir kreatif dan menghasilkan konten unik sangat penting dalam dunia penulisan.

Pekerja kreatif memiliki peran vital dalam menghasilkan konten yang menginspirasi, menghibur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

Dengan terus menggali kreativitas, mereka membentuk dunia kerja yang dinamis dan berwarna.

Green Jobs? Jadi Wirausaha, Terapkan Budaya Kerja yang Ramah Lingkungan

Green Jobs dan Terapkan Budaya Kerja Ramah Lingkungan
Dokumen Pribadi

Budaya kerja itu penting bagi setiap individu dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan, yang berusaha mencapai tujuan dan menjalankan aktivitasnya. Lalu bagaimana, jika kita bisa menerapkan budaya kerja yang ramah lingkungan? Adakah kaitannya dengan itu? dan Apa itu Green Jobs?

Isu pembangunan ekonomi, dalam kontribusi wirausaha maupun karyawan perusahaan. Seringkali beririsan dengan dampak lingkungan baik secara internal maupun eksternal. 

Terlebih, isu ini menjadi topik yang mendapat banyak perhatian. Alih-alih meningkatkan kapasitas perekonomian, salah jalan, ada saja oknum yang dengan sadar atau tanpa itu, sudah mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang merupakan komitmen global dan nasional, seperti yang telah dibahas dan disepakati dalam Sidang Umum PBB 2015. Komitmen ini adalah upaya untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, kehidupan sosial, kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Di dalamnya, dipetakan ada 17 tujuan penting TPB tersebut, diantaranya (1) Tanpa Kemiskinan, (2) Tanpa Kelaparan, (3) Kehidupan Sehat & Sejahtera, (4) Pendidikan Berkualitas, (5) Kesetaraan Gender, (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak, (7) Energi Bersih & Terjangkau, (8) Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi, (9) Industri, Inovasi & Infrastruktur, (10) Berkurangnya Kesenjangan, (11) Kota & Pemukiman yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, (15) Ekosistem Daratan, (16) Perdamaian, Keadilan & Kelembagaan yang Tangguh, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ya, saya tertarik membahas beberapa hal dalam 17 tujuan TPB tersebut. Namun, fokus saya ada pada dua rangkuman yang saya simpulkan, yakni perihal pekerjaan yang layak dan kualitas lingkungan.

Potensi Pekerjaan pada Sektor Energi Terbarukan

Coaction Indonesia bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), membuka ruang diskusi melalui Webinar yang berjudul Memahami Green Jobs dan Peluangnya di Indonesia, Selasa 9 Februari 2021. 

ILO (International Labor Organization) menjelaskan, Green Jobs adalah pekerjaan layak yang berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan, baik di sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi, atau di sektor hijau baru yang muncul seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.

Pada webinar yang diselenggarakan tersebut, menjelaskan hal lainnya tentang suatu kesimpulan, yakni “Green Jobs Potential in Renewable Energy”.

Ya, Coaction Indonesia juga merangkum pembahasan tersebut dengan penjelasan dari survey yang dikeluarkan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA), 2020.

Membahas mengenai pergerakan Grafik kontribusi pekerjaan pada masing-masing sektor Energi Terbarukan, diantaranya Hydropower, Solar Photovoltaics, Bioenergy, Wind Energy, Solar Heating/ Cooling, & other.

Dengan penjelasan terangkum, sebagai berikut:

  1. Sektor energi terbarukan mempekerjakan setidaknya 11,5 jutaan orang, secara langsung dan tidak langsung pada 2019;

  2. Secara keseluruhan, hampir 3,1 juta pekerjaan PV Surya (83% dari total global) berada di Asia, diikuti oleh Amerika Utara 6,5%, Eropa 4,4% dan Afrika 3,7%;

  3. Penggunaan Biodiesel di Indonesia adalah yang kedua terbesar di dunia dengan 494.400 orang;

  4. 44% Pekerjaan pada sektor Tenaga Angin dihasilkan di Tiongkok dengan sekitar 518.000 pekerjaan.

Bahkan dalam survey yang dilakukan Coaction Indonesia sendiri, sektor energi terbarukan ini sangat berpotensi menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Artinya, realisasi Green Jobs di Indonesia memiliki peluang yang besar.

Saya menyimpulkan, dalam pelaksanaan aktivitasnya, kita sebagai masyarakat Indonesia berpeluang untuk berkontribusi pada sektor-sektor tersebut. Dalam hal ini, baik pada konteks wirausaha ataupun berkontribusi pada perusahaan yang sudah bergerak di bidang Energi Terbarukan.

Jadi sebagai wirausaha apalagi masih muda, kita juga bisa mempelopori atau berkontribusi secara langsung dalam bidang bisnisnya ataupun melakukan hal-hal kecil yang terkait kearah green jobs ini.

Greenpreneurship: Green Jobs untuk Kewirausahaan

Pembahasan selanjutnya perihal Green Jobs, mewakili pembahasan fokus saya pada pekerjaan yang layak dan kualitas lingkungan. 

Pekerjaan yang layak disini, bisa saja kita memilih menjadi seorang wirausaha, sekalipun memilih menjadi bagian dari perusahaan, Green Jobs harus mendapat perhatian di dalamnya.

Pemikiran saya tentang Greenpreneurship, yang mana istilah “Greenpreneur” sendiri sudah tak asing lagi, bahkan dijadikan sebuah event kompetisi dibeberapa wilayah. Namun, penamaan yang saya modifikasi menjadi Greenpreneurship ini, berfokus pada kebiasaan untuk terciptanya budaya kerja yang ramah lingkungan bagi wirausaha.

Hal-hal kecil yang berhubungan dengan kepedulian kualitas lingkungan, bertahap menjadi sebuah kebiasaan dalam bekerja atau berwirausaha bagi setiap individu dan organisasi.

Beberapa jenis bisnis dalam kewirausahaan yang berkaitan dengan kontribusi lingkungan bisa kita uraikan sebagai berikut:

  1. Kuliner, dengan Bahan Baku Organik dan Kemasan Ramah Lingkungan;

  2. Agrobisnis, seperti Perkebunan Organik, Pupuk Organik, Distribusi Hasil Tani ala Start up dan sejenisnya;

  3. Industri Kreatif yang meliputi, Karya Seni, Furniture Daur Ulang, dan sejenisnya;

  4. Rumah Kemasan Ramah Lingkungan, sebagai fasilitasi pelaku usaha yang menggunakan kemasan ramah linkungan;

  5. Digital Creative Content, yang mendukung penyebaran informasi lingkungan dan atau sejenisnya;

  6. Travel Agensi yang mendukung edukasi pemahaman lingkungan atau sejenisnya.

Pilihan daftar bidang wirausaha di atas hanya sebagian yang mungkin bisa digali lebih dalam terkait kontribusi terhadap lingkungan atau Greenpreneurship. 

