Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan

My Morning is My Journey

Bangun! Bangun… Bangunlah sodarakku, terlalu berharga jika pagi harus terlewati begitu saja. Pagi terlalu berarti jika harus dilewati dengan tertidur, Bangunlah segera dapatkan kebaikan diawal waktu untuk hari ini.

Tidak terkecuali hari ahad, sebagian besar dari kita mungkin masih merasakan kemalasan ketika harus bangun dipagi hari. Di hari-hari biasa saja, untuk memulai rutinitas bekerja, sekolah, kuliah, atau melakukan aktivitas lainnya kita masih saja diselimuti rasa malas untuk memulai pagi. Tentu hal ini sangatlah merugi, terlalu berharga jika pagi dilewati begitu saja. Banyak hal yang bisa kita dapatkan, kita bagikan dengan memulai hari menjadi lebih indah. Kamu tahu? Berapa kebaikan yang bisa kita mulai saat kita membuka mata? Sadar atau tidak, pagi yang baik dan indah dapat menentukkan kebaikan dan keindahan pada hari tersebut. Karena pagi adalah permulaan kita mengawali hari melewati jam jam berikutnya.



Dalam islam kami bisa mendapatkan kebaikan bahkan lebih baik dari bumi dan seisinya. Mau tahu apakah itu? Sholat sunnah sebelum shubuh! . “ Dua rakaat fajar (Shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” ~ HR. Muslim.
Lalu apa jelasnya yang harus kita mulai dipagi hari agar hari kita menjadi lebih indah dan mendapat kebaikan?

1.       Saat membuka mata mulailah dengan penuh rasa syukur
Berapa banyak orang diluar sana yang tidak dapat merasakan tidur pulas? Tidak merasakan kehangatan dimalam hari? Tidak merasakan ketenangan karena peperangan meneror pagi?

Bagaimana dengan pagimu? Yang masih merasakan lega saat bernafas, yang masih merasakan bugar setelah tidur pulas? Masih merasakan ketenangan tanpa terror tembakkan seperti negeri yang sedang berperang disana? Pantaskah kita mengerutkan dahi dan mengeluh saat membuka mata? Apalagi yang bisa kamu dustakan dari nikmat yang telah diberi oleh-Nya? Syukuri!

Bahkan dalam doa bangun tidur, kita diajurkan membaca doa yang diawali dengan ucapan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), yang artinya kita patut dan seharunya mensyukuri semua ini.

2.       Buatlah proyeksi wajah senyuman dengan perasaan yang senang
Salah satu wujud syukur yang paling mudah adalah dengan ketelusan kita tersenyum, bayangkan saja betapa indahnya permulaan hari dipagi hari yang kita awal dengan senyuman. Tidak akan sulit untuk menggerakan mulut kita menjadi tersenyum. Hanya butuh waktu bahkan 1 detik kita sudah dapat tersenyum, bukankah itu permulaan yang baik.

 3.       Lakukan kegiatan pagi hari dengan menggembirakan diri
Lanjutkan untuk menjemput kebaikkan dunia dan seisinya, lakukan ibadah dipagi hari sebagai kewajiban kita yang dapat menolong diri kita sendiri. Lakukan dengan gembira, walau mata terkadang masih ingin melawan. Bangunkan saja dengan sadar dan buat menjadi rasa gembira. Sungguh nikmat yang luar biasa ketika kita diberi kemudahan dalam menjalankan kewajiban. Bergembiralah wahai sodaraku.

4.       Berikan aura positif kepada orang sekitar
Tebarkan senyuman dan sapaan ringan ketika pertama bertemu dengan orang sekita kita, baik didalam rumah ataupun perjalanan menuju tempat ibadah dengan Jemaah lainnya. Berikan aura positif yang dapat saling memberikan efek positif kepada kita. Mendapat kebaikan sekaligus kita dapat memberikan kebahgiaan. Tentu ini adalah permulaan yang baik. Tengok istri/suamimu ketika bangun, tengok anak anakmu, sapalah mereka berikan aura positifnya.

