Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Cerita Pendek : Bapak Pulaaang Part 3

~ Part 3: Seperti Ibuku dalam cerita riddle, Kang Pena ~

by Google Images

Kang pena adalah pelatih tim sepak bola kami dan posisi mainku berhadapan dengan lawan bernomor punggung 5 itu. Kata Ibu, tadi pagi Kang Pena sempat mampir kerumah. Memang sudah seperti keluarga, Kang Pena dan Bapak, mereka berdua terlihat seperti kakak beradik. Sepintas yang kudengar dari jauh ketika berangkat sekokah, kedatangan Kang Pena kerumah seperti tidak membawa kabar baik.

Sudah 1 pekan ini Bapak tak pulang, akupun tak banyak risau jika tak mendengar kabar darinya. Karena memang bukan pertamakalinya juga Bapak pulang tidak tepat waktu.

...........

Sore itu selepas aku menyantap masakan Ibu, terasa cuaca panas tadi mulai merunduk menurunkan amarah teriknya.

Tapi aku masih heran, kenapa aku masih merasa tidak nyaman. Seperti lebih dari sekedar lelah pulang sekolah.

...........

Semakin gelap, langit pesimis untuk tak bisa lagi menampakkan cahaya panasnya itu. Malam inipun aku harus belajar untuk ujian besok, tapi rasanya aku harus mengunjungi Yuda terlebih dahulu.

Sebenarnya kakiku masih terasa agak sakit, tapi aku pastikan aku bisa menuju rumah Yuda yang tak jauh selang 10 rumah dari tempatku.

..........

' 10 Tahun Silam, Kang Pena sempat satu pekerjaan dengan Bapakku, disalah satu kota metropolitan yang berjarak sekitar 200km dari kampung. Kang Pena adalah orang pertama yang melihat sebuah mobil berhenti dalam kondisi tidak baik dan menempel ke pembatas jalan saat itu. Hampir setiap hari Bapak dan Kang Pena memang sering berboncengan menuju dan sepulang dari tempat kerjanya. Tepat Pukul 21.45 WIB, Kang Pena memberhentikan motor dengan CC 125 ini mendekat sekitar 3 meter dari Mobil hitam yang dilihatnya dan menyahut Bapak dengan rasa penasaran.

"Itu kenapa?, sebentar A, kita lihat dulu mungkin ada korban didalam...", sahut Kang Pena kepada Bapak dengan menduga mobil itu baru saja mengalami kecelakaan tunggal.

Terlihat 2 orang perempuan yang berbeda usia.

Tepat menghadap stir mobil, perempuan ini terlihat masih berusia tak jauh seperti Bapak dan Kang Yuda saat itu. Namun yang duduk disebelahnya seperti paruh baya dan terlepas dari sabuk pengaman. Mereka berdua terlihat tak sadarkan diri. Bahkan kedua tangannya seperti hilir aliran darah yang keluar dari entah bagian tubuhnya yang mana. Wajahnya terlihat memar, namun perempuan paruh baya tadi hanya terlihat punggung dan rambutnya yang semuanya hampir berwarna putih, itupun porak terlepas dari jepitan.

Dalam kondisi itu, jalanan pada jam tertentu memang sangat sepi. Apalagi jam pulang kerja Bapak dan Kang Pena yang lembur bisa sampai hampir pukul 11 malam.

Tak ada ada orang lain yang lalu lalang, sesekali banyak pengendara motor melesat cepat terlihat ingin pulang. Itupun terhitung dengan jari dan terlihat lewat didepan kami.

Karena tak tega dan merasa bingung tak karuan, akhirnya Bapak menghubungi polisi dan melaporkan apa yang dilihatnya. Sembari Kang Pena memastikan korban dengan memanggil manggilnya, siapa tahu terbangun. '

.........

Sepanjang jalan menuju rumah Yuda, aku sempat berpapasan dengan lawan bermainku saat pertandingan sepak bola tadi. Aku tidak benar-benar mengenalnya dan mungkin ini pertama kalinya aku melihat dia ada disekitaran dusun tempat tinggalku.

Setiap kaki yang ku langkahkan, seiring dengan rasa tak karuan, rasanya semakin kesal saja aku. Benar-benar heran tak nyaman. Apakah aku dendam dengan no punggung 5 itu?. Tapi sedari tadi mulai keluar rumah rasanya sama saja sudah begini, bahkan sedari tadi pulang sekolah.

Seperti ada yang mengganjal dalam hati namun sulit diketahui apa maksud semuanya ini.

Terdengar adzan isya dari arah sebelah kananku, sekira 2 rumah lagi aku sampai kerumah Yuda.

Sempat menengok ke belakang setelah sayup adzan berhenti, rasanya seperti ada yang mengikuti. Perasaan ini pun sama beriring seperti tadi saat aku menuju rumah sepulang sekolah. Tak sempat membalikan wajah aku melihat sosok nenek tua berjalan bungkuk memotong arah penglihatanku.

.......

"Assalamualaikum.... Yud, Yudaa... Misi Bu, Yudanya ada?", sapa ku ketika sosok Ibu yang terlihat lebih senior dari Ibuku keluar rumah. Aku pun menanyakan Yuda, dengan tujuan meminjam buku belajar soal latihan.

To be Continue

Cerita Pendek : Bapak Pulaaaang....

Baca Buku - Media Indonesia


~ Part 1: Makanan dan Terlelap ~

"Slreeeekkkk.... (suara resleting tas dibuka),, ini apaan pak?"

Sambil mengeluarkan bungkusan plastik hitam yang ada didalam tas, aku bertanya pada bapakku.

Malam itu, sekitar pukul 21.15 WIB aku baru saja akan memejamkan mata, berharap tidur pulas karena esok ada ujian di sekolah.



Oh iyah usiaku baru 11 tahun dan duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar Negeri. Dengan wajah lugu dan sedikit mengantuk, dalam hati berharap bapak membawa makanan. Memang hari itu ibu tidak sempat memasak untuk makan malam, aku pun tak tau alasannya kenapa.

Bagiku itu sudah biasa, dan akupun terbiasa dengan pola makan dua kali sehari pagi dan sore.

"Pak, kok isinya baju? Aku kira isinya makanan... Hmmm..", sambil memasang wajah kecewa dan sedikit malas bicara lagi.

"Bapak tak sempat beli makanan Nak, kamu tidur lagi aja gih besok bapak belikan bubur kesukaanmu", sahut bapak yang mencoba merayuku.

Memang malam itu rasanya lapar sekali tidak seperti biasanya, mungkin karena seharian tadi aku bermain bola dan dilanjut belajar untuk ujian besok. Rasanya lelah, entah tidurku nanti nyenyak atau tidak, padahal perutku rasanya semakin lapar.

Akupun menghiraukan bungkusan plastik hitam yang tadi sempat kuintip dan terlihat sedikit jelas kalo itu ternyata berisi baju.

Aku pun memutuskan untuk tidur saja, karena rasanya malam sudah larut sekali untuk anak usiaku.