Namun, hal lainnya yang bisa kita lakukan dalam menjadi seorang wirausaha ataupun karyawan dalam perusahaan, bisa juga dengan menerapkan Budaya Kerja yang ramah lingkungan.

Budaya Kerja Ramah Lingkungan

Dalam teorinya, Mangkunegara (2005) menuliskan, budaya kerja adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal.

Kita yang memilih menjadi seorang wirausaha tentu memerlukan juga adanya budaya kerja. Apalagi dalam mendukung langkah besar untuk mencapai tujuan bersama yang salah satunya adalah berkontribusi terhadap TPB dan Pekerjaan Ramah Lingkungan (Green Jobs).

Kaitannya, setiap individu atau kelompok yang menjalankan aktivitas ekonomi tentu perlu memperhatikan dampak lingkungan. Dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan hingga kontribusi besar yang menjadi tujuan inti dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hal-hal kecil inilah yang kemudian bisa dikemas menjadi sebuah Budaya Kerja bagi seorang wirausaha ataupun perusahaan. Dalam hal ini, menerapkan keterkaitan budaya kerja yang ramah lingkungan.

Melalui nilai-nilai dan norma yang dibangun, dapat menjadi kebiasaan yang menuju pada kontribusi ramah lingkungan. Seperti halnya, penggunaan sumber daya listrik secara efisien dan efektif, mengurangi polusi di setiap aktivitas, menggunakan pemberdayaan energi terbarukan, menerapkan perlengkapan daur ulang, serta hal kecil lainnya yang menjaga kelestarian lingkungan kerja.

Tugas besarnya adalah apakah hari ini kita sudah bersahabat dengan lingkungan alam sekitar? Apakah pekerjaan yang kita lakukan sudah berkontribusi untuk kebaikan alam? Ya, ini tugas kita bersama. 

Indonesia memiliki potensi dan bahkan sudah berjalan menuju ke sana. Dimulai dari kita semua yang mampu menjawab dengan tegas pertanyaan-pertanyaan tersebut, bahwa kita bisa bersahabat dengan lingkungan alam demi keberlangsungan dan kesejahteraan ekologi dan ekonomi.

Bagaimana Cara Mengulas Produk untuk Branding

Oke kali ini saya akan menuliskan bagaimana cara mengulas produk untuk keperluan branding maupun sebuah iklan. Dalam ulasan tersebut kita akan menggunakan media tulisan sebagai narasi mengenal atau mengulas produk.

Namun sebelum kita lebih rinci menguraikan bagaimana cara mengulas produk, ada beberapa hal yang perlu diketahui.
  1. Tentukan tujuan mengulas produk
  2. Mengenal Produk dengan baik - Produk Knowledge
  3. Framing Focus - Kelebihan dan Kelemahan Produk
Dari 3 hal diatas merupakan hal-hal yang perlu kita pastikan, tentu itu hanyalah sebagian hal dari banyak cara yang perlu kita ketahui.

Baik, kita lanjutkan memulai dan mengetahui bagaimana cara mengulas produk


Berikan Alasan Mengapa Produk itu Penting

Banyak orang perlu alasan mengapa mereka harus mengenal suatu produk. Nah sebelum kamu berniat mengulas produk, ada baiknya kamu harus berikan alasan kenapa produk itu penting untuk dimiliki atau digunakan.

Berikan beberapa alasan tersebut dalam bentuk deskriptif di awal paragraf tulisan kamu, ya sekita 1 sampai 2 paragraf.

Contoh: Mengulas Produk Smarphone

"Kemajuan zaman mengubah banyak hal dan membawa kehidupan menjadi serba cepat dan dituntut untuk bisa beradaptasi dengan banyak hal. Tidak terkecuali dalam kehidupan sehari-hari, misal saja kebutuhan makan, shoping, ataupun sekedar menikmati hiburan dengan akselerasi fasilitas yang mendukung.

Gadget atau smartphone menjadi salah satu kebutuhan pokok yang sulit dihindarkan. Bagi beberapa orang Smartphone menjadi penunjang dalam melakukan aktivitas pekerjaan, rutinitas di rumah, maupun hiburan. Sudah tentu spesifikasi smartphone yang sesuai dengan kegiatan sehari-hari dapat mengoptimalkan aktivitas kita."

Menjelaskan - Identifikasi Produk

Setelah menuliskan tentang alasan mengapa produk tersebut penting. Kita bisa mulai mengenalkan produk tersebut dari mulai tanggal rilis hingga spesifikasi atau fitur yang terdapat pada produk tersebut.

Jika produk tersebut merupakan benda yang berkaitan bukan dengan teknologi, maka kamu cukup menuliskan nama produk, brand, dan rincian lainnya seperti yang terdapat dalam kemasan produk.

Menjelaskan Korelasi Produk dengan Kebutuhan Sehari-hari

Seperti halnya menuliskan alasan mengapa produk tersebut penting, akan lebih baik jika secara detail kamu juga menghubungkan bagaimana produk tersebut bisa berperan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika apapun tentang produk tersebut sudah relate dengan kehidupan banyak orang, sudah tentu ketertarikan pembaca untuk mengenal lebih dalam perihal produk tersebut akan bisa lebih memungkinkan.

Ajakan untuk menggunakan Produk tersebut (Opsional)

Biasanya orang yang mengulas produk melalui media apapun, dimaksudkan atas kerjasama dengan kliennya, baik individu kelompok ataupun perusahaan.

Nah jika dalam persetujuan diharuskan untuk memberikan kalimat persuasif kepada pembaca, maka kamu wajib memberikan ajakan kepada pembaca untuk menggunakan produk tersebut.

Pake Baju Gerah, Gak Pake Baju Masuk Angin, Jakarta Emang Panas

Tidur masuk kulikas (Ilustrasi) - www.alagraph.com

Walaupun saat ini sudah masuk musim hujan, rasanya masih belum cukup membuat Kota Jakarta menjadi adem. Gak heran, hampir sebagian besar lapisan masyarakat Jakarta pasti pake AC dirumahnya.

Coy, rerata suhu di Jakarta pada malam hari itu gak kurang dari 25 derajat Celcius - cek kondisi suhu terkini di Metrotrend. Itu artinya semakin tinggi derajat celciusnya semakin panas pula kan. Nah, mungkin sebagian dari kalian semua pernah merasakan beberapa hal yang bikin Jakarta bener-bener panas.

Serba Salah Pake Baju Saat Tidur

Via Google Search - Link on Image (Click)

Pake Baju Gerah, Gak Pake Baju Masuk Angin, mungkin bagi kalian semua yang baru datang ke Ibu Kota Jakarta dan bahkan memutuskan untuk tinggal merantau. Pasti kalian akan merasakan kondisi ini. Dimana rasa serba salah saat mau tidur, takut masuk angin tapi gerah, alhasil untuk beberapa waktu di awal-awal kalian akan terlihat kurang tidur dan merasa gak nyaman. Ya apalagi kalo tinggal dikos-kosan harga pas-pasan.

