Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

3 Hal ini yang bisa membentuk Karakter mu

Setiap orang itu memiliki karakter nya masing-masing, tak jarang karakter ini justru yang bisa mengantarkan seseorang menuju keberhasilannya di masa depan. Pada dasarnya kebiasaan seseorang yang dilakukan secara terus menerus dengan adanya pemahaman dan kesadaran ketika melakukan, maka itu dapat membentuk karakter seseorang.

Oke brother and sister, kabar baiklah ya?, saya tuh bingung mau pake bahasa baku atau pake bahasa santai. Mengalir ajalah yakan.... 

Pendidikan Karakter


3 Hal yang membentuk karakter seseorang yang mungkin merupakan bagian dari beberapa hal yang mempengaruhi pembentukkan karakter. Secara KBBI pengertian karakter sendiri adalah

karakter n 1 tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak; 2 Komphuruf, angka, ruang, simbol khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik berkarakter vmempunyai tabiat; mempunyai kepribadian; berwatak: anak itu ~ aneh.

Hidden Stakeholder nya saudagar langit

"Salah besar! Jika anda memandang manusia manusia langit adalah orang yang kere dan tidak punya jiwa bisnis. Terus apa rahasia kesuksesan para saudagar langit itu? Dibalik kejayaan bisnis mereka, mereka teramat yakin terhadap adanya hidden stakeholder". ~Book of I am a muslim enterpreneur

Jadi ceritanya waktu gue menuju bekasi kemarin, gue sempet merenung dan sesekali mikirin (flashback) bisnis yg pernah gue bangun disepanjang perjalanan waktu itu. Gue tiba-tiba mikirin itu, setelah gue liat beberapa orang yg menawarkan barang dagangannya dipinggir jalan, ada yang mikul keliling, ada yang nawarin jasa kayak cat duko sambil lambaikan tangan ke jalanan tempat mobil lalu lalang. Gue sempet bertanya, kenapa mereka terlihat susah menawarkan barang atau jasanya?, susah dalam artian mereka seakan gak coba mencari pemasaran yg lebih efektif dan efisien. Apa iyah mereka cuman yakin dan nekad buat jualan sama ngandelin suara dan kekuatan fisiknya buat mikul keliling. Usia mereka gak muda lagi loh, tapi maaf-maaf nih mungkin karena pendidikan yang terbatas membuat mereka kurang mengerti akan teori promosi atau pemasaran yg lebih efektif.


FOTO BY https://sesejukrembulan.blogspot.co.id/2016/05/pantang-menyerah-kakek-103-tahun-ini.html

Tapi saya sadar, dengan pekerjaan mereka seperti itu saja mereka bisa menghidupi istri dan anaknya. Malah justru saya malu, sempat memakan bangku kuliah merasa kenyang akan teori dan praktik bisnispun nyatanya saya belum ada apa-apanya dibanding mereka. Ternyata memang sulit dan perlu pengalaman serta branding yang membangun agar produk dapat diterima dan dikenal, itu butuh waktu yang tidak sebentar.

"Saudagar langit ini adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Menurut kisah mereka amatlah kaya dan handal dalam berbisnis, mereka ahli dalam keuangan serta perhitungan untung rugi yang pintar dalam bisnis. Bayangkan saja, diusia 25 tahun beliau menikah dengan Khadijah dengan mahar 100 ekor unta. Pada salah satu riwayat, mencertiakan ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab (10 tahun bertugas), ia sampai kesulitan menemukan seseorang yang miskin pun yang layak diberi zakat. Adalagi Abdurahman bin Auf kekayaannya melebihi 2.560.000 dinar atau mendekati 4 triliun belum aset properti dan lainnya.". MasyaAllah... (Book of I am Muslim Enterpreneur). 

Kembali pada kisah usaha kita, sempat kita mempejalari tentang relasi bisnis serta SDM yang ada didalamnya. Berapa kali kita berusaha menjajakan produk kita ke distributor, toko, konsumen langsung, atau tester para investor dan masyarakat umum ketika pameran. Bukankah itu menjadi salah satu metode promosi kita? Berapa kali kita mengeluh karena kekurangan modal? kendornya mesin produksi? bandelnya para karyawan? Apa pantas kita uring-uringan mendustakan syukur yang Allah berikan? atau karena kita gak sadar dan lupa menjalankan kewajiban kita terhadap Hidden Stakehoder? atau kita lupa, semua yang kita lakukan dalam berwirausaha ini ada 'campur tangan Tuhan'?