5.       Nikmati apa yang akan kamu lakukan untuk hari ini
Enjoy the journey… Nikmati apa yang kamu lakukan, nikmati petualangannya. Permulaan pagi sudah baik dengan hal-hal yang sudah kamu lakukan, lalu tidak ada alasan jika yang kamu lakukan tidak kamu nikmati. Tidak ada yang sulit, karena itu bagian dari perjalanan kamu. Dari mulai antri mandi, cari sarapan atau sekedar setrika seragam yang akan kamu pakai dihari itu. Nikmati saja karena itu bagian dari pagi mu, bagian dari hari mu yang akan menjadi istimewa.

Lakukan saat kamu mulai membuka mati, permulaan yang baik akan berdampak pada kebaikan selanjutnya. Jadi tunggu apalagi…. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi harimu.

Sekian.

Hidden Stakeholder nya saudagar langit

"Salah besar! Jika anda memandang manusia manusia langit adalah orang yang kere dan tidak punya jiwa bisnis. Terus apa rahasia kesuksesan para saudagar langit itu? Dibalik kejayaan bisnis mereka, mereka teramat yakin terhadap adanya hidden stakeholder". ~Book of I am a muslim enterpreneur

Jadi ceritanya waktu gue menuju bekasi kemarin, gue sempet merenung dan sesekali mikirin (flashback) bisnis yg pernah gue bangun disepanjang perjalanan waktu itu. Gue tiba-tiba mikirin itu, setelah gue liat beberapa orang yg menawarkan barang dagangannya dipinggir jalan, ada yang mikul keliling, ada yang nawarin jasa kayak cat duko sambil lambaikan tangan ke jalanan tempat mobil lalu lalang. Gue sempet bertanya, kenapa mereka terlihat susah menawarkan barang atau jasanya?, susah dalam artian mereka seakan gak coba mencari pemasaran yg lebih efektif dan efisien. Apa iyah mereka cuman yakin dan nekad buat jualan sama ngandelin suara dan kekuatan fisiknya buat mikul keliling. Usia mereka gak muda lagi loh, tapi maaf-maaf nih mungkin karena pendidikan yang terbatas membuat mereka kurang mengerti akan teori promosi atau pemasaran yg lebih efektif.


FOTO BY https://sesejukrembulan.blogspot.co.id/2016/05/pantang-menyerah-kakek-103-tahun-ini.html

Tapi saya sadar, dengan pekerjaan mereka seperti itu saja mereka bisa menghidupi istri dan anaknya. Malah justru saya malu, sempat memakan bangku kuliah merasa kenyang akan teori dan praktik bisnispun nyatanya saya belum ada apa-apanya dibanding mereka. Ternyata memang sulit dan perlu pengalaman serta branding yang membangun agar produk dapat diterima dan dikenal, itu butuh waktu yang tidak sebentar.

"Saudagar langit ini adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Menurut kisah mereka amatlah kaya dan handal dalam berbisnis, mereka ahli dalam keuangan serta perhitungan untung rugi yang pintar dalam bisnis. Bayangkan saja, diusia 25 tahun beliau menikah dengan Khadijah dengan mahar 100 ekor unta. Pada salah satu riwayat, mencertiakan ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab (10 tahun bertugas), ia sampai kesulitan menemukan seseorang yang miskin pun yang layak diberi zakat. Adalagi Abdurahman bin Auf kekayaannya melebihi 2.560.000 dinar atau mendekati 4 triliun belum aset properti dan lainnya.". MasyaAllah... (Book of I am Muslim Enterpreneur). 

Kembali pada kisah usaha kita, sempat kita mempejalari tentang relasi bisnis serta SDM yang ada didalamnya. Berapa kali kita berusaha menjajakan produk kita ke distributor, toko, konsumen langsung, atau tester para investor dan masyarakat umum ketika pameran. Bukankah itu menjadi salah satu metode promosi kita? Berapa kali kita mengeluh karena kekurangan modal? kendornya mesin produksi? bandelnya para karyawan? Apa pantas kita uring-uringan mendustakan syukur yang Allah berikan? atau karena kita gak sadar dan lupa menjalankan kewajiban kita terhadap Hidden Stakehoder? atau kita lupa, semua yang kita lakukan dalam berwirausaha ini ada 'campur tangan Tuhan'?