Mandi Pagi Tetep Aja Keringetan

Via Google Search - Link on Image (Click)

Sadar gak kalian, atau mungkin kalian belum pernah. Nih gua kasih tau, setiap pagi mandi di Jakarta bener-bener gak bikin seger, apalagi kalo lu gak sempet atau gak punya deodoran, alhasil keringetlu keluar lagi walaupun abis mandi. Deuuuhhh.. Rasanya jengkel juga sih.

Belum lagi kalo harus beraktivitas pagi, baru jalan beberpaa meter baju udah basah aja keringetan, panas boorrrr... Makanya rasanya geraaaahhh banget, duh apalagi kalo macet-macetan dijalan. Parah dah pokoknya. Pokoknya disaranin pake deodoran, dan kalo lu sering naik motor atau kendaraan pribadi disaranin jangan pake seragam dulu pas berangkat.

Berani Minum Air Dingit, Pagi Sampe Malem

Via Google Search - Link on Image (Click)

Pagi-pagi minum aer es di Jakarta rasanya udah gak aneh lagi, gak heran dah. Apalagi kalo hidupnya dilokasi perkampungan yang padat penduduk. Beda cerita yah kalo Jakartanya jadi anak gedongan yang punya rumah didalam komplek, luas ada pohonnya dan lain-lain.

Jangankan pagi, tengah malem aja banyak kok yang dagang es, pasti dong berbanding lurus sama pembelinya. Di Jakarta itu, minum es pagi, siang apalagi, malem mau sampe begadang juga udah bener-bener gak heran. Bahkan ada orang yang udah kebiasaan minum air es, sampe dia gak mau kalo tuh aer gak dingin. Gue sih alergi dingin, ya mau gak mau walaupun gak bikin seger tapi air yang gue beli di warung dengan harga serebuan itu bikin gue lumayan adem tenggorokan.


Watak !, bukan soal Suku Jawa atau Sunda

Ilustrasi Peperangan Kerajaan Dulu - Google Search


Kedua suku ini memang seringkali mengalami gesekkan dalam beberapa hal yang sudah turun temurun. Contohnya saja soal pernikahan yang jika masing-masing calon merupakan perwakilan dari masing-masing suku tersebut. Gak sedikit yang cintanya kandas karena alasan asal suku dan daerah asal. Lainnya soal watak atau karakter dan kebiasaan seseorang yang seringkali dikaitkan sebagai representasi suku atau daerah asalnya.

Watak atau karakter, merupakan suatu sifat batin seseorang yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti dan tabiat yang dimiliki orang tersebut. Dalam menjalani hidup berdampingan dengan sesama manusia, watak menjadi sorotan penting hubungan antar manusia bisa berlangsung.

Watak yang sudah tertanam

Saya pernah tinggal dengan beragam teman yang berasal dari berbagai daerah, khususnya dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan bahkan dari Papua. Beberapa memang tidak murni pribumi dari daerah sama, banyaknya saya cukup mengenal dan memiliki beberapa teman asal Suku Jawa.

Saya sendiri berasal dari turunan Suku Sunda, walaupun saya lahir di Ibu Kota Jakarta yang notabene dihuni oleh Suku Betawi, ya anggap saja saya campuran Betawi-Sunda. Saya juga tidak benar-benar mengenal silsilah keluarga dari zaman kerajaan hingga sekarang.

Watak sendiri sebenarnya sudah tertanam sejak kita dilahirkan, umumnya setelah manusia bisa mengenal sesuatu yang akhirnya menjadi watak yang tertanam.

Secara garis besar, tahapan watak yang sudah tertanam itu sendiri melewati beberapa masa berikut :

Pengenalan - Pemahaman - Penerapan - Pembiasaan - Pembudayaan - Menjadi Karakter

Kedua suku ini, Sunda dan Jawa tentu memiliki pembawaan karakternya yang berbeda-beda. Entah itu pengaruh Keluarga, Lingkungan, Maupun proses pendidikan didalamnya.

Kisah Suku Sunda dan Jawa, mempengaruhi Watak ?

Kita mengenal pada zaman kerajaan dulu, dengan beberapa versi yang saya rangkum misalnya saja tentang alasan orang sunda dan jawa tidak bisa menikah. Khususnya wanita asal sunda dan pria asal jawa.

Pada satu kisah, Kerajaan Majapahit (Jawa) dan Kerajaan Pajajaran (Sunda), terlibat konflik yang cukup pelik, hingga menimbulkan peperangan di antara keduanya. Sejarah kelam itu dikenal dengan sebutan tragedi Perang Bubat. (Kumparan.com)

Singkatnya, Putri Dyah Pitaloka dari Negeri Sunda akan menikah dengan Hayam Wuruk asal Kerajaan Majapahit, Seperti yang kita tahu, Kerajaan Majapahit kala itu ingin menguasai seluruh nusantara. Dalam momentum ini, Mahapatih Gajah Mada berniat untuk menyisipkan politik persekutuan kedua Kerajaan ini. Dengan berbagai alasan tentu membuat Hayam Wuruk menjadi bimbang jika harus menyisipkan politik dalam menjalin cintanya dengan Putri Dyah Pitaloka.

Akhir cerita niat Gajah Mada ini terdengar oleh petinggi Kerajaan Pajajaran, Saat itu, Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan Putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit. Menurut Kidung Sundayana, hal ini menimbulkan niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Ia ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya sebelum Hayam Wuruk naik takhta. Sebab, dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukan, hanya Kerajaan Sunda yang belum dikuasai.

Pihak Pajajaran tidak terima penyerahan Dyah Pitaloka dianggap sebagai simbol takluknya Pajajaran kepada Majapahit. Akibatnya, terjadilah insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

Ketika Hayam Wuruk belum memberikan keputusan, pasukan Gajah Mada telah melakukan pergerakan dengan mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat, kemudian mengancam Linggabuana untuk mengakui kekuasaan Majapahit. Namun, Linggabuana menolak mentah-mentah permintaan tersebut.

Mungkin dari sanalah, salah satu penyebab Gesekkan terjadi

Hidup berdampingan antara kedua Suku ini memang menjadi perhatian yang cukup menegangkan. Terbukti tidak sedikit hubungan komunikasi ketika berdampingan sebagai teman maupun keluarga yang mengalami kegagalan. Tidak bisa menutup mata juga bahwa tidak sedikit yang berhasil dan terkesan dapat menjalin kekeluargaan lebih dari teman biasa sampai sekarang.

Saya pribadi sangat terbantu dengan beberapa teman saya asal suku jawa, saya rasa mereka sejauh ini juga merasa tidak keberatan bersahabat dengan saya.

Saya sendiri mengakui, dalam menjalani hidup beberapa kalimat khas seperti yang pernah kita dengar sebagai suku sunda. Dari sebagian wataknya itu terkenal sebagai pemalas dan tidak pikir panjang. Tapi bukankah kita juga melihat bahwa banyak orang asal suku sunda yang sukses dan bisa mengalahkan rasa malasnya.