"Yaudah aku tidur ya Bu, Pak", jelasku meninggalkan mereka untuk menuju tempat tidur.

..........

Entah pukul berapa, aku sempat terbangun karena mendengar suara orang tuaku yang saling berteriak. Aku kira mereka sedang bertengkar karena sesekali diselingin dengan suara bantingan barang ke lantai.



Aku pun merasa takut dan sedikit gelisah, entah sadar atau tidak mataku rasanya masih sangat mengantuk tapi telingaku tak bisa mengabaikan suara mereka.

Tak berselang lama, kakiku rasanya sakit seperti ada yang memukul dan sesekali meneriakan namaku, memanggilku untuk bangun.

Bagaimana bisa seorang anak usiaku yang sedang lelap tertidur, terganggu tengah malam dengan suara orang dewasa bertengkar. Akupun melupakan semua itu dengan wajah sedikit sendu. Aku paksakan untuk tidur....

3 Hal yang harus kamu cari tahu tentang RINDU

Udahan yah musim "RINDU ITU BERAT" nya... gue gak bakal bahas itu ko. Fokus tulisan gue yang ini bakal coba bahas tentang 3 Hal yang harus kamu cari tahu tentang RINDU.

Gue sempet bertanya-tanya, apa itu rindu? tapi gue sendiri nanyanya sambil ngelamun sendirian. Yah alhasil gak ada jawaban yang bisa gue jawab dari pertanyaan gue tadi. Bingungkan... Abis tuh rindu datang gitu aja, gak ada juntrungannya tau-tau rindu aja. Rindu, yang mungkin suata rasa dengan efek harus mendapatkan, menyampaikan, menjumpai, atau melakukan suatu hal kepada objek si rindu itu. Entahlah gue juga gak yakin haha.



Okey, sesuai judul... ini mungkin tugas lo semua buat cari tau tentang rindu.

1. Dari mana 'dia' (rindu) berasal?

Ada yang tau dari mana rindu berasal? Ambisi? Nafsu? Hati? Logika? Atau?
Pernah liat kucing peliharaan yang udah lama banget deket sama pemilik rumah, karena emang tu kucing suka makan dirumah itu ketemu sama orang dirumah itu. Setelah sekian lama tidak berjumpa dengan pemilik rumah, kucing pun jadi tak merasakan suatu kebiasaan yang sbelumnya dengan pemilik rumah. Dan pada suatu ketika, pemilik rumah kembali kerumah untuk menemui si Kucing.

Apa yang kkucing itu lakukan? dia menggesek-gesekkan badannya sambil mengeluarkan suara dari bahasa se kaumnya. Apakah kucing itu termasuk sedang merasakan rindu? Padahal dia Hewan loh, yang notabene tak punya akal dan perasaan. Tapi....? 

Ya okelah, lu harus cari tahu tuh, dari mana 'dia' berasal...?

2. Apa alasan lo rindu?

Kenapa hayoh? apa karena lo udah bertemu doi sebelumnya atau melakukan suatu kebiasaan dengan dia (entah apapun wujudnya). terus tiba-tiba kalian terpisah dan kalian merasakan rindu satu sama lain? Lalu bagaimana dengan Ibu yang sedang mengandung, sedang dia harus terpisahkan karena umur kandungannya yang tidak sempat dilahirkan kedunia karena takdir kematiannya tiba. Setelah beberapa waktu, ternyata sang ibu merasakan rindu, kerinduan akan anaknya yang dibayangkannya akan lahir kedunia tapi tak jadi dan mereka terpisah?

Atau lu yang setelah sekian lama putus dari pacar lu, atau tiba-tiba temen ngobrol lu menghilang sekian lamanya. Lalu muncul perasaaan dalam diri lu yang bisa disebut itu rindu? Kenapa alasannya berbeda-beda tapi semua rasa itu sama, sama-sama disebut rindu.

Sebenarnya apa alasan yang paling mendasarnya?

3. Dan hal apa yang mengatasi kerinduan itu?

Bertemu? Terjadi? Melakukan kebiasaan yang pernah dilakukan? mengulang moment paling menyenang dan dikenangkan? atau lu cuman diem, nunggu dan berdoa akan yang terbaik?

Apa jawabannya?


Nah, segitu dulu deh selingan sarapan artikel dari gue.. semoga itu menjadi renungan buat diri kita sejauh mana batasan yang harusnya kita perbaiki perihal rindu dan dampaknya ini. So... Thanks for read... sekiann...

KEBERAGAMAN KALIAN YANG MENGAJARI



          Jika diperkenankan, izinkan saya memperkenalkan diri ini. Saya yang terlahir sebagai anak pertama dari 6 bersaudara, memiliki nama yang diberi oleh orang tua dengan arti dan doa yang terbaik. RAIS kata pertama yang menjadi nama awal sekaligus menjadi nama panggilan saya, memiliki arti “Pemimpin”. Disusul dengan kata selanjutnya yaitu JAKA PURNAMA, yang jika diartikan kurang lebih adalah sebagai pemuda yang bersinar. Maka dari itu nama saya memiliki doa yang terbaik, semoga saja barokah dan sesuai dalam mewujudkan keberkahan hidup. Nama lengkap saya RAIS JAKA PURNAMA, saat ini berusia 23 tahun dan sempat menempuh pendidikan di Ibu Kota. Jika dari rumah menuju tempat perantauan yang tidak jauh itu, saya menggunakan kereta Purwakarta-Jakarta. Dekat memang tapi tidak selalu saya pulang pergi dari dan menuju kota Purwakarta-Jakarta.

          Di Ibu Kota juga saya memiliki teman baru, suasana baru, ilmu baru, wawasan baru, dan tentunya pengalaman yang bertambah akan adanya hal-hal baru yang beragam. Berbicara soal keberagaman tentu tidak bisa terlepas dari suatu perbedaan dan keunikkan. Sifat dasar manusia memang memiliki keunikan yang berbeda, namun memiliki dasar yang sama. Jika saja saya menjadi kertas, tentu sayapun akan menjadi berbeda dan memiliki keunikkan yang beragam. Kertas yang jika dipertemukan dengan tinta, tentu akan saling menyapa dengan warna-warna yang indah bahkan kusam sekalipun.