"Seperti yang kita tahu, dalam bisnis pada umumnya ada yang namanya Stakeholder primer (konsumen, suplier, pekerja dan investor) adapula stakeholder sekunder ( pemerintah, media masa, dan masyarakat umum). Lantas siapakah hidden stakeholder? Tidak lain adalah sang pencipta, dan inilah kunci utama keberhasilan manusia-manusia langit".

"Setiap orang memang sudah dijatah rezekinya dari yang maha kuasa, rezeki ada 'ditangan Tuhan'. Tapi kalau kita tidak berusaha untuk menjemput ya bakal 'ditangan Tuhan terus' ".

Sambil mengulas buku yang sudah saya baca beberapa lembar ini, mengingatkan saya kembali ketika saya melihat para pedagang dipinggir jalan kemarin. Saya sendiri pun menegur diri saya, bahwa semua ini perlu yakin terhadap adanya hidden stakeholder dan kita perlu menyadari itu. Saya sadar kala saya mengalami rugi saya uring uringan, alibi tak memakai teori atau lagi lagi menyalahkan distributor. Ketika saya untung saya malah terlena dan seenaknya saja menambah investasi bahkan sekedar selebrasi dengan hal yg kurang tepat. 

Saya lupa bahwa didalam rezeki saya ada rezeki orang lain. Mindset saya sangtlah lemah, saya tidak berfikir bahwa dengan banyaknya uang dan menjadi kaya saya akan bisa lebih banyak berbagi. Saya bisa menunjang ibadah lainnya dan melaksanakan rukun islam yang kelima. Bagaimana saya bisa pergi haji sedang sholat saja saya tidak mampu melangkah ke mesjid, bagaimana saya mau zakat mal sedang sodakoh saja paling hanya 1% dari 100.000. Itulah kenapa alasan saya sulit maju dalam berwirausaha, mindset yang lemah dan belum menyadari akan adanya hidden stakeholder belum lagi ilmu yang dangkal dan pengalaman yang sebentar.
Jauh sekali dengan para saudagar langit, yang paham akan agama dan berilmu. Mereka handal dalam berdagang, mereka menjadi wirausaha yang sukses dan mapan. Seperti yang pernah beliau bilang, 9 dari 10 pintu rezeki datang dari hasil berdagang.

Saya merasa masih belum ada apa-apanya dengan tukang dagang keliling, yang sempat berhenti sejenak dimesjid untuk sholat. sempat tilawah disela-sela berjualan. Sedangkan saya, tak ada pembeli dagangan sepi uring-uringan, boro-boro berdoa dan memanfaatkan waktu untuk tilawah sholawatpun saya lupa. Dikasih dagangan ramai pembeli malah keteteran, gak sadar itu adalah kesempatan dan malah pelit buat nambah orang dibagian produksi. Itulah kenapa saya pribadi perlu yakin dengan adanya hidden stakeholder yang berperan sangat penting dalam usaha manusia tentulah karena ketaqwaan kita yang seharusnya.

"Bekerjalah didunia seakan kamu hidup didunia 1000 tahun lamanya dan beribadahlah sebagai bekal akhirat seakan kamu akan mati besok."
Kesimpulannya semoga kita selalu mengingat dan melaksanakan kewajiban kita kepada hidden stakeholder baik kita sedang menjadi wirausaha ataupun pekerja sipil dan swasta. Sebagi contoh pada cerita ini adalah kita berusaha saling mengingatkan akan nikmat yang selalu dilimpahkan, syukuri apa yang kita jalani. Tentu dengan pola pikir bahwa kita harus terus bisa berbagi lebih kepada sesama, saling menyayangi. Jujur dan pintar dalam berwirausaha, ada hak hati yang perlu kita yakinkan terhadap Illahi. Wallahualam, semoga kita selalu diberi petunjuk yang lurus oleh-Nya. aaamiiin.