Belum lagi, wanita suku sunda dikenal matre, cowonya tidak bisa bekerja dengan tekun, apalagi lainya ? silahkan tambahkan di komentar... 

lagi lagi ini soal watak! bukan soal suku sunda atau jawa.

Ya sebaliknya, saya berani bilang bahwa dari suku Jawa pun mereka banyak yang terkenal karena hemat/pelit atas apa yang dimilikinya. Tidak peka terhadap kondisi sekitar, bahkan akan mementingkan dirinya sendiri walaupun sedang hidup berdampingan... Lagi lagi ini soal watak bukan soal suku sunda atau jawa.

Saya pastikan ini soal watak!!!

Banyak teman baik saya dari suku jawa yang justru mereka tidak beda jauh dengan kebiasaan saya, kamipun bisa saling beradaptasi. Tidak sedikit juga kok, saya masih dianggap pelit dan kapitalis.

Saya akui itu!

Jadi jika kalian setuju, bahwa semua yang bergesekan antar suku ini sebenarnya adalah soal watak saya sepakat. Saya tidak melihat Kerajaan Majapahit atau suku jawa yang memanfaatkan kecintaan Hayam Wuruk kepada Dyah Pitaloka. Tapi saya lebih menjadikan ambisi Gajah Mada untuk menguasai Nusantara dengan sumpah palapa yang dibuatnya. Akhirnya justru malah mencederai hubungan kedua insan yang sedang dimadu asmara ini.

Cara Mengenal Passion Diri Sendiri

"Ah ini mah gak sesuai passion ku, rasanya pengen berenti aja kerja disini". "Gak bisa aku bisa, itu bukan passion ku, kamu aja ya". "Gpp deh walau hasilnya dikit, yang penting tetep bekerja sesuai passion".

Calibrate360


Mungkin kamu menjadi salah satu orang yang sempat mengeluarkan ungkapan diatas keluar dari mulutmu. Bahkan ada beberap hal lain yang kamu unggulkan atas passion yang kamu merasa sudah kamu termukan. Namun tak sedikit juga beberapa orang yang belum mengenal passion diri sendiri, apa keahliannya dalam bekerja, apa yang disukainya untuk bisa berkarya. Sudahkah bisa mengenali passion diri sendiri ?

Cara mengenal passion diri sendiri tentu tidak sama seperti halnya kita mengenal orang yang akan kita jadikan pacar. Apalagi kalo kamu ditolak terus sama gebetan.

Sebelum lebih jauh, baiknya kita kenali dulu apa arti dari kata passion itu sendiri. Passion diambil dari kata yang berasal dari Bahasa Inggris, yang memiliki arti dalam Bahasa Indonesia yaitu Gairah.

Mulai dari Mana

Ketika passion sudah dirasa bisa kita kenali dan yakin sudah ada dalam diri kita, semua terwujud dari apa yang bisa kita hasilkan. Dalam hal ini bukan hasil finansial ya.

Untuk memulai mengenali Passion dalam diri kita, biasanya kita akan memulai dengan berbagai hal atau kegiatan yang kita senangi. Semisal berangkat dari Hobi, Pekerjaan, Prestasi, Karya-Karya dan lain sebagainya yang menjadikan kegiatan kita bisa menghasilkan sesuatu.

Ketika kita merasakan ada gairah untuk melakukan kegiatan tersebut, itu berarti kamu sudah bisa mulai mengenali passion kamu ada disitu.

Semisal tentang Hobi, banyak orang yang lebih senang menghabiskan waktunya untuk melakukan hobinya. Dia tidak memikirkan dan memberikan fokusnya pada hal lain, selain bisa melakukan hobinya secara tuntas. Bahkan bagi mereka yang beruntung dan berjuang, bisa menjadikan hobi itu sebagai sumber penghasilan untuk membiayai hidupnya.

Perihal bidang pekerjaan, ada beberapa alasan yang mendasari orang betah menghabiskan separuh usianya untuk bekerja di bidang yang sama. Bisa jadi selain alasan pengabdian ataupun karena merasa tidak percaya diri untuk melakukan hal lain. Passion orang tersebut memang ada dalam bidang pekerjaan itu. Lihat saja Dosen dan Guru-guru kita yang rela memprioritaskan waktunya untuk mengajar, bahkan tidak lagi memikirkan soal bayaran. Bisa jadi memang gairahnya dalam hidup ada pada kegiatan mengajar. Itulah passion dalam diri.

Aku tidak bisa apa-apa

Mungkin kamu hanya belum percaya pada keahlian dan kemampuan yang kamu miliki, bukan kamu tak bisa apa-apa. Setiap kesukaan atau gairah yang hadir ketika kita melakukan suatu kegiatan positif tentu itu bisa menjadi awalan potensi kamu ada disana. Potensi akan kemampuan yang bisa kamu andalkan untuk melakukan itu ada disana.

Tinggal kamu pilah saja, mana kegiatan yang senang kamu lakukan dan bisa kamu pelajari dengan mudah ketika melakukan itu. Percayalah kamu sudah akan bisa mengenal passion dalam diri kamu.

Semoga bermanfaat.

3 Hal ini yang bisa membentuk Karakter mu

Setiap orang itu memiliki karakter nya masing-masing, tak jarang karakter ini justru yang bisa mengantarkan seseorang menuju keberhasilannya di masa depan. Pada dasarnya kebiasaan seseorang yang dilakukan secara terus menerus dengan adanya pemahaman dan kesadaran ketika melakukan, maka itu dapat membentuk karakter seseorang.

Oke brother and sister, kabar baiklah ya?, saya tuh bingung mau pake bahasa baku atau pake bahasa santai. Mengalir ajalah yakan.... 

Pendidikan Karakter


3 Hal yang membentuk karakter seseorang yang mungkin merupakan bagian dari beberapa hal yang mempengaruhi pembentukkan karakter. Secara KBBI pengertian karakter sendiri adalah

karakter n 1 tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak; 2 Komphuruf, angka, ruang, simbol khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik berkarakter vmempunyai tabiat; mempunyai kepribadian; berwatak: anak itu ~ aneh.

Satpam Bank, Pelayanan yang memiliki ciri khas

Bank memang merupakan bidang bisnis yang dijalani suatu perusahaan, bisa berasal dari swasta maupun pemerintahan negara. Setiap Bank pasti memilki ciri khas dan cara pelayanannya masing-masing. Begitupun susunan personil struktural maupun non struktural, bahkan sampai tugas parkir saja bisa dilayani oleh Bank.

Bukan hanya sekedar tempat penyimpanan uang, Bank juga memilki beberapa pelayanan reguler yang berkaitan dengan keuangan seperti pinjaman, investasi maupun transfer dengan fitur-fitur yang disediakan. Bahkan bayar-bayar saja bisa loh lewat Bank.



