Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Green Jobs? Jadi Wirausaha, Terapkan Budaya Kerja yang Ramah Lingkungan

Green Jobs dan Terapkan Budaya Kerja Ramah Lingkungan
Dokumen Pribadi

Budaya kerja itu penting bagi setiap individu dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan, yang berusaha mencapai tujuan dan menjalankan aktivitasnya. Lalu bagaimana, jika kita bisa menerapkan budaya kerja yang ramah lingkungan? Adakah kaitannya dengan itu? dan Apa itu Green Jobs?

Isu pembangunan ekonomi, dalam kontribusi wirausaha maupun karyawan perusahaan. Seringkali beririsan dengan dampak lingkungan baik secara internal maupun eksternal. 

Terlebih, isu ini menjadi topik yang mendapat banyak perhatian. Alih-alih meningkatkan kapasitas perekonomian, salah jalan, ada saja oknum yang dengan sadar atau tanpa itu, sudah mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang merupakan komitmen global dan nasional, seperti yang telah dibahas dan disepakati dalam Sidang Umum PBB 2015. Komitmen ini adalah upaya untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, kehidupan sosial, kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Di dalamnya, dipetakan ada 17 tujuan penting TPB tersebut, diantaranya (1) Tanpa Kemiskinan, (2) Tanpa Kelaparan, (3) Kehidupan Sehat & Sejahtera, (4) Pendidikan Berkualitas, (5) Kesetaraan Gender, (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak, (7) Energi Bersih & Terjangkau, (8) Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi, (9) Industri, Inovasi & Infrastruktur, (10) Berkurangnya Kesenjangan, (11) Kota & Pemukiman yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, (15) Ekosistem Daratan, (16) Perdamaian, Keadilan & Kelembagaan yang Tangguh, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ya, saya tertarik membahas beberapa hal dalam 17 tujuan TPB tersebut. Namun, fokus saya ada pada dua rangkuman yang saya simpulkan, yakni perihal pekerjaan yang layak dan kualitas lingkungan.

Potensi Pekerjaan pada Sektor Energi Terbarukan

Coaction Indonesia bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB), membuka ruang diskusi melalui Webinar yang berjudul Memahami Green Jobs dan Peluangnya di Indonesia, Selasa 9 Februari 2021. 

ILO (International Labor Organization) menjelaskan, Green Jobs adalah pekerjaan layak yang berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan, baik di sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi, atau di sektor hijau baru yang muncul seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.

Pada webinar yang diselenggarakan tersebut, menjelaskan hal lainnya tentang suatu kesimpulan, yakni “Green Jobs Potential in Renewable Energy”.

Ya, Coaction Indonesia juga merangkum pembahasan tersebut dengan penjelasan dari survey yang dikeluarkan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA), 2020.

Membahas mengenai pergerakan Grafik kontribusi pekerjaan pada masing-masing sektor Energi Terbarukan, diantaranya Hydropower, Solar Photovoltaics, Bioenergy, Wind Energy, Solar Heating/ Cooling, & other.

Dengan penjelasan terangkum, sebagai berikut:

  1. Sektor energi terbarukan mempekerjakan setidaknya 11,5 jutaan orang, secara langsung dan tidak langsung pada 2019;

  2. Secara keseluruhan, hampir 3,1 juta pekerjaan PV Surya (83% dari total global) berada di Asia, diikuti oleh Amerika Utara 6,5%, Eropa 4,4% dan Afrika 3,7%;

  3. Penggunaan Biodiesel di Indonesia adalah yang kedua terbesar di dunia dengan 494.400 orang;

  4. 44% Pekerjaan pada sektor Tenaga Angin dihasilkan di Tiongkok dengan sekitar 518.000 pekerjaan.

Bahkan dalam survey yang dilakukan Coaction Indonesia sendiri, sektor energi terbarukan ini sangat berpotensi menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Artinya, realisasi Green Jobs di Indonesia memiliki peluang yang besar.

Saya menyimpulkan, dalam pelaksanaan aktivitasnya, kita sebagai masyarakat Indonesia berpeluang untuk berkontribusi pada sektor-sektor tersebut. Dalam hal ini, baik pada konteks wirausaha ataupun berkontribusi pada perusahaan yang sudah bergerak di bidang Energi Terbarukan.