          Seperti itu pula saya bisa belajar akan hal-hal baru, karena keberagaman yang mengajari saya agar bisa menyapa. Pembelajaran yang saya dapatkan di Ibu Kota memang dikemas dengan bangku kuliah yang tak mudah jika disamakan dengan proses pada umumnya. Saya dan teman-teman dari berbagai daerah beruntung karena terpilih dan terkumpul menjadi 1 asrama, 1 kampus, dan berteman menjadi 1 angkatan yang selalu memiliki aturan dan kebahagian. Aturan yang terkadang menuai pro dan kontra, belum saja jika ketika rapat kami berpendapat dengan aksen daerah masing-masing. Ada tempo suara yang cepat atau kalimat yang diucap dengan nada tinggi. Memang kami tersaring dari berbagai daerah di Nusantara, terpilih menjadi perwakilan putra daerah. Kami beruntung saya pun senang karena mengenal keberagaman Indonesia tidak terhenti dari pelajaran sejarah atau kesenian sekolah dasar, atau bahkan geografi yang menjelaskan teori letak daerah-daerah yang ada di Nusantara. Saya bangga karena keberagaman kalian yang mengajari saya agar berani berpendapat ketika rapat, berbicara dengan nada yang menyesuaikan satu sama lain. Mengerti akan bahasa Indonesia yang tersisip aksen suku bangsa daerah masing-masing. Keberagaman kalian yang mengajari saya dalam bersosialisasi dengan sesame, bercerita tentang suasana daerah kampong halaman. Bukan hanya membahas aturan saja ketika rapat. Karena bagi kami ketika panas berpendapat dalam suasana rapat, itu hanya untuk memenuhi isi aturan agar mencapai kesepakatan. Berbeda ketika kami diluar rapat baik formal maupun non formal, kami sempatkan untuk bahagia mendinginkan suasana. Bernyanyi mengenalkan lagu daerah kami, bercengkrama mengenalkan dan mencicipi kopi serta produk unggulan yang masih sempat menjadi bekal kami dari rumah.

          Kami sadar, kami satu atap dan bertujuan menempuh pendidikan yang tak lebih dari 3 tahun ini perlu merekatkan hubungan silaturahmi dan pertemanan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap kami adalah keluarga besar, mungkin se Nusantara. Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara perwakilan didalam keluarga kami sudah ada. Selalu kami membeli nasi dan lauk pauk diwarung yang sama, memang tidak selalu kami beli disana tapi kami makan diatap rumah yang sama jika dibungkus. Itulah kami, mahasiswa program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah. Peranan Pemerintah yang diharapkan oleh kami, anak-anak daerah yang hampir putus asa karena kuliah. Bagaimana kami mau menyombongkan harta, kuliahpun kami tak mampu membayar dengan uang sendiri. Saya bersyukur karena keberagaman kalian yang mengajari saya arti mandiri, arti kerjasama, kedamaian pertemanan, solusi perselisihan karena kehabisan uang makan, keberagaman kalian yang mengajari rasa keperdulian dan bertahan dalam menghadapi suka-duka perantauan.

          Hampir 3 tahun kami bersama, kuliah di Jakarta dan bahkan ada beberapa dosen yang menjari kami materi dengan aksen bahasa yang sama dari salah satu teman kami. Dari hal tersebut juga saya mempelajari keberagaman bahasa, agar mudah mengerti dalam pelajaran yang diterangkan. Hampir 3 tahun pula kami pernah berdiskusi hingga perdebatan yang memanas, kami yang sempat memecah kelompok pertemanan berdasarkan daerah (mungkin), saya pribadi merasa masih bisa menyesuaikan jika pertemanan yang berkelompok mini ini. Entah apa penyebabnya yang jelas disalah satu waktu tertentu saya pernah merasakan. Kecurigaan akan pembicaraan yang memihak karena membahas dengan bahasa daerah yang tidak saya mengerti sebelumnya. Tapi itu semua memang adalah fase pembentukkan keluarga bagi kami. Hingga diakhir semester kami sempatkan melakukan pembulatan yang dikemas dengan acara liburan disalah satu pantai laut selatan.

          Memang liburan ini menjadi lliburan terakhir kami ketika menjadi mahasiswa di Ibu Kota, mengumpulkan semua anggota keluarga dalam 1 angkatan. Membahas cita, mimpi dan harapan, kamipun sempat bertukar kado dan saling mempersembahkan doa yang berharap terkabulkan. Teringat potongan puisi yang pernah saya baca :

Kepada Laut
Kepada laut..aku berikan mimpi ini
Kepada laut..aku titipkan hati ini
Kepada laut juga..harapan itu tiada henti
Meski semua harus diakhiri
Kepada laut...
….
Karya Noni Arni                

Doc. Pribadi


Acara yang kami isi juga dengan berfoto, agar selalu dapat mengenang masa-masa bertemu dengan teman-teman dari daerah yang berbeda. Bagaimana saya mampu berdusta, bahwa saya benar adanya senang dengan adanya keberagaman. Karena keberagaman kalian mengajari saya mengenal suku bangsa, mengenal bahasa, mengenal permainan tradisional jaman 90-an diberbeda daerah. Saya bangga memiliki teman dengan karakter yang berbeda, warna kulit yang tak sama, dan semua itu dikemas dalam keberagaman dengan prestasi yang perlu disyukuri. Lulus setelah menempuh pendidikan 3 tahun di Ibu Kota, tidak membuat kami tertinggal oleh jaman dengan adanya kecanggihan teknologi. Tentu hal tersebut bisa kami manfaatkan dengan membuat wadah komunikasi yang terkoodinir, hingga kami menjadi alumnipun kami dapat berkomunikasi dengan baik. Bercengkrama dengan cerita baru yang menarik, sayapun tak canggung lagi menggunakan berbagai bahasa daerah yang tak banyak sudah saya ketahui. Karena keberagaman kalian mengajari saya itu.

          Didalam grup yang menjadi wadah komunikasi kamipun, bukan sekedar digunakan untuk bercengkrama. Kami justru meneruskan pembelajaran dengan saling berbagi informasi terkait tugas yang kami tanda tangani dalam kontrak beasiswa setelah menempuh masa perkuliahan. Dalam fokusnya kami ditugaskan untuk membantu perekonomian masyarakat daerah dalam memanfaatkan peluang usaha dengan sumber daya alam yang tersedia. Sadarkan saja pengetahuan kita, jika tanah air ini masih sulit terhitung dengan jari berapa jumlah masyarakat yang berada digaris kemiskinan. Terlihat pada salah satu contoh data dari Kota Palembang yang memiliki jumlah warga miskin sebesar 378.028 jiwa dan data tersebut valid adanya dari hasil pencatatan BPS setempat. Palembang yang juga menjadi kampung halaman dari salah satu teman kami, mendiskusikan bagaimana cara pendampingan wirausaha agar masyarakat mampu berkembang melalui kegiatan wirausaha. Tentunya kami memiliki praktik tugas yang beragaman juga, karena berbedanya kultur budaya kami didaerah. Tapi justru karena keberagaman tersebut kami bisa saling berbagi informasi. Tidak hanya foto wajah atau wisata yang kami unggah dalam wadah komunikasi tersebut. Pada intinya jika saya pun sempat berkelana dan berkunjung ke daerah teman-teman saya itu, saya tidak lagi terlalu canggung jika harus menawar harga nasi atau makanan dengan menyesuaikan gaya bicara dan bahasa daerah tersebut. Karena keberagaman kalian mengajari saya cara menyapa dengan bahasa daerah yang halus dan sesuai.

Terlalu indah jika kenangan kami harus terlupakan, terlalu indah jika kebahagiaan kami dalam berteman putus karena perkataan dalam media sosial. Saya sendiri tidak sanggup, karena keberagaman merupakan aset yang harus saya miliki sebagai media belajar salah satunya. Jika kami dipertemukan kembali tentu akan banyak cerita baru yang bisa kami bagikan. Salah satunya adalah rencana hidup yang juga berkotribusi dalam meningkatkan kesejahteraan kampong halaman.