Para personil yang dipekerjakan di Bank, masing-masing memiliki tugasnya. Yang paling menarik adalah personil front office, yang mana tugas mereka adalah berhubungan langsung dengan pelayanan terhadap konsumen atau Nasabah.

Biasanya terdiri dari Teller, Customer Service, Urusan Dana Pensiun (Pelayanan Khusus), Office Boy dan Security atau biasa kita sebut sebagai Satpam.

Bagi para pengunjung Bank, petugas pertama yang ditemui dan berkomunikasi langsung dengan pengunjungnya biasanya adalah satpam. Saya sebut pengunjung saja yah, banyak soalnya bisa nasabah, bisa karyawan itu sendiri, pimpinan Bank, atau tamu baru sebagai calon mitra/nasabah.

Satpam Bank memang memiliki pelayanan yang luar biasa beberapa tahun terakhir ini. Selain bertugas dan bertanggung jawab dalam pengamanan area dan operasional Bank hampir 24 jam secara bergantian. Para Satpam Bank ternyata juga harus sudah bisa melayani dan membantu pengunjung untuk mendapatkan kebutuhan layanan Bank yang dituju. Luar baisa bukan.

Citra Bank bisa dibilang ada pada pelayanan Satpamnya, itu bisa tercermin loh.
Saya pribadi kadang seneng banget kalo udah berkunjung ke salah satu Bank yang sudah bisa dibantu secara responsive oleh Satpam, ya walaupun terkadang malah sedikit membingungkan.

Bingungnya, saya sendiri kadang sulit menjelaskan tujuan mendapatkan pelayanan Bank, jadi pas ditanya satpam kayak gak tau bahasanya gimana yah mau bilang tuh. Akhirnya antrian bisa jadi tersendatkan, padahal itu baru sampe satpam loh huhuh.

Tapi secara keseluruhan ya perlu di apresiasi juga, jika dibandingkan dengan bidang usaha lain rasanya Satpam yang bertugas di Bank lebih memiliki ciri khas dalam pelayanan.

Penulis pemula?, Tergantung tujuan sih


Penulis, siapa sih dia? Apa sih pekerjaannya?. Dari kecilkan kita udah diajarin nulis, tapi kenapa pas udah segede ini panggilan seorang penulis seringnya gue denger dalam konteks profesi aja. Eh gak juga apa yah…

Profesi penulis juga memang biasanya linear kesuksesannya dengan popularitas baik secara dunia hiburan nasional maupun kalangan tertentu yang memang bergerak dibidang kepenulisan khusus. Seperti misalnya kalangan para penulis di komunitas blogger, komedi, cerita fiksi, naskah film dan lain sebagainya yang ternyata punya pasarnya masing masing.



Nah itu kalo kita bicara soal aspek popularitas penulis dengan hasil akhir salah satunya juga adalah sukses secara finansial maupun profesionalitas image yang sudah melekat. Memang pada akhirnya selera sebuah karya setiap pembaca bebas memilih dan mana yang menurutnya menjadi penulis paling baik. Tidak bisa dipaksakan dong.

Penulis pemula? mau milih yang mana?

Popularitas dari karya tulis

Tujuan kamu ketika memilih menjadi seorang penulis, baiknya sebagai pemula kamu harus menentukan dulu setiap karya yang akan kamu buat mau kamu tujukan untuk apa.

Jika memang fokus pada popularitas ya tentu kamu membuat sebuah karya dengan pasar yang tren saat ini dan kamu masuk untuk menjawab kebutuhan para pembaca disana.

Di Indonesia sendiri mungkin, penulis yang terbilang populer adalah mereka yang menulis dengan genre novel atau komedi. Proyeksi akhirnya karya tulis mereka di filmkan atau dijadikan sebuah serial film di televisi.

Ilmu yang kaya namun tak tenar

Ada satu hal yang gue kira, genre paling gak populer di media tapi banyak dikoleks karya/buku nya hanpir oleh setiap orang. Ya itu penulis yang fokus pada genre pengembangan diri atau pendidikan, secara popularitas mungkin mereka tidak se tenar penulis datas.

Perlu gak sih ketenaran? sebenernya secara tidak langsung popularitas tadi diselipi tujuan untuk menjadi cukup secara finansial walaupun secara tidak sadar.

Tapi bukan berarti para penulis yang fokus pada genre pengembangan sebuah ilmu dan atau pembelajaran mereka juga bisa berhasil dalam dunia pendidikan. 

Urusan finansialkan sebetulnya mengikuti saja dari apa yang sudah kita kerjakan
Ya pada akhirnya, penulis pemula harus memilih untuk bisa memberikan karyanya kepada pembaca, dan tentu semua harus sesuai dengan passion kamu.

Terbit Buku Kapan?, 10 Alasan menulis buku itu sulit selesai


Hallo semua? Kabar baik?. Jadi ceritanya beberapa bulan terakhir ini gue memang merencakan untuk bisa membuat buku. Genrenya sih lebih ke self improvement gitu, dan untungnya gue udah bisa mulai buat walaupun masih sekitar 50%. Terbit buku nya sih rencana awal tahun, ya mudah-mudahan sih ini bener-bener bakal bisa naik cetak yah.



Sebenernya rencana buat buku ini bukan yang pertama kali buat gue, tapi gue emang seringnya mentok sebatas judul dan kerangka aja. Paling jauh sampe pengantar atau beberapa sub bahasan doang. Ada sekitar 5 judul yang udah gue mulai tapi gak pernah gue selesaikan. Payah sih yah.. huhhh.




Nah, akhirnya gue menyimpulkan bahwa bikin buku itu sebenernya gak sulit, ya secara yang terakhir ini gue ngerasa pd banget bakal bisa terbit. Terus yang sebelum-belumnya kenapa belum bisa sampe selesai? . Itu emang ada aja sih alesannya, oke bakal gue uraikan menjadi 10 alasan menulis buku itu sulit selesai. Check this on bellow yesss… hehe

1. Gak buat outline

Ada yang bilang kalo mau buat buku harus buat dulu outlinenya, batasan pembahasannya, ya walaupun itu jadi batasin ide kamu. Tapi emang betul sih, gue sendiri setuju dengan konsep outline ini, kalo gak dibuat outline bisa bahas kemana-mana. Gak kelar-kelar nanti bukunya.

Ini mungkin jadi salah satu alasan pertama kenapa nulis buku sulit selesai. Ya kadang jangankan bisa nulis sesuai outline, bikin outline nya aja udah mentok mau dibawa kemana bahasan buku ini hehehe.

2. Belum PD sama ide gagasan.


Kadang ide buat bikin buku itu, hanya berenti sebatas di kepala aja, jarang banget yang bisa bener-bener utuh dituangkan dalam buku. Ya gak dikit juga sih yang berhasil.

“Belum PD nih, ide kayak ginian kalo dibikin buku laku gak yah…” hmmm.