Jadi sebagai wirausaha apalagi masih muda, kita juga bisa mempelopori atau berkontribusi secara langsung dalam bidang bisnisnya ataupun melakukan hal-hal kecil yang terkait kearah green jobs ini.

Greenpreneurship: Green Jobs untuk Kewirausahaan

Pembahasan selanjutnya perihal Green Jobs, mewakili pembahasan fokus saya pada pekerjaan yang layak dan kualitas lingkungan. 

Pekerjaan yang layak disini, bisa saja kita memilih menjadi seorang wirausaha, sekalipun memilih menjadi bagian dari perusahaan, Green Jobs harus mendapat perhatian di dalamnya.

Pemikiran saya tentang Greenpreneurship, yang mana istilah “Greenpreneur” sendiri sudah tak asing lagi, bahkan dijadikan sebuah event kompetisi dibeberapa wilayah. Namun, penamaan yang saya modifikasi menjadi Greenpreneurship ini, berfokus pada kebiasaan untuk terciptanya budaya kerja yang ramah lingkungan bagi wirausaha.

Hal-hal kecil yang berhubungan dengan kepedulian kualitas lingkungan, bertahap menjadi sebuah kebiasaan dalam bekerja atau berwirausaha bagi setiap individu dan organisasi.

Beberapa jenis bisnis dalam kewirausahaan yang berkaitan dengan kontribusi lingkungan bisa kita uraikan sebagai berikut:

  1. Kuliner, dengan Bahan Baku Organik dan Kemasan Ramah Lingkungan;

  2. Agrobisnis, seperti Perkebunan Organik, Pupuk Organik, Distribusi Hasil Tani ala Start up dan sejenisnya;

  3. Industri Kreatif yang meliputi, Karya Seni, Furniture Daur Ulang, dan sejenisnya;

  4. Rumah Kemasan Ramah Lingkungan, sebagai fasilitasi pelaku usaha yang menggunakan kemasan ramah linkungan;

  5. Digital Creative Content, yang mendukung penyebaran informasi lingkungan dan atau sejenisnya;

  6. Travel Agensi yang mendukung edukasi pemahaman lingkungan atau sejenisnya.

Pilihan daftar bidang wirausaha di atas hanya sebagian yang mungkin bisa digali lebih dalam terkait kontribusi terhadap lingkungan atau Greenpreneurship. 

Namun, hal lainnya yang bisa kita lakukan dalam menjadi seorang wirausaha ataupun karyawan dalam perusahaan, bisa juga dengan menerapkan Budaya Kerja yang ramah lingkungan.

Budaya Kerja Ramah Lingkungan

Dalam teorinya, Mangkunegara (2005) menuliskan, budaya kerja adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal.

Kita yang memilih menjadi seorang wirausaha tentu memerlukan juga adanya budaya kerja. Apalagi dalam mendukung langkah besar untuk mencapai tujuan bersama yang salah satunya adalah berkontribusi terhadap TPB dan Pekerjaan Ramah Lingkungan (Green Jobs).

Kaitannya, setiap individu atau kelompok yang menjalankan aktivitas ekonomi tentu perlu memperhatikan dampak lingkungan. Dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan hingga kontribusi besar yang menjadi tujuan inti dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hal-hal kecil inilah yang kemudian bisa dikemas menjadi sebuah Budaya Kerja bagi seorang wirausaha ataupun perusahaan. Dalam hal ini, menerapkan keterkaitan budaya kerja yang ramah lingkungan.

Melalui nilai-nilai dan norma yang dibangun, dapat menjadi kebiasaan yang menuju pada kontribusi ramah lingkungan. Seperti halnya, penggunaan sumber daya listrik secara efisien dan efektif, mengurangi polusi di setiap aktivitas, menggunakan pemberdayaan energi terbarukan, menerapkan perlengkapan daur ulang, serta hal kecil lainnya yang menjaga kelestarian lingkungan kerja.

Tugas besarnya adalah apakah hari ini kita sudah bersahabat dengan lingkungan alam sekitar? Apakah pekerjaan yang kita lakukan sudah berkontribusi untuk kebaikan alam? Ya, ini tugas kita bersama. 

Indonesia memiliki potensi dan bahkan sudah berjalan menuju ke sana. Dimulai dari kita semua yang mampu menjawab dengan tegas pertanyaan-pertanyaan tersebut, bahwa kita bisa bersahabat dengan lingkungan alam demi keberlangsungan dan kesejahteraan ekologi dan ekonomi.