Terima kasih semoga bermanfaat bagi kita semua…

Sumber referensi :

3.    Cerita mahasiswa TPL Nusantara

Kagok Nonton


Gimana yah gue mulai nulis artikel ini...

Sebenernya sih kenapa gue kasih judul kagok nonton, karena memang yang gue lakuin kadang serba kagok.

Ini aja nih, blog gue yang gue kasih nama kagok nulis itu awalnya yah karena emang gue kalo nulis itu serba kagok. Gue nulis share dblog, viewer gue gak banyak bahkan yang komentarpun gak ada. Terus gue share artikel di whatsapp, sama aja gak ada yang respon. Ya, gue gak tau sih dibaca apa kagak yang jelas kalo gue udah mulai keseringan share tulisan di grup=grup whatsapp pasti aja kebosanan. Bukan karena gue yang nebak gitu aja, tapi memang suka ada aja yang komentar langsung chat pribadi ke gue.

Nah, artikel kali ini gue mau share dengan gaya baru gue yang berusaha untuk mengkagokkan ngundang pembaca atau penonton buat liat dan pantengin video gue yang ada di artikel diatas itu.

Ceritanya sih simple, itu video cuman baru sekedar pembuka aja yang dikemudian waktu mau gue bikin bagian=bagian selanjutnya.

Nah, jadi biar lu pada kagok buat kenalan sama gue. Lu bisa nonton video diatas yang juga isi nya kurang lebih perkenalan gue tentang dunia blog, vlog, atau apalah namanya.

Dan, gue bilang dalam video itu kalo gue bakal kenalin ke kalian bagaimana dunia konsultan SDM.

Yaudah dah... pantengin aja yahhhhh.....

Gn. Guntur disebut Mahameru Jawa Barat

Gn. Guntur merupakan gunung yang bisa dibilang memiliki ketinggian yang sangat rendah, yaitu sekitar 2.249mdpl. Siapa sangka dengan ketinggan tersebut gunung ini dijuluki sebagai mahamerunya Jawa Barat. Ada yang tidak terima?  hehe.

Tepat hari Natal ,  Jumt. pagi itu saya beserta rekan-rekan seperjuangan (cieelaaaahhhh....) mulai berkumpul disalah satu tempat yang dilewati oleh bis dengan jurusan yang kami tuju. Gn. Guntur berada didaerah Garut tepatnya berada di Ds. Citiis - Taragong. Cukup mudah untuk menempuh perjalanan menuju lokasi. Anda yang dari Jakarta bisa menaiki bis jurusan Garut ataupun transit dari tol Bekasi Timur dan langsung menuju garut. Turun didepan Pom Bensin - Taragong, dari situ biasanya sudah ada mobil bak terbuka atau sejenisnya yang siap mengantar anda menuju basecamp Gn. Guntur.

Well... Begini ceritanya...... (tunggu 10 detik, buat bkin mata lo nyaman liat gambar dibawah. hahahaha ) #Anjar_Nungguin Cerita gue :D
#MAAF GUA GAK ADA DISITU, lagi pegang kameranya... disebelah yang gak keambil gambarnya ada Arif sama Iqbal (mungkin mereka lelah dan badmood buat difoto) #cumabisasenderandipohonliatburung:D

Penampakan diatas adalah seuntai moment yang berjejak di Gn. Guntur yang disebut sebagai Mahameru Jawa Barat. Oh iyah, kenalain... difoto itu ada Mull, Fauzi, Anjar, sama Helmi (gua sebut dari sebelah kiri pembaca yah). Jadi pagi itu kita berangkat dari Kab. Purwakarta, tepatnya kita jadiin PARCOM (you know Parcom???) sebagai meeting point kita. Karena Bis dari Bekasi yang melewati Kabupaten Purwakarta selalu melewati jalur tersebut sebelum masuk ke Terminal Ciganea - Purwakarta. Jadi biar kebagian tempat duduk kita naik dari situ (Berharapppp banggeeeetttt #duduksambilgaruk2kaki) tapi sayang.... karena emang hari itu adalah hari dimana jalanan serasa musim mudik dan kita berdiri sampe akhirnya sampe k Pom Bensin - Taragong - Garut.

#Anjar_xxx

Turun dari situ, gak basa-basi ada bocah yang nyamperin kita langsung ngajakin naik ke mobil bapaknya (atau entahlah siapa mereka bertubuh lebih besar dari anak itu). Baru aja ambil nafas sambil duduk2 pinggir jalan (maklum orang pinggiran), tawar menawar pun akhirnya dimulai. Mobil bak yang disediakan oleh mereka untuk mengantar kita ke basecamp cukup bagus dan yaaaaa... lumayan ramah (mikir 12x). Dari jalan raya menuju basecamp gak sampe setengah jam kita duduk dimobil itu, walaupun jalanan nanjak tapi nih mobil bisa juga sampe keatas.

Singkat cerita sebelum berangkat, kita sempetin dulu buat makan siang dan sholat jumat. Jelasnya kita makan diwarung persisi deket basecamp dan Sholat dimesjid yang deket dari basecamp. Sambil beli es jeruk sama si amang, yang ngasih wejangan sama kita (eiiitttssss, ni gua beli es jeruk bukan sambil sholat yak! ini sebelum sholat).

Jadi konon katanya (menurut kisah yang udah2 juga sih) #sorrygakmaurumpibanyak. Tuh gunung kalo kita camping ditempat yang agak jauh dari pos (pos3 tempat camp_recommended), siap2 aja ditemuin sama maling bertaring. ( Maksudnya, diatas tempat camp sana suka banyak maling sama babi yang -mungkin_ada_taringnya- jelasnya ada babi sih) GUA SKIP CERITA ITU DULU YA. hehe. tetep #gkmaurumpibanyak

Pendakian kita mulai dengan doa yang kita panjatkan kepada Illahi Robi, Allah SWT. Karena kita yakin perlindungan dari-Nya dengan do'a yang kita harapkan akan memberi keselamatan dan kesadaran diri kita akan lingkungan. 


Jejak-jejak sepatu dari kaki kita (yangmurahharganya apalagi_gua_masih_pinjem) mulai menghiasi permukaan kaki Gn. Guntur yang disebut sebagai Mahameru Jawa Barat. Laporan dan data-data yang kita isi (seperti biasanya) mulai dilengkapi dan kita semakin jauh dari pemukiman warga. 

Doc. Pribadi

Sempat kita melewati salah satu penambangan pasir (kayakynya) dan beberapa warga yang ikut menaiki (GR diikutin padahal kagak #Diatas banyak yang dagang bro) Gn.Guntur. Hingga mulai memasuki hutan, langkah kita dijamu oleh pemandangan asri dan paralon gede (hahahaha) # Jadi tuh paralon kayaknya buat sumber mata air warga ke bawah, soalnya panjang tuh. Sambil mengambil beberapa foto selama pendakian, kita sesekali istirahat dan meminum sebotol minuman (EH maksudnya 1 botol air mineral buat barengan). 