Padahal bikin aja belum, ujung-ujungnya ya sampe sebatas ide aja, belum lagi kalo itu ide nya harus di uji dulu. Wah lama deh selesainya, padahalkan sambil jalan bisa. Mulai aja dulu.

3. Bingung nentuin judul, mulai aja belum


Tumpahin aja dulu apa yang mau ditulis, judul belakangan. Eh jangan salah, ada juga loh orang yang harus bikin judul dulu baru bisa uraikan isinya.

Ya semua kembali lagi ke cara masing-masing sih, cuman nih yah kalo mikirin judul terus malah bakal banyak masuk pilihan baru dan bahkan banyak. Baiknya sih ditulis dulu, biasanya kalo udah dapat 1 essay aja, tuh judul bakal gampang ditemuin, yang penting kamu punya kata kuncinya. Apa yang mau dibahas bisa dicerminkan dalam kata kunci yang diambil. Tinggal kombinasikan deh jadi judul. Hehe.

4. Masalah klasik, manajemen waktu

Soal manajemen waktu memang masing-masing orang suka beda beda, tapi biasanya untuk penulis pemula kayak gue ini menulis itu masih kayak bukan prioritas. Akhirnya ya urusan konsistensi dalam menulis pun masih diragukan.

Apalagi kalo bicara terbit buku dalam konteks bisnis, duh… bisa terbit buku itu belum pasti kejualnya.

5. Alesan nyari posisi nyaman buat nulis

Gak heran deh kalo kebanyakan penulis yang gue liat apalagi suka nongol di film-film gitu, mereka para penulis rata-rata ngerjain tulisannya di café, kedai, alam terbuka lah.. jarang bet dah yang ngerjainnya di rumah.

Kan lumayan pake ongkos sama bekel.

6. Inspirasi hilang, takut keluar jalur

Beuh, gegara gak punya lokasi nyaman nih. Bawa-bawa dah tuh urusan inspirasi. Nulis dikamar udah kayak zoombie, inspirasi mentok. Malah kadang nemu ide baru, eh malah jadi keluar outline.

7. Mulai deh ke ganggu sama ide baru

Nah, kalo udah nemu ide baru biasanya suka pengen bikin buku baru. Buku yang kemarin aja belum selesai.

8. Galau dan bosen

Jenuh galau bosen, makanan wajib kalo mentok pas lagi nulis. Kayaknya pengen traveling dulu aja gitu kemanaa… tapi pas udah traveling pun tetep aja gak produktif nulis.

Gue sendiri malah senengnya untuk bisa keluar dari rasa bosen yan dengan diskusi, baru deh bisa nulis lagi.

9. Cape pengen buru-buru kelar

Pengan cepet kelar, laris bukunya, masuk toko dimana-mana, kaya.

10. Bingung nentuin penerbit

Belum selesai aja udah bingung penerbit mana yang cocok. Padahal lolos aja belum tentu, kalo indie sih biasanya asal punya duit ama linked gitu. Bisa terpercaya sama nego harga ehehe.

Follower Mesti Banyak, 5 Syarat untuk Job Blogger, Buzzer & Influencer

Hallo kapten, hallo juga para wece geulis, lama tak jumpa lama tak bercerita, apa kareba? hehee. Akhir-akhir ini gue emang udah jarang banget nengokin blog pribadi, ya blog bersejarah ini. Awalnya bernama temanrais(dot)blogspot.com dan akhirnya sekarang gue kasih nama kagoknulis.blogspot.com. Emang sih follower nya juga belum banyak-banyak amat, rating juga biasa aja atau bahkan dibawah rata-rata.

I am Blogger - (Kickstarter)


Nah, beberapa tahun terakhir ini juga ternyata gue baru sadar kalo peluang dapat job dari profesi seorang Blogger, Buzzer & Influencer itu bejibun. Tumpah ruah meriah... hehe. Lebay sih

Sedikit cerita nih ye, job emang banyak malah hampir tiap hari temen-temen gue ampe stress nolakin job (Maklum doi fokus banget nyari job gituan). Nah beda halnya ame gue, job begituan kayak udah gak jodoh aje gitu. Ya selain karena syarat yang belum bisa gue penuhin tentunya, dan emang guenya juga gak fokus jalanin profesi ntuh. Terus gue penasaran iyekan, kalo gue nengok blog lagi dan coba nulis keresahan gue ini bakal apa sih yang terjadi. Secara gue mau uraiin nih apa aja sih yang sering jadi syarat biar dapat job sebagai seorang Blogger, Buzzer atau Influencer.

Oh iya sebelumnya kita gak usah bedainlah ya satu-satu apa itu blogger, apa itu buzzer apa itu influencer. Orangnya juga itu itu aja kok hehe.

1. Follower udah pasti dong

Biasanya nih ya, urusan follower jadi syarat penentu. Karena selain influncer (selebgram) seorang blogger juga ternyata terkesan dituntut untuk aktif di sosmed dengan jumlah follower minimal 1000 untuk dapat job.

Emang jobnya apa aja sih?. Nah biasanya job yang sering muncul itu bisa berupa job event untuk sekedar meliput atau job review produk (kayak soft selling gitu by experience). 

Untuk job event, profesi ini biasaya membuat hasil liputan berupa foto, video maupun artikel untuk di upload di media pribadinya masing-masing. Kalo klien minta di sosmed ya sosmed, entah itu satu kali upload atau berkala. Kalo klien minta dibikini artikel ya harus artikel tentunya, dan pasti bayarannya lebih mahal karena mikir keras tuh buat nulis panjang lebar hehe.

2. Viewer blog dan rating nya

Wah, kalo blogger sih ini udah mesti di maintance dengan baik. Urusan viewer itu ibaratkan amunisi yang harus terus terisi. Jangan kayak s kagok nulis nih hehe.

Memang mencari viewer itu bikin kita juga mesti rajin dan jago untuk terus promosiin blog kita, bisa dengan berbagai cara, mulai dari share lewat sosmed, blogwalking kalo dulu, sering-sering tukeran link dan jangan lupa nulis dengan readibility dan SEO yang baik.

Kalo rating sih, dulu biasanya patokannya alexa rank, tapi sekarang pada sering menjadikan syarat PA/DA gitu. PA itu kepanjangan dari Page Authority dan DA itu Domain Authority, jadi page dan domainnya juga bagus gitu di mesin pencarian.

3. Konten rapih tertata, postingan sosmed juga

Mungkin selain telitit dalam memasukkan kategori atau label atau tag pada sebuah artikel, kita juga perlu benar-benar membuat fokus konten unggulan diblog kita. Jangan dibuat gado-gado juga kayak gue nih hehe. Gak jadi contoh bet dah.

Kalo sosmed, itulah kenapa selain follower, sosmed kita juga mesti rapih dan tertata ya good looking gitu. Kalo anak sekarang foto tuh yang spotnya instagramable gitu. Thematic lah pokoknya.