"Seperti yang kita tahu, dalam bisnis pada umumnya ada yang namanya Stakeholder primer (konsumen, suplier, pekerja dan investor) adapula stakeholder sekunder ( pemerintah, media masa, dan masyarakat umum). Lantas siapakah hidden stakeholder? Tidak lain adalah sang pencipta, dan inilah kunci utama keberhasilan manusia-manusia langit".

"Setiap orang memang sudah dijatah rezekinya dari yang maha kuasa, rezeki ada 'ditangan Tuhan'. Tapi kalau kita tidak berusaha untuk menjemput ya bakal 'ditangan Tuhan terus' ".

Sambil mengulas buku yang sudah saya baca beberapa lembar ini, mengingatkan saya kembali ketika saya melihat para pedagang dipinggir jalan kemarin. Saya sendiri pun menegur diri saya, bahwa semua ini perlu yakin terhadap adanya hidden stakeholder dan kita perlu menyadari itu. Saya sadar kala saya mengalami rugi saya uring uringan, alibi tak memakai teori atau lagi lagi menyalahkan distributor. Ketika saya untung saya malah terlena dan seenaknya saja menambah investasi bahkan sekedar selebrasi dengan hal yg kurang tepat. 

Saya lupa bahwa didalam rezeki saya ada rezeki orang lain. Mindset saya sangtlah lemah, saya tidak berfikir bahwa dengan banyaknya uang dan menjadi kaya saya akan bisa lebih banyak berbagi. Saya bisa menunjang ibadah lainnya dan melaksanakan rukun islam yang kelima. Bagaimana saya bisa pergi haji sedang sholat saja saya tidak mampu melangkah ke mesjid, bagaimana saya mau zakat mal sedang sodakoh saja paling hanya 1% dari 100.000. Itulah kenapa alasan saya sulit maju dalam berwirausaha, mindset yang lemah dan belum menyadari akan adanya hidden stakeholder belum lagi ilmu yang dangkal dan pengalaman yang sebentar.
Jauh sekali dengan para saudagar langit, yang paham akan agama dan berilmu. Mereka handal dalam berdagang, mereka menjadi wirausaha yang sukses dan mapan. Seperti yang pernah beliau bilang, 9 dari 10 pintu rezeki datang dari hasil berdagang.

Saya merasa masih belum ada apa-apanya dengan tukang dagang keliling, yang sempat berhenti sejenak dimesjid untuk sholat. sempat tilawah disela-sela berjualan. Sedangkan saya, tak ada pembeli dagangan sepi uring-uringan, boro-boro berdoa dan memanfaatkan waktu untuk tilawah sholawatpun saya lupa. Dikasih dagangan ramai pembeli malah keteteran, gak sadar itu adalah kesempatan dan malah pelit buat nambah orang dibagian produksi. Itulah kenapa saya pribadi perlu yakin dengan adanya hidden stakeholder yang berperan sangat penting dalam usaha manusia tentulah karena ketaqwaan kita yang seharusnya.

"Bekerjalah didunia seakan kamu hidup didunia 1000 tahun lamanya dan beribadahlah sebagai bekal akhirat seakan kamu akan mati besok."
Kesimpulannya semoga kita selalu mengingat dan melaksanakan kewajiban kita kepada hidden stakeholder baik kita sedang menjadi wirausaha ataupun pekerja sipil dan swasta. Sebagi contoh pada cerita ini adalah kita berusaha saling mengingatkan akan nikmat yang selalu dilimpahkan, syukuri apa yang kita jalani. Tentu dengan pola pikir bahwa kita harus terus bisa berbagi lebih kepada sesama, saling menyayangi. Jujur dan pintar dalam berwirausaha, ada hak hati yang perlu kita yakinkan terhadap Illahi. Wallahualam, semoga kita selalu diberi petunjuk yang lurus oleh-Nya. aaamiiin.