Apa sih Youtube Premium, ada uji coba gratis?

Masa kini Media Sosial dan aplikasi penunjang hiburan maupun sumber informasi penting sangat mudah diakses. Misal saja Youtube, situs yang menayangkan banyak video dengan berbagai topik yang dibuat oleh para kreator kreatifnya. Tak heran jika dari sisi kreator pun youtube menjadi media mencari penghasilan.

Produk google yang satu ini terbilang favorit, hampir seluruh masyarakat Indonesia mengakses Youtube setiap hari. Mungkin anda salah satunya.

Banyaknya minat kreator pun seiring dengan banyaknya video yang dapat diakses pada youtube, baik dari situsnya maupun aplikasinya. Sistem monetize yang bisa menguntungkan para kreator maupun pihak ads dari youtube saling keterkaitan. Dalam hal ini adanya layanan tayangan video yang disisipkan iklan oleh kreator dari pihak ads youtube.

Screenshoot by my phone


Sebagai pengguna Youtube yang hampir mengakses videonya setiap hari, tentu tak teralihkan dari tayangan iklan dari video yang sedang diputar. Nah kali ini, youtube pun bermanuver untuk memberikan pelayanan khusus kepada para penggunanya agar bisa menikmati youtube dengan berbagai keunggulan. Dari situlah Youtube Premium hadir, lalu apa sih youtube premium itu?.

Youtube Premiun Layanan Berbayar

Berbeda dengan Youtube biasa yang kita gunakan sehari-hari. Kita bisa dengan mudah dan gratis untuk menikmati layanan dari Youtube. Hanya saja Youtube biasa memiliki beberapa keterbatasan yang seringkali kita temui,walaupun dari sisi lain kita masih nyaman menggunakannya.

Youtube premium ini merupakan layanan berbayar yang disediakan oleh Google. Agar para penggunanya bisa mengakses youtube secara lebih premium, sesuai namanya. Dengan beberapa kelebihan dan pelayanan khusus. Youtube premium inipun dikenalkan bersamaan dengan Youtube musik yang tujuannya sama sama memberikan pelayanan khusus pada penggunanya.

Youtube Premium bebas Iklan

Salah satu pelayanan khusus yang diberikan dan paling diunggulkan adalah Youtube Premium bebas iklan. Seringkali kita merasa terganggu dan 'greget' ketika tayangan video yang sedang ditonton dipenuhi oleh iklan sedari awal, pertengahan bahkan hingga akhir.

Nah, dengan layanan berbayar ini kita bisa menikmati tayangan video youtube dengan bebas adanya iklan.

Bisa Putar di Latar Belakang

Oh iya, kamu sadar tidak? Bahwa youtube yang sering kita gunakan ini memang tidak bisa diputar dilatar belakang android kita. Tidak seperti aplikasi music play lainnya yang bisa diputar bersamaan dengan multitask aplikasi yang kita gunakan.

Nah, dengan Youtube Premium ini kita bisa merasakan layanan Youtube yang bisa diputar di belakang latar. Khususnya saja Youtube Play Music, tentu kamu penasarankan? Apalagi konten Youtube sangat lengkap seperti yang kita tahu.

Download, Save & Play Offline

Iyah, bayangkan saja kita sedang menonton konten tapi tiba-tiba kuota habis dan lagi seru serunya eh berenti nonton.

Nah youtube memang sudah menyediakan fitur ini. Di youtube biasa pun sebenarnya sudah ada, tapi di youtube premium ini fitur download bisa kita gunakan dengan optimal.

Harga Youtube Premium, ada uji coba gratis loh

Pada awal waktu saat ini Youtube memang memberikan uji coba gratis pada youtube premium ini. Harganya dimulai dari seharga Rp. 59.000 perbulan. Dengan uji coba gratis 3 bulan pertama, selanjutnya kamu bisa mendapat tagihan namun kamupun tidak akan terbebani jika tidak ingin melanjutkan berlangganan. Kapanpun kamu ingin membatalkannya kamu bisa melakukannya kapanpun. Tersedia juga paket khusus family dengan mengundan akun dan mengajak bergabung untuk menikmati Youtube oremiun ini.

Udah langsung akses aja disini https://m.youtube.com/premium

Statistik Blog