4. Domisili, buat nambah relasi

Biasanya Jabodetabek banyak banget nih job berceceran untuk para blogger dkk, kota besar seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan mungkin melipir sedikit ke luar pulau. Tapi tergantung juga sih memang, seberapa besar para klien baik dari perusahaan maupun organisasi bisa berkembang dan sukses disana hingga sangat butuh jasa blogger dkk ini.

Kalo kamu mau dapat banyak job ya coba aja keluar kandang dari kabupaten ke kota. Temenku banyak kok yang akhirnya merantau lagi ke Ibu Kota Jakarta. Secara disana perusahaan besar seneng banget pakai jasa blogger dkk ini.

5. Pinter bikin caption buat konten, jago nulis ala marketing juga bagus

Soal copy writing walaupun jarang dijadikan syarat tapi ini justru bisa jadi senjata khusus kalo kamu sudah nguasain. Mungkin syarat terakhir ini menjadi syarat untuk para blogger kelas kakap, secara bayarannya juga pasti kece, follower juga udah tembus pulahan ribu, ratusan bahkan kayak artis papan atas yang bisa sampe jutaaan.

Gak heran kalo selebgram juga secara tidak langsung punya asistennya tuh, mereka mempekerjakan seorang copy writter untuk bisa bantu bikin caption. Tuhkan sampe bisa kasih honor ke orang loh.

Luar biasa kan.

Jadi apa kamu tertarik alih profesi? Kalo ragu dan nanggung mending jangan deh, apalagi pergerakan lambat nanti kamu ketinggalan. Kecuali kamu optimis dan yakin untuk benar-benar bergelut dibidang ini untuk fokus mencari job. Karya nomor 2 aja, yang penting follower hehe.

BUKU YANG KUSIMPAN KINI TELAH USANG



Aku memaksamu untuk membaca tulisanku, walaupun aku sendiri tidak lagi membaca buku yang kusimpan hingga usang. Tenang tulisanku ini hanya sebanyak 295 kata saja.

Baru saja aku selesai membaca satu bagian dari buku yang telah lama kumiliki dan aku terheran ketika beberapa kalimat membuat air mataku tergelincir jatuh berhamburan. “Kenapa tak dari awal aku sadar untuk singgah sejenak membaca buku ini?”, keluhku baru saja. Ternyata dari bercarik-carik kertas terselip ilmu dan nasihat bak harta karun yang terkubur baru ditemui. Membuat luapan air mata tak terbendung lagi karena mengingatkanku akan lalai tentang perasaan yakin terhadap suatu hal. Kini buku itu hampir usang, untung saja aku sempat menghempasnya hingga judulnya jelas terlihat.

Source - Pinteresr


Buku itu merupakan ruang yang tak lekang dan waktu yang terkenang, menjadi sebuah ilmu dan wawasan yang terkemas menjadi sebuah ramuan. Mungkin dirumahmu banyak tertata buku-buku lama, entah tentang apa itu semua. Saya yakin pasti kamu menyimpannya, baik belum atau sudah sempat kamu baca.

Ilmu yang tersimpan itu tak cukup kamu baca saat itu saja, selagi kamupun belum sempat untuk mewujudkan apa yang kamu dapat dari sana. Percayalah jika kamu membukanya kembali kamu akan sadar jika kamu telah melewatkan apa yang pernah kamu ketahui. Itu yang terjadi padaku, aku sudah melalaikan apa yang pernah kuketahui dan baru saja kembali diingatkan oleh buku yang kubaca ini.

Kemarin sangat amat aku merasa keluh kesah lalai akan perasaan yakin akan pertolongan yang maha kuasa. Merasa paling hina terpuruk jatuh lesu tak sanggup hidup, ternyata ada yang aku lewatkan selama ini. Aku ingin menyampaikan pesanku pada kamu, bacalah buku-buku itu sebelum usang, barangkali ada yang bisa menggugah semangatmu kembali. Siapa sangka jika buku itu pernah menarik perhatianmu untuk kamu beli. Kemudian sempat atau belum kamu membacanya, kamu membiarkannya tersimpan hingga usang. Jangan sepertiku.

BUKAN CERITA KOPI

 "Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup, sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah dibuka untuk kita." ~Alexander Graham Bell

Mengenal banyak hal bukanlah perkara mudah, namun bukan berarti menganggapnya sulit dan menjadikan dirimu selalu menutup diri. Enggan membaca kenyataan, enggan melihat kehidupan yang berbeda dari orang lain, dan sebagainya. Dulu bahkan saya rasa untuk bisa mengenal dan memiliki beberapa teman hanya terbatas pada lingkungan sekolah, mengaji, atau bahkan sekedar tetangga sebelah rumah (itupun jika bukan tinggal dikomplek). Ada saja orang yang sulit mengenal hal baru atau beberapa orang baru disekitarnya, dan dia lebih memilih diam dirumah atau pasif terhadap lingkungan.

Tidak banyak yang bisa mencari hal baru dengan usahanya sendiri, berkenalan dengan orang baru sendirian, atau sengaja keluar rumah untuk pergi menemui seseorang yang tak dikenal.

~ Tempo hari saya sempat pergi ke toko penjualan KOPI, khusus menjual biji kopi yang sudah di roasting, gak banyak sih yang saya beli itupun hanya untuk persediaan dikantor saja. Sedikit berbincang dan mengenal lebih dalam tentang sejarah toko ini, kebetulan saya dilayani oleh pemiliknya langsung.

~ Beberapa bulan lalu juga, Tuhan mengizinkan saya untuk bertemu dengan dengan teman lama, yang ternyata dia juga sedang merintis kedai mungilnya sebagai media singgah para pecinta kopi. Entah bagaimana semua mengalir, saya dengan bawelnya melontarkan beberapa pertanyaan sampai beberapa cerita keluar dari mulut teman saya ini. Salah satunya adalah perjuangan dia membuka usaha kedai kopi ini dengan keputusan dilematis namun tetap optimis.

Ada persamaan yang menarik dari kedua pertemuan saya dengan penggiat usaha kopi ini. Keduanya sama-sama memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya hanya untuk bermain dengan kopi. Iyah “bermain” kata itu yang saya pilih untuk mendefinisikan perbandingan penghasilan dari tempat kerja mereka yang lama dengan usaha barunya yang belum pasti.

Sekali lagi ini bukan cerita kopi.



Menjadi seorang wirausaha memang akrab dengan resiko dan ketidakpastian, apalagi berbicara soal kemapanan akan penghasilan. Seperti kalimat pembuka yang saya lontarkan, mungkin pintu lama mereka sudah tertutup atau memang sengaja ditutup. Karena mereka yakin dengan pintu lain yang akan terbuka.
Mereka memulai sesuatu yang baru dalam hidupnya, memilih untuk berbisnis dan memulai semuanya dari awal. Tentu bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan dan pengorbanan banyak hal. Sesuatu yang baru,  jarang orang bisa dapatkan, padahal dibalik itu semua ada harta karun yang tersimpan dengan rapih.

