Pengusaha Perlu Memiliki Investasi

Berkata bijak memang sulit dan semua orang mungkin belum bisa melakukkannya, apalagi mendapat citra sebagai orang bijak dan hal itu sangatlah relatif. Berbicara soal bijak, saya akan memaparkan kepada anda mengenai sebuah opini yang saya dapat setelah mengumpulkan wawasan perihal sikap yang bijak. Sikap bijak yang dimaksud disini adalah bagaimana kita mampu bersikap bijak dalam mengelola keuangan yang kita miliki.

Sebenarnya terdapat beberapa cara yang dapat membantu anda untuk mampu mengelola keuangan dengan bijak sebagai dana masa depan anda dalam memenuhi kebutuhanan anda dan keluarga. Uang saat ini memang menjadi daya ukur yang sangat sensitif dan bisa dibilang tak jarang sebagian orang mengukur semuanya dengan uang. Uang juga erat kaitannya dengan pencitraan kekayaan seseorang dan sebagian orang berfikir bahwa orang yangbanyak uang adalah orang kaya.

Saya seorang mahasiswa yang belum memiliki profesi kerja yang tetap dan saat ini saya juga bisa dibilang masih menjadi seorang freelancer yang kapanpun saya mau untuk bekerja. Sejak kecil memang saya pun sudah pernah berfikir untuk menjadi seorang karyawan atau lebih tepatnya PNS. Pegawai Negeri Sipil yang diakhir pengabdian bekerjanya akan mendapatkan dana pensiun yang dapat mencukupi kebutuhan biaya hidup untuk hari tua. Namun, saat saya kuliah ini saya malah berfikir untuk mampu mendirikan suatu usaha yang akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Jika anda memilih berbagai profesi yang sudah saya kategorikan tersebut, menurut anda mana yang bisa dibilang sebagai orang kaya?

Karena saya saat ini tertarik untuk menjadi seorang wirausaha yang kaya dengan kreativitas dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Saya akan berbagi pengalaman saya ketika mulai berwirausaha dengan kapasitas kecil sebagai seorang pemula.

“Ini omzet dan ini untungnya… ini gaji buat saya dan ini untungnya…” Pertama, saya awalnya memang sedikit kesulitan ketika memulai suatu bisnis dan ketika sudah berjalan saya masih sulit pula membuat arus kas serta memisahkan uang pribadi dan usaha. Jadi setiap periode omzet yang saya dapat dan saya kurangi dengan biaya produksi saya pikir sudah menjadi untung saya.

Loh jadi apa hubungannya? Sebenarnya cerita pengalaman saya ketika berdagang kecil-kecilan itu saya berbagi kesimpulan sebagai seorang wirausaha. Suatu usaha itu perlu adanya rencana usaha bersamaan dengan adanya analisis arus kas dan laporan keuangan lainnya. Berkaitandengansikap yang bijak dalam mengelola keungan dasarnya memang dari suatu rencana. Rencana untuk masa depan dan menerapkan pengelolaan keuangan yang benar serta konsisten.

Ketika anda menjalani profesi apapun yang pada akhirnya dapat menghasilkan sesuatu untuk anda khususnya uang. Anda perlu perencanaan untuk masa depan yang matang dengan mengelola pemasukkan dan pengeluaran anda untuk kebutuhan. Salah satunya jika anda saat ini adalah seorang wirausaha, setelah anda sudah mampu menguasai dan menerapkan sistem manajemen yang baik pada usaha anda. Saatnya anda untuk memperhatikan bagaimana pendapatan anda akan dikeluarkan dan bagaimana pengeluaran anda dialokasikan?

Oke saya akan membahasnya secara sederhana, ketika kamu mendapatkan penghasilan secara bersih ada baiknya kamu merencanakan pengalokasian keuangan yang akan dikeluarkan. Alokasi tersebut terbagi menjadi 4 bagian yang terdiri dari :

1. Sisihkan max 30% untuk cicilan atau hutang yang anda miliki. Hutang atau cicilan tersebut biasanya bersifat kredit suatu barang. Anda yang belum mampu membeli barang secara cash biasanya dan alangkah baiknya mulai untuk kredit. Tidak usah negatif akan kata kredit, karena kredit yang diutamakan bersifat investasi barang (kendaraan) atau memang anda memiliki cicilan hutang jangka panjang. Jika tidak selamat anda terbebas dari point ini.

2. Alokasikan Min. 10% untuk Investasi atau tabungan anda setiap periodenya. Ini perlu diperhatikan biasanya pengeluaran untuk tabungan ini sangat dipengaruhi untuk tujuan masa depan anda. Seperti halnya anda yang masih lajang, tentunya anda akan menabung untuk biaya pernikahan anda dengan calon mempelai. Bagi anda yang sudah menikah ada baiknya anda menabung untuk tujuan jangka panjang anda seperti memiliki tanah atau bangunan untuk masa tua anda dan keluarga.

3. Asuransi tidak kalah penting bagi kehidupan anda, saat ini sudah banyak perusahaan asuransi diberbagai bidang. Bidang asuransi tersebut tentunya sangat dibutuhkan dan sangat membantu pula bagi anda yang ingin ditunjang saat anda membutuhkannya nanti, seperti asuransi jiwa, pendidikan, dan sebagainya. Pengluaran yang disarankan untuk asuransi ini baiknya 10% dai penghasilan anda.

4. Nah, setelah membahsa point sebelumnya yang berjumlah 50% dari penghasilan anda. Tentu yang utama adalah biaya hidup anda dan untuk kebutuhan pokok anda pribadi atau dengan keluarga anda. Yaitu sebesar 50% dari penghasilan anda.

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin secara tidak langsung kita sering menjumpai beberapa masyarakat yang sudah menerapkan hal-hal diatas. Mungkin tidak secara rinci dan terarah, biasanya seperti saya yang memang tertarik pada dunia usaha ini sangat penting. Tak heran jika masyarakat urbanisasi yang berdagang atau berwirausaha dengan berbagai kategori mampu memiliki investasi dikampung halamannya masing-masing.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ini tak kalah pentingnya bijak dalam mengelola keuangan benar-benar anda perlu komitmen dan rasa ikhlas. Komitmen yang anda pegang tentu sangat berpengaruh pada tujuan anda yang ingin tercapai dimasa depan nanti. Ikhlas dalam menjalani dalam hal ini anda mampu menguasai diri anda untuk tetap dapat dan bersosialisai dalam masyarakat terutama keluarga. Bayangkan saja jika anda ingin menyenangkan keluarga anda dan orang-orang terdekat dengan anda. Tentunya anda tidak perlu menghitung pengeluaran jika bermaksud untuk menghibur dan saling berbagi. Ingat.. Hidup memang haus berhitung, tapi tidak semuanya dapat diukur dengan uang. Jika anda senang semua akan ringan.


0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...

Statistik Blog