Kebenaran hanya milik yang maha kuasa, apalah daku hanya penulis catatan yang bahkan jadi debu untuk tayamum pun tak pantas. Apalagi menjadi mata air. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika terdapat kesalahan dalam menulis dan beberapa kalimat yang kurang enak dihati, jangan sungkan untuk berkomentar dan memberi masukkan kepada penulis.

Terima kasih.

Pikirkan Matang-matang

Pekan lalu saya diberi kesempatan untuk mengikuti sharing seasson bareng Ust Sigit Kamseno. QadarAllah pembahasan kala itu memang pas untuk masa-masa sekarang terutama dikalangan pemuda pemudi yang berangan untuk nikah muda, karena memang kala itu peserta dihadiri banyak oleh kalangan muda.
.
Akhirnya saya berfikir dan mengevaluasi semuanya dari hasil pembahasan tersebut. Evaluasi disini bukan mengevaluasi teknis pelaksanaan acara tersebut, namun pada diri saya pribadi terutama terkait pernikahan. Qadarallah juga pada saat bersamaan guru saya memberikan beberapa buku referensi untuk lebih memahmi tentang tujuan pernikahan. Ternyata pada kondisi sekarang tidak sedikit pernikahan muda menjadi tujuan saat ini bagi kebanyakan kalangan. Sangat baik daripada menunda apalagi sudah mampu dalam hal batinah maupun lahiriah. 

Salah satu riwayat mengisahkan bahwa Nabi Muhammad Saw pun menikah diusia muda (25 tahun). Kamu tau berapa mahar beliau yang diberikan kepada istrinya? Ada riwayat yang mengatakan beliau memberi mahar 100 ekor unta adapula yang meriwayatkan memberi 20 ekor unta. Coba saja kamu konversikan berapa rupiah unta dikala itu dikalikan jumlah tersebut. Tentu bukanlah jumlah yanh sedikit. Apakah kamu sudah siap  memberi mahar sebesar itu, di Indonesia tidak sedikit bahkan yang hanya memberi seprangkat alat sholat itupun dimodali mertua atau orang tua. Wallahualam...


.
Pikirkan matang-matang, pernikahan bukan permainan. Anggap saja kamu hidup bersama orang tuamu selama 25 tahun (sebelum menikah), berapalama nanti kamu akan menikah dan hidup membangun keluarga baru? Bahkan pada usia pernikahan selama 20 tahun (usiamu sekitar 45 tahun nanti) tidak sedikit perceraian dan kerisuhan rumah tangga hanya karena hal kecil atau masalah yang sulit dipecahkan bersama. Sebagai laki-laki kita mesti kuat, siap, dalam memimpin bahterah rumah tangga. Bukan menjadi laki-laki lemah yang mudah mengucap cerai, karena pada dasarnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Jangan meluruskan secara paksa karena dia akan patah maka perlahanlah.
.
Segerakan kebaikan memang dianjurkan, tapi bukan berarti kamu mendzolimi calon istrimu dengan mahar hanya beberapa rupiah, hanya bermodalkan paham ilmu yang buta, bahkan belum siap secara mental akan rajukkan sang wanita.
.
Begitupun wanita, turunkan suaramu jangan melebihi suara sang suamimu. Hargai pemimpinmu, pelajari kewajibanmu. Kalian itu ibarat pakaian yang saling melengkapi, istri adalah pakaian suami dan sebaliknya.
.
Dalam pernikahan kejarlah keberkahan, mulailah dengan awal dan proses yang benar serta diridhai. Sakinah Mwadah Warohmah memang prinsip, tapi yang lebih utama adalah keberkahan (dengan keberkahan insyaAllah sakinah mawadah warohmah mengikuti).
.
Pahami betul-betul, pikirkan matang-matang...
.
Pernikahan muda segerakanlah, siapkan dengan mental dan fisik yang matang.
.
Mari kita pelajari bersama, pengingat pun untuk penulis. InsyaAllah keberkahan bisa kita raih. Wallahualam.
.
Kebenaran hanya milik Allah Swt, saya bukanlah mata air bahkan debu pun tak pantas untuk saya. Saya hanya manusia biasa, mari kita tumbuh dan belajar bersama.
.
Terima kasih
.

Statistik Blog