Gue

Gak nyangka, lama2 berkurang juga tuh air minum (jelaslah bego). keabisan air waktu kita nanjak di Gn. Cikuray yang cukup kejam menyiksa tenggorkan kita. Jadi kita banget2 gk mau keabisan air (oh malangnya) dipertengahan jalan kita nemuin sambungan paralon yang copot. Karena ngeliat airnya yang jernih dan segar kita manfaatin untuk minum tuh air sambil isi ulang botol yang kosong tadi. #serakah #bukan_sob_kita_biasa_minum_air_gunung hehehe (gunung mana??? assssuuudahlahhh). Beres dari itu kita tetep lanjutin pendakian yang ternyata semakin dalam memasuki hutan, sampe2 matahari gk keliatan lagi diatas kita. Sampe akhirnya kita berenti lagi disebuah warung yang emang pas banget tuh lokasinya -- DEKET AIR MANCUR KECIL SEGER BANGET BUAT CUMUK --

Berharap ganteng abis cuci muka #Gue

Disitu kita istirahat sambil makan bala-bala (you know bala-bala???) kalo gua kira2 tuh perjalanan baru ada setengahnya atau kurang dikit deh... dan itu kurang lebih udah 2 jam kita jalan kaki. Sedikit cerita jadi tuh kita sambil istirahat dan lama banget istirahatnya (karena nunggu waktu ashar yang kurang dari setengah jam lagi) kita disamperin sama cewe asal bangka #palembang?bangka? (gk jelas juga sih detailnya gimana. Intinya tuh cewe gokil juga, hampir sekitar 2 minggu ada di Garut dia udah daki (bukan dakian) ke 3 Gunung sob (Papandayan, Cikuray, sama Guntur) buat refrensi aja tuh cewe kuat juga yah. hahaha. hayooo makaannn apaaaa???

-NEXT-

Jadi, abis istirahat selesai kita lanjutin menuju pos 3 yang ternyata jauh juga. Sempet foto-foto karena tertarik sama track nya Gn. Guntur yang makin gokil (sorry fotonya belum diproduksi banyak). 



Sampe akhirnya kita bisa ngeliat para tenda para pendaki yang jaraknya sekitar berapa ya??? (ya kalo estimasi waktu santai setengah jam lah) itu pos3. dan kita posisinya udah keluar dari hutan. Makanya ni tulisan gua kasih judul Gn. Guntur disebut Mahameru Jawa Barat. Gersang banget sob, tuh pohon kalo lu rajin kayak bisa keitung deh. Singkat cerita lagi... akhirnya kita sampe dipos3 yang ternyata macet juga (maksudnya penuh sampe tenda) hehe. Setelah survey dan culakcileuk neangan tempat, akhirnya kita nemuin lokasi yang cocok.

#Tenda | #Iqbal_NewFriend             


     Special for my girl LILA :* #Buseettt4L4yBeud

---GUA RINGKAS---

Jadi setelah kita pasang tenda, hari menjelang malam dan perut semakin gelap langit semakin lapar... (Astagfirullah,,, kebalik yah... sorry lagi laper juga lembur kerja bro, nyempeti nulis hehe #maksudnyapacurhatsegala??? -_- )

Seperti biasa, karena jam makan malam sudah tersedia dan makanan belum tiba... #kebalik lagi gak sih??? #assuuuudahlah... hahaha jadi kita istirahat, makan, sholat, ngobrol, saling cerca, hina, berdusta, mencaci, memaki,, --- ya ampuuunnn... kejam amat sih kita brooo... hahaha #kidding. Sampe akhirnya kita terlelap.... Yesssss tiduuurrr....

Sekitar jam, 3 pagi kita baru bangun (gue sih bukan kita, itu juga dibangunin si emul) karena semalem rencananya sih brangkat jam segitu.... Eh,, ternyata masih ada yang tepar aja... yaudah kita bangunin sambil nyiapin cemilan buat mereka... #batu kerikil sama air embun...

Singkat cerita lagi... kita semua udah siap buat naik kepuncak dengan estimasi pendakian sekita 2 jam... kita berangkat tepatnya jam setngah 4 dan langit masih gelap. #sorrygakpunyakamerainfrared. Untung aja selama perjalanan para ranger dari Volunteer Gn. Guntur yang disebut sebagai Mahameru Jawa Barat ini standby ditengah area pendakian. Emang sih jalurnya gak karuan, tekstur tanah juga udah mulai mirin dan banyak pasirnyanya. Kita diarahkan kejalan yang benar. O:-) haha...

Serius brooo... gua setuju kalo ini emang mahamerunya Jabar... yaaa walaupun gua belum nyampe mahameru beneran... tapi buat pemula sebelum kesana, cocok buat nyoba... --- miring, gersang, pohonnya dikit, banyak batu berjatuhan ---

#Fauzi_Maho | #Emull_TheQuotes

#Arif_ditinggalGBTN | #Helmi_FadelWannabe

Sampenya dipuncaakkkk... beuuhh... cape ngetik gue... lo bisa describe aja sendiri dari tuh foto... sama nih foto... itu yang diatas serius miring, dan sekitar beberapa langkah lagi sampe puncak... dan ini puncaknya...


 

Sorry... Fotonya gak ada yang bisa mewakilkan... suasana dipuncak... gua lemes banget,,, yang lain foto-foto abis makan mie gua langsung tidur dipuncak diselimutin matahari... makanya gua foto matahari aja... hehehe Nanti, deh, gua tambahin kalo sempet foto dari kamera anak2 ada ko banyakkkk... tenang aja... hehehe...

Oke.... lanjut ke cerita paling meneganggkan dan bikin lemes....

Setelah sekitar 2 jam kita dipuncak... tragedi tak diinginkan mulai bertambah... oh iyah, diawal sebelum naik sengaja gak gua ceritain... jadi kita semept liat pendaki lain lewat ke arah basecamp dengan luka kepala dan tangan yang diperban.. kayaknya sih dia jatoh dan kepalany kena batu gituuu...

Tragedi diataspun sempat kita rasakan ketika kita melihat pendaki yang hendak naik k puncak dengan luka perban dikepala dan dituntun oleh rekannya (atau ranger mungkin). Ketika kami turun, kabut sangat lebat hingga menutupi jalur yang akan kami gunakan untuk turun. Sering terdengar beberapa pendaki berteriak dengan maksud memeberitahu... seakan batu besar akan jatuh... dan benar saja... banyak batu berjatuhan kita para pendaki yang hendak turun dan batu tersebut jelas mengarah ke pendaki yang hendak naik... Saya pun dan tim bingung,,, jika kami turun sekarang kemungkinana jalan tidak akan terlihat karena kabut yang sedang naik, ditambah batu dan pasir-pasir yang kami injak tidak sengaja dengan sensitifnya berjatuhan. Kami juga tidak ingin ada korban lagi, sejenak menunggu kabut turun dan melihat kondisi pendaki yang hendak naik sudah tidak ada lagi. Baru kami mulai menuruni Gn. Guntur. 