Ada beberapa kondisi disaat seseorang memulai sesuatu yang baru. Kondisi tersebut adalah meminum secangkir kopi dan menikmati pahit didalamnya. Sampai habis tak berbekas dan esok kembali lagi dengan bergegas.



Sesuatu yang baru memang tak jarang diawali dengan kepahitan, namun jika terus diulang dan berjuang maka akan tumbuh kemampuan yang terbiasa serta menambah wawasan dan ilmu dalam diri. Sesuatu yang baru itu selanjutnya akan menjadi hal yang mudah dan nyaman. Mungkin kamu akan ingin mencoba sesuatu yang baru lainnya lagi. Tidak usah terlarut pada pintu yang telah tertutup, sadar atau tidak kita harus terus bergerak dan membuka pintu-pintu lainnya.

Memanusiakan Akal, Merendahkan Perjuangan



Pada dasarnya manusia tidak ingin direndahkan, malah mereka memiliki nilai positif berupa empati, simpatik, dan nilai-nilai yang berlandasakan keperdulian pada sesama. Akal mereka berkembang seiring pertumbuhan dan pencapaian wawasan yang mereka dapatkan, serta pengalaman-pengalaman yang membuat manusia dapat merasakan pembelajaran.

Keperdulian terhadap penderitaan orang lain, keperdulian terhadap kebodohan orang lain, atau bahkan rela lapar untuk mengenyangkan orang lain. Keperdulian seperti apa yang membuat manusia mau membantu perjuangan seseorang?. Semua tergantung bagaimana kamu mendifinisikannya, bahkan jika keperdulian itu terkesan salah dan malah berdampak negatif pada akhirnya. Misal saja, jika dulu kamu pernah memberikan contekan jawaban kepada teman disebelahmu, lalu temanmu itu mendapatkan nilai yang memuaskan. Sedangkan kamu hanya bisa termagun dan mungkin menggerutu karena nilaimu tidak jauh lebih baik darinya.

Siapakah yang berjuang disana?

Pernahkah kamu merasakan menjadi orang yang paling berjasa untuk orang lain. Hingga akhirnya mereka mampu mencapai impiannya menjadi sukses dan kamu hanya bisa berbalik sibuk menggerutu bahkan mengungkit masa lalu ketika dia berada pada masa kebodohan sebelum sukses. Seakan-akan tanpa dirimu, dia tidak akan bisa sesukses seperti saat ini.

Apakah begitu besar peranmu untuknya?

Mungkin dulu kamu salah dalam menempatkan prikemanusiaanmu terhadapanya, dia tidak butuh contekan darimu, yang dia butuhkan adalah motivasi dan kontribusimu agar dia mampu belajar dan memahami soal ujian. Harusnya kamu memanusiakan akalnya yang bodoh itu, bukan keperdulian agar dirinya tetap terkesan bodoh dimatamu.

Menurutmu dia tidak berjuang?

Perubahan itu dipengaruhi oleh faktor internal, dalam dirilah pengaruh terbesar seseorang dapat berubah. Bukan karena hanya jasamu atau hasil contekanmu, kamu sudah merendahkan perjuangan dia. Bisa saja setelah lulus sekolah dia berjuang sendiri bergelut dengan pengalamannya yang kelam dan terus memperbaiki diri.

“Pada dasarnya dari luar hanya mampu memfasilitasi. Setiap perubahan, pengaruh terbesarnya adalah diri sendiri. Titipan Tuhan pasti sudah digariskan, semua tergantung bagaimana kamu mampu mengolahnya hingga nasib baik berlabuh dalam kehidupanmu kelak.” @rais_jaka

Terima kasih.

Mental Belanja Kredit, burukkah?

Kapok saya gak mau kredit lagi....

Kredit atau pembelian barang dengan sistem pembayaran yang diperpanjang namun dapat memiliki barang yang dibutuhkan dengan cepat.

Namun, apakah baik melakukan pembelian dengan kredit?

Saya sendiri berusaha untuk menghindari kegiatan tersebut, terlepas dari itu syariah atau konvensional. Bagi saya keputusan tersebut perlu dasar yang kuat, sebelum benar-benar melakukannya. Ketika seseorang dapat membedakan apa yang sebenarnya dibutuhkan dan apa yang sedang diinginkan dalam memiliki suatu barang. Perlu dipikirkan lagi bagaimana barang yang akan dimiliki tersebut akan berperan.


Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan, dengan melakukan pembelian melalui kredit bukan berarti kamu puas akan kemudahan yang kamu dapatkan. Tapi ingatlah, karena kamu melakukan pembelian secara kredit itu berarti kamu sedang dalam kesulitan untuk membeli suatu barang.

Saat ini, banyak penyedia layanan pembelian barang secara kredit bahkan persyaratannya pun sangat mudah. Siapapun barangkali bisa memenuhi persyaratan tersebut hingga akhirnya terjadi perjanjian pembelian kredit. Khawatir saya adalah ketika dasar atau alasan kamu melakukan pembelian kredit itu tidak sedang benar-benar merasa harus memiliki barang tersebut. Hingga kamu lupa mengukur kemampuan kamu dalam membayar tagihannya kelak.

Berfikirlah sebelum bertindak untuk melakukan pembelian secara kredit. Beli barang yang memang benar-benar kamu mampu untuk membelinya secara kontan. Bekerja keraslah untuk mendapatkan penghasilan yang lebih.

Mental kredit, Burukkah?


Kebaikan itu longlasting

Ketika kebaikan menjadi nilai utama dalam perjalanan kehidupan, tidaklah penting bagaimana oleh siapa kebaikan itu diwujudkan.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki nilai kebaikan, begitupun sebaliknya sifat yang kurang baik melekat pada setiap manusia. Lalu bagaimana kebaikan itu bisa terwujud dan mendominasi nilai yang kurang baik dalam diri?



Siapapun mereka, apapun generasi mereka, kebaikan itu bersifat longlasting (awet). Kebaikan dapat terlihat oleh orang buta dan terdengar oleh orang tuli. Mereka yang dapat melakukan sesuatu yang baik, tidak bisa dinilai dalam satu sisi pandangan seseorang saja. Wujud kebaikan beragam dan kebaikan itu longlasting.

Dalam kondisi pribadi yang terpuruk, kesulitan, dan kesengsaraan sekalipun kebaikan tidak akan terpengaruh oleh keadaan itu. Jika memang sudah tertanam dalam diri kebaikan itu bisa berwujud dan tergali. Seseorang yang belum bisa melakukan kebaikan bukan berarti dia tidak memiliki kebaikan, perlu penanganan khusus dalam diri. Penanganan akan kesadaran betapa pentingnya kebaikan itu akan berdampak.

Kebaikan itu longlasting

Statistik Blog