Kebenaran hanya milik yang maha kuasa, apalah daku hanya penulis catatan yang bahkan jadi debu untuk tayamum pun tak pantas. Apalagi menjadi mata air. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika terdapat kesalahan dalam menulis dan beberapa kalimat yang kurang enak dihati, jangan sungkan untuk berkomentar dan memberi masukkan kepada penulis.

Terima kasih.

Pikirkan Matang-matang

Pekan lalu saya diberi kesempatan untuk mengikuti sharing seasson bareng Ust Sigit Kamseno. QadarAllah pembahasan kala itu memang pas untuk masa-masa sekarang terutama dikalangan pemuda pemudi yang berangan untuk nikah muda, karena memang kala itu peserta dihadiri banyak oleh kalangan muda.
.
Akhirnya saya berfikir dan mengevaluasi semuanya dari hasil pembahasan tersebut. Evaluasi disini bukan mengevaluasi teknis pelaksanaan acara tersebut, namun pada diri saya pribadi terutama terkait pernikahan. Qadarallah juga pada saat bersamaan guru saya memberikan beberapa buku referensi untuk lebih memahmi tentang tujuan pernikahan. Ternyata pada kondisi sekarang tidak sedikit pernikahan muda menjadi tujuan saat ini bagi kebanyakan kalangan. Sangat baik daripada menunda apalagi sudah mampu dalam hal batinah maupun lahiriah. 

Salah satu riwayat mengisahkan bahwa Nabi Muhammad Saw pun menikah diusia muda (25 tahun). Kamu tau berapa mahar beliau yang diberikan kepada istrinya? Ada riwayat yang mengatakan beliau memberi mahar 100 ekor unta adapula yang meriwayatkan memberi 20 ekor unta. Coba saja kamu konversikan berapa rupiah unta dikala itu dikalikan jumlah tersebut. Tentu bukanlah jumlah yanh sedikit. Apakah kamu sudah siap  memberi mahar sebesar itu, di Indonesia tidak sedikit bahkan yang hanya memberi seprangkat alat sholat itupun dimodali mertua atau orang tua. Wallahualam...


.
Pikirkan matang-matang, pernikahan bukan permainan. Anggap saja kamu hidup bersama orang tuamu selama 25 tahun (sebelum menikah), berapalama nanti kamu akan menikah dan hidup membangun keluarga baru? Bahkan pada usia pernikahan selama 20 tahun (usiamu sekitar 45 tahun nanti) tidak sedikit perceraian dan kerisuhan rumah tangga hanya karena hal kecil atau masalah yang sulit dipecahkan bersama. Sebagai laki-laki kita mesti kuat, siap, dalam memimpin bahterah rumah tangga. Bukan menjadi laki-laki lemah yang mudah mengucap cerai, karena pada dasarnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Jangan meluruskan secara paksa karena dia akan patah maka perlahanlah.
.
Segerakan kebaikan memang dianjurkan, tapi bukan berarti kamu mendzolimi calon istrimu dengan mahar hanya beberapa rupiah, hanya bermodalkan paham ilmu yang buta, bahkan belum siap secara mental akan rajukkan sang wanita.
.
Begitupun wanita, turunkan suaramu jangan melebihi suara sang suamimu. Hargai pemimpinmu, pelajari kewajibanmu. Kalian itu ibarat pakaian yang saling melengkapi, istri adalah pakaian suami dan sebaliknya.
.
Dalam pernikahan kejarlah keberkahan, mulailah dengan awal dan proses yang benar serta diridhai. Sakinah Mwadah Warohmah memang prinsip, tapi yang lebih utama adalah keberkahan (dengan keberkahan insyaAllah sakinah mawadah warohmah mengikuti).
.
Pahami betul-betul, pikirkan matang-matang...
.
Pernikahan muda segerakanlah, siapkan dengan mental dan fisik yang matang.
.
Mari kita pelajari bersama, pengingat pun untuk penulis. InsyaAllah keberkahan bisa kita raih. Wallahualam.
.
Kebenaran hanya milik Allah Swt, saya bukanlah mata air bahkan debu pun tak pantas untuk saya. Saya hanya manusia biasa, mari kita tumbuh dan belajar bersama.
.
Terima kasih
.

Statistik Blog