Doc. Pribadi

Belum lama kami melangkah, dengan gaya pantat menjadi tumpuan kita... pendaki lain yang juga sedang menuruni dijalur yang berbeda yang tidak jauh dari kita mulai teriak. Jadi, ketika kita menuruni puncak 1 Gn. Guntur tidak memiliki jalur yang jelas dan mutlak untuk digunakan, sehingga para pendaki melebar mencari jalur sendiri... Karena memang kondisi permukaan dan kemiringan yang terbuka kita bisa leluasa menggunakannya.

Teriakkan tadi menjadi saksi keras dalam tragedi yang membuat kami lemes melihatnya. " Urang ningalina pas nggeus lumpat " jadi seorang pemuda yang awalnya sejajar dengan (mungkin pacarnya) ketika turun. Terlihat lari dan tergelincir jatuh hingga beberapa meter. Seriuusss... jika bisa digambarkan ini seperti sebuah akrobat jungkir balik dengan dengan jarak putaran yang berjauhan. Rekan-rekan yang turun bersama pemuda itu hanya bisa berteriak memanggil namanya... kamipun tak bisa berbuat apa-apa selain melihat dan terdiam ketika tragedi itu terjadi. Sungguh kami bersyukur masih bisa selamat dan do'a syukur kami panjatkan ke Yang Maha Esa.

Bayangkan saja, betapa hebatnya putaran pemuda itu terlebih karena kondisi kemiringan permukaan yang jika saya perkirakan hampir 45derajat (entah gua lebay apa salah kira2) tapi yang jelas jatuhnya pemuda itu membuat kami diam dan lebih hati2 ketika menuruni Gn. Guntur. Jelas saya setuju bila Gn. Guntur disebut Mahameru Jawa Barat.

Kami yang lebih hati2, mendapat arahan dari pendaki lain untuk berpindah menggunakan jalur lain yang permukaannya seperti sungai pasir menuju bawah. Memang sangat beresiko karena dapat menjatuhkan bebetauan kecil dan besar jika melewati jalur tersebut. Makanya ketika diawal kita memeilih jalur ini. Ternyata karena kejadian tersebut jalur yang melebar dan tidak terarah ini lebih beresiko dengan bukti nyata kekuasaan Tuhan. Melihat kondisi pendaki yang hendak menaiki puncak sudah tidak ada. Kami sepakat untuk menggunakan jalur yang terlihat seperti sungai pasir tersebut. Arif, penemu teknik menuruni Gn. Guntur, membuat kami kompak merapat bergaya layaknya bermain sky saat musim salju... sedikit canda guraw membuat kami kembali tenang dan teralihkan akan tragedi naas tadi. Hingga kami sampe ke bawah... semua berjalan lancar dan aman... Dan beberapa menit kami beristirahat, makan, dan sejenisnya... saya membuat rekan2 menjadi sepakat untuk pulang hari itu juga (kondisi gua gak baik - panjang lagi kalo diceritain).

SO........ Sampe Kab. Purwakarta sekitar ba'da magrib... kamipun pulang kerumah masing-masing...

(anak-anak yang lain kumpul2 langsung, gua udah tidur sambil nahan sakit tenggorkan.) oh lebaynya gue....

UDAH YAH CERITANYA... CAPE NGETIKNYA... HAVE A NICE DAY...

Estimasi biaya :

1. Bis : Rp. 32.000 / orang
2. Mobil Bak (pom bensin-basecamp) : Rp. 20.000 /orang # masih bisa ditawar bro... jalan kaki juga deket ko.
3. Regitrasi : Rp.7.000/orang + Camping : Rp.5.000/orang
4. Mobil bak (basecamp-Terminal) : Rp. 25.000/orang

#Sewaktu-waktu harga bisa berubah...


Ramadhan dibalik atap naungan anak rantau


Saur-saur... Saur...saur... suara itu dibarengi dengan pukulan keras menggunakan alat musik yang biasa digunakan untuk band, suara itu mampu menusuk kuping kami setiap malamnya. Tepat pukul 2 malam suara yang kami dengar dan kami dapatkan dalam waktu setahun sekali itu sudah menjadi hal biasa bagi kami.
Kami..
Sekelompok mahasiswa luar daerah yang mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan selama 3 tahun di Ibu Kota ini berkumpul dalam 1 atap rumah kecil dan istana bagi kami. Jika dijumlahkan kami bisa mencapai 90 orang yang terdiri dari 3 angkatan, dan kami terbagi menjadi 5 bagian yang ditempatkan dalam 1 rumah. Ramadhan bagi kami adalah bulan suci yang terkadang membuat kita merasakan bagaimana nyamanya berada dirumah berkumpul bersama keluarga. Namun, itu semua kita rasakan jika kita telah menyelesaikan waktu kuliah dan waktu libur yang dengan semangat menjumpai kita diakhir bulan yang suci ini.

Saur tanpa keluarga besar dirumah..

Kebiasaan yang sebelumnya kita lamai selama masih duduk dikelas sekolah dan belum menginjak ibu kota ini selalu kami rasakan jika waktu saur telah tiba. Mata yang terlihat sayup dan memandang satu sama lain untuk sekeda bercengkerama sejenak dan bersiap memburu menu makan itu mengawali waktu saur kita. Aktivitas rutin setiap pagi yang kami lakukan ini membuat kami sadar bahwa kami masih membutuhkan orang lain, kami masih harus belajar saling perduli satu sama lain. Walau terkadang suara keras yang dilakukan oleh beberapa teman untuk berusaha membangunkan teman yang lainnya membuat kami dapat banyak berucap syukur atas keperdulian mereka. Dilanjutkan dengan bergerombol membeli dan mencari warung makan untuk disantap saat sahur. Mungkin saat ini sudah mulai dipermudah dengan adanya kompor yang dapat kami gunakan untuk memasak walau hanya sekedar telor dan mie instan untuk sahur. Tapi.. itu semua justru yang menjadi andalan kami yang terkadang kesiangan dan selalu mendekati waktu imsak untuk sahur.

Buka puasa berburu dimesjid...

Ibu kota memang ibu bagi kami, ibu bagi Indonesia dan kami semua adalah termasuk didalamnya. Berkumpulnya suku bangsa dan bahasa yang berbeda namun satu jua itu selalu membuat kami kompak. Kompak sebelum adzan magrib berkumandang, salah satunya kami memiliki julukan waktu ngabuburit dengan sebutan PPT. FILM YANG SELALU TAYANG SAAT RAMADHAN. Eh, bukan sob hehehe... itu kepanjangan dari Para Pemburu Takjil. Aktivitas yang membuat kami selalu siap dan sedia untuk menempati posisi dimesjid dan mendapatkan takjil gratis. Suasana berkumpul yang menjadi teman kami dimomen itu menggantikan ingatan saat kita merindukan canda tawa sanak sodara kita saat menunggu waktu buka. Welll..... itulah kami Para Pemburu Takjil 2015.

Pemesanan tiket mudik dan nunggu uang transport..

Dana yang disediakan untuk kami memang Alhamdulillah, apalagi jika waktu libur panjang tiba yang kami alami setahun sekali ini selalu kami tunggu. Untuk beberapa teman yang jauh dan berada diluar pulau pastilah mendapatkan uang tiket yang sesuai selama perjalanan dan terlihat cukup besar. Namun, semua itu memang sesuai dan selalu menjadi trending topic bagi kita. Pasalnya tiket yang jauh-jauh hari harusnya sudah kami pesan selalu kami tunda karena menunggu turunnya uang tiket tersbut.

Persiapan Kepulangan... udah ah ceritanya udah jam setengah 6 sore nih. Ane mau jadi personil PPT dulu... hehehehe

Cerita Masa Kuliah - Part 2

Lanjutin cerita gua yang pertama...
Emang ssih, buat gua malam itu udh kyk mau pingsan rasanya... uppss lebay deh jadinya.. gkk... mksud gua, gua udh hmpir ngerasa pupus... sampe gua berfikir pantes gk yah gua dpetin dia? Bisa gk yah gua jdian ama dia?... bnyak deh pertnyaan wktu itu, tpi smnjak malam itu, gua tmbah pd” aja buat bisa deket terus ama dia. Hmmm... ternyata PDKT itu cukup sulit yah (buat orng kyk gua aja kali).
Waktu itu kbtulan... lagi gua akrab”nya ama dia, lagi nyaman”nya ama dia, ada event dari kampus yg mengharuskan kita buat tampil dipanggung... wiiihhh udh kyk artis aja yah.. hehe,, y mirip” gitulah... salah satu hobi kita itu “sing a song... or more song...” hehe sbnernya gua mah so”an aja nyanyi, maen alat musik aja mash kaku ko.. waktu itu emang gk tau kbtulan apa emang udah di setting gua ama dia jadi 1 tim yaaa? hmm, pengiring musik sama vokalis gitulah.. hehe. Gua masih inget banget waktu dia request lagu pilihannya buat ditampilin dievent nanti.. judulnya Hidding my heart.. ya mungkin dulu gua kurang peka sama makna lagu yg dipilih dia waktu itu,, waktu gua bkin cerita ini aja mungkin gua bisa berfikir dia emang nyembunyiin perasaannya entah untuk siapa... entah rasa sayang atau sebaliknya (biasa aja)... ya rasa” yang kayak gituanlah... hmmm L . Tapi waktu itu masih ada proses dimana kita gk langsung jadi patner buat nampil di event itu, ya speak” awalnya gua belum ada patner (gak kepikiran juga), dan dia juga sama... (tuntutan tugas dan hobbi dalam keterikatan suatu organisasi) hehe... paham? Sama gua juga nggak, ngaco nih emang bahsa tulisan gua,, jadii begini...
Dialog 3 persiapan buat tampil dievent kampus
Gua     : “hey... J” (sapaan lewat sms)
Kamu  : “ iyah ka...”
Gua     : “katanya ntar ada acara musik gitu, cieee... km pasti ikut, tampil dong...?
Kamu  : “iyah ka, gak tau aku ikut apa gk..”
Gua     : “ Loh,, kenapa? Bukannya temen” km pada ikut katanya kalian ada duet gitu...”
Kamu  : “ gak tau ka, gak jelas juga... aku gak ikut yang sama mereka gk ada temennya juga siapa coba yang mau ngiringin...”
Gua     : (Ngerasa dimodusin gua.. hehe) “yaelah... kenapa gak sama gua aja, lagian gua juga gk sama siapa” gk tau juga tuh katanya sih diajak sama anak musik (organisasi), tpi belum jelas juga”
Kamu  : “emang kaka mau...?”
Gua     : (pertanyaan yg gk seharusnya dijawab J ) “ ya maulah ngaco, orng ditawarin juga lagian keren juga kyknya ngiringin vokalis cantik dengan suaru merdunya... hehehe. “
Kamu  : “ dasar... gk tau ka bingung... nyanyi apa yah...???? hmmm...”
Gua     : “ apa aja deh nanti kita latihan aja... yang km suka sekrng lagu apa???”
Kamu  : “hehe.. ka tau lagunya adele gk??? “
Gua     : “yang mana...??? wah tau gk yah... :D”
Kamu  : “ Hidding my heart, aku lagi suka lagu itu... tapi liriknya gk apal heheh..”
Gua     : “ bisalah nanti aku cari dulu lagunya,, ngaco kmu mah apalinlah...”
Kamu  : “ ihhh,,, susaahhh liriknya bahasa inggris semua tau...” (sok manja)
Gua     : “ dihhh... km yang mau juga... pasti bisalah... jago bahasa inggris juga :p “
Kamu  : “ iyah deh sipp... nanti aku apalin”
Gua     : “ bagus” nanti besok kita latihan deh yahhh... :D “
Kamu  : “ oke sipp....”
            Sampe akhirnya gua tau lagu itu dari dialog ini dan dengan giat gua langsung cari tuh lagu. Gua pelajarin tuh kordnya sampe gua apal dalam waktu semalem... :D dan dengan lagu itu semua berawal gk tau knapa gua juga jdi suka tuh genre lagu. Lagu itu emang bisa dibilang awal dari cerita mungkin.. :D
            Waktu kita latihan semua berjalan lancar sampe-sampe kita udah ngebayangin malunya kalo udah tampil yaaa... bisa dibilang demam panggung kali yahhh... hehehe :D gua yang awalnya cuma maen gitar berlanjut ketika kita mikirin lagu selanjutnya yang mau kita bawain... bingung sih karena kalo kita bawain cuama satu lagu doangkan juga garing.. iya toh....??? hehe :D
            Dialog 4 waktu lagi asik nyanyi bareng... :D
Kamu  : “Ka... satu lagi lagu apa yah...???”
Gua     : “Iyah... yah. Apa dong... kalo satu doang gak asik”
Kamu  : “ka, bisa lagu iwan fals gak...?”
Gua     : “Yang mana emang?”
Kamu  : “Yang bento ka... hehehe :D” (ngelirik gua sambil senyum lebar)
Gua     : “Hahh??? (sedikit kaget tapi salut... lohhhh :D ) seriusss kammmuuuu?”
Kamu  : “ Iyahlah ka.. emang kenapa coba... tapi kaka juga ikut nyanyi yah...”
Gua     : “gpp sih bagus malah... :D oke siap... “
            Singkat cerita lagu bento pun kita coba nyanyiin... dan pas pembagian lirik karena gua juga dapet mandat dari dia untuk ikut nyanyi ya udah... siaapppp... Gua dapet lirik bait pertama dan dilanjut sama dia dilirik kedua... ini yang bikin gua udah mulai ke-GR-an...
Gua     : “ Namaku bento rumah real estate... dst...” (Gua nyanyi dengan asiknya)
Kamu  : (bagian bait kedua ini sambil nunjuk ke Gua... #ngarep ) “ Wajahnya ganteng...”
Gua     : “hahaha... ngaco lo... mana ada... tapi baguslah... emang berani gaya kayak gitu nanti...?”
            Iyah lanjut ke narasi... :D pertanyaan itu cuma dia jawab pake senyuman emang sih itu juga cuma seru-seruan aja... tapi bagus deh semenjak itukan jadi lebih berani tuh... padahal waktu itu gua juga masih grogi banget dan sedikit kaku kalo depan dia. Selesai kita latihan gua pamit pulang karena waktu yang emang udah sore juga dan lagi-lagi gua dapet banyak senyuman sore itu... Beruntunggg... hehe seenggaknya itu udah bisa ngeliatin kalo dia emang gk bisa ngeliatin kesedihannya yang mungkin banyak orang gak tau... (jangan mikir negatif sob,,,) cewek gua nih senyumnya tulus ko... (yakinnnn loo??? ) gak tau deh kita lanjut aja nanti dipart yang paling dintunggu... hahaha :D
            Waktu kita latihan buat nyiapin acar itu emang gak lama tapi kita coba untuk profesional dan ngasih yang terbaik... dan kabar buruknya.... hmmmmmm.......mmm... Kita kecewa... lagu yang udah kita siapain, kita udah latihan buat acara itu tapi malahhh... haduhhh... bukan cuma kita yang kecewa temen-temen yang juga udah nyiapin lagu dan latihan disela-sela waktu sibuk kita malah dibikin galau sama tuh acara...


To be continue ah.... :D

StopMotion buat cinta pertama :D

Iyah sesuai judulnya jadi ini cerita gua waktu gua bikin stop motion buat dia...
Persiapannya gk lama sih cuma sebulan.. :D awalnya gua bingung buat hari ultah dia gua mau ngasih apa yah... dan sejenak menggalau terbesit wajah dia dibenak gua jiaahhh... hehehe dan akhirnya gua niat mau ngasih stop motion...



09/06/2013 ... awal mulai gua ngerjain proyek ini dan emang lumayan juga gua ngerasain kesulitan dan gangguan yang lumayan bikin lemes... tapi gua seneng ko dengan hasilnya... foto yg gua ambil lumayan dikit sekitar 800 gitu, emang sih cukup repot tapi ini semua juga gk bakal selesai tanpa bantuan dan dukungan dari temen"...

Singkat cerita laptop yg gua pake buat ngerjain proyek ini dipnjem temen gua yg juga sahabat dia... gua gk ngehhh kalo data atau bahan proyek gua tidak tersembunyi penyimpanannnya... dan besar kemungkinannya proyek gua gampang diliat... dan apa yg terjadiii.... hoooooooooo... temen gua yg emng waktu itu lgi minta bantuan bikin proyek video dan kebtulan temen deket dia juga bilng... kalo target gua ini udah liat dan buka folder proyek gua yg dilaptop dan spontan gua langsung lemes denger tuh kabar... hampir 70% tuh proyek selesai... dan sejak saat itu gua sempet bengong dan pause untuk lanjutin tuh proyek... tapi KATA HATI gua bilang kalo gua harus lanjut, dan gua percaya kalo dia belum tau proyek gua selanjutnya (dia bilang cuma bukan folder pertama) :D dan hari ke hari proyek gua lanjuttin tapi yg jelas gk pake konsep awal... gua sedikit rubah tuh tema karena tkut udah ketauan duluan... yaaa dan akhirnya jadilah karya gua yg gua persembahkan buat lu...




Link : http://www.youtube.com/watch?v=ejYBPH-VFes&feature=youtu.be

Banyak do'a yg gua ucap buat umur lu yg makin tua ini... hehehe... dan intinya semoga semua yg lu dapet berkah dan selalu dapet ridho Allah SWT... bisa jadi lebih baik... :D

#ceritanya gua ringkas... :D cukup gua yg tau lebihnya... hehe
MAKASIHHHH.... :D

kena sunset waktu dorong Monas :D

Ini cerita gua waktu gua lagi lanjutin proyek ambil gambar :D
Waktu itu emang kebetulan gua ambil gambar di Monas pas jamnya orang-orang nunggu waktu buka puasa... yaappp... lebih tepatnya ngabuburit. Kamis, 10 Juli 2014 gua ama temen gua iseng sambil bengong, lagi mikir mau ambil gambar dari sudut mana lgi yah... dan akhirnya sambil kita duduk-duduk ada ide lewat... Permisiiii... sahutnya dalam angan... hahaha lebaaayyy...

ada ide mau ambil shot dari bawah buat jadiin obejek monas sebagai benda yang mampu kita pegang, dan alhasil dapet deh gambar kyk gini :D




Ini foto gua yang lagi mimpi bisa dorong tuh Monas dan gua angkat buat liatin sama masyarakat kalo ini adalah salah satu sejarah kita. gk bagus-bagus amat sih viewnya... maklum amatir.. hehehe


Gak mau kalah temen gua juga pengen berpose denga gayanya dan pengen menggapai monas dengan tinggi bentangan tangan keatas... hehe :D (ini ide dia dulu sebenernya).


Gua gk nyangka kalo sunset diMonas juga ternyata cukap juga yahhh... sekitar jam 5-an gitu. masih sambil duduk dengan sensasi gaya gua kalo foto dapet deh gambar ini... :D


Kalo gua boleh sediikit cerita, Monas ini adalah tempat gua ketemu sama cinta pertama gua, pacar pertama gua yang paling gua sayang... :D emang sih sebelumnya ada beberapa cinta yang ngalir sebelum dia, tapi gua rasa dia yang paling beda dan susah buat dilupa (udah selesai gitu masa pacaranny) :'| huhuhu... dan gua pastiin foto-foto ini gua persembahan untuk dia. Emang sih cuma ini aja yang mau gua upload dan gua rasa ini sudah mewakili :D


Pinjem jamnya mas, mau difoto biar jadi objek juga... hahaha (ngarang) emang tuh temen gua bisa juga ide dia.. katanya sih biar ketauan kalo kita lagi nunggu waktu buka dan cocok set kamera dimode sunset :D

Segitu aja deh tulisan gua semoga gambar ini bisa memberi inspirasi tentang keindahan monas... ini milik kita bangsa Indonesia :D Terima kasih... 

Cover Basket TPL :)

Walaupun lapangannya numpang tapi gk bisa buat ngelunturin hobi gua ini. Iyahhh,,,, basket, banyak sih orng yang suka sama olahraga ini gua sendiri juga gk bisa jawab kenapa gua hobi banget sama olahraga ini... J
Belajar ng-shoot broo... hehehe


Sebelum maen kita masih sempet narsis pengen di foto... hehe cuma hari itu aja sihhh


Ko bisa yah,, gua kan gk niat pose... tapi gpplah lumayan cakep juga.. hehe

Deffensive gagal ini,, gimna ngblock nya coba... haduuhhhh... ketinggian nih lawan... haha


Nah, itu sedikit photo aja tentang kegiatan basket anak rantau... selain tinggal di asrama yg hobi basket mash ada kegiatan rutin buat latihan... @lapangan_smp hehe gpplahhh pinnjeeemm...

Statistik Blog