Sepotong bait untuk pejuang hidup yang masih belum
berpasangan.
”Siapkan saja apa-apanya, sehingga kamu yakin hidup bersamanya Sebelum kamu tau siapa dia, kenali saja siapa dirimu sebenarnya”
Diakah yang kau sebut jodoh?
Sosok gadis berwajah lembut
dengan senyum bibir tipisnya, terlihat sangat menarik dan anggun dengan
serpihan warna merah dikedua pipinya. Sungguh dialah idaman para lelaki yang
sempat memandangnya. Tatkala dia berusaha menutup sebagian wajahnya dengan
secarik kain hitam, menambah pula kecantikannya yang terjaga baik dihadapan
semua. Sayang saja tempatnya bersekolah tidak memperbolehkannya untuk menutup
wajahnya sebagian itu. Kondisi itulah yang membuat semua mata pejantan mampu
menuju padanya.
Secantik dirinya tentu lebih
pantas disandingkan dengan ketampanan sosok pria yang selalu didoakannya tanpa
tahu siapa namanya. Beberapa kali dia merasa diperhatikan, justru membuatnya
sulit menemukan siapa yang pantas bersamanya. Dia khawatir semua yang sudah
melihatnya akan meminang karena alasan sekedar hanya kecantikkannya.
Diakah yang kau sebut jodoh?
Tak suka berbicara kasar,
pembawaannya yang kalem dan murah senyum menjadi salah satu alasan orang-orang
menyeganinnya. Usianya cukup matang sekitar menginjak usia 25 tahun, namun
sosoknya layak menjadi urutan pertama jika harus disandingkan dengan para
pemimpin muda. Pria tampan yang selalu setia mendatangi seruan-Nya menuju
Masjid terdekat disekitarnya, tak pernah berpaling dari 5 waktu untuk menjalankan
kewajibannya.
Pekerja keras ketika bekerja
mengejar dunia, merasa takut untuk berbuat ingkar dan siasia. Bahkan dalam
setiap pertemuan pekerjannya, dia mampu menjadi pusat perhatian karena
kepintarannya berbicara. Tak heran jika wanita tak berpenutup kepala hingga
wanita penuh kain penutup auratnya, selalu mendambakannya bahkan walau hanya
dalam diam.
Diakah yang kau sebut jodoh?
Beberapa orang senang bahkan
terlena dalam kenikmatan merasakan perasaan cinta. Tersalurkan dengan status
pacaran yang disandangnya, biarkan saja mereka berkata apa yang penting
keduanya saling berjanji merajut asa menuju harapan kursi pelaminan. Ada yang
bertahun bahkan beberapa bulan, ada yang berhasil ada juga yang hanya berakhir
dengan uraian air mata.
Anggap saja mereka menikah,
hingga kabar bahagia sampai ke beberapa teman lamanya, mantannya, atau bahkan
rekan-rekan yang baru saja dikenalnya. Hingga sang pria dan wanita mempelai
yakin kalo dialah jodoh yang ditemukannya, dialah jodoh yang sejak lama
dinantinya. Entah bagaimana mereka memproses awalnya, taaruf, pacaran, atau
mungkin hasil perjodohan. Tapi siapa sangka jika hidup dalam dunia ini selalu
ada perbedaan, bahkan dia yang dulu ketika menikah kamu sebut jodoh, nyatanya
ada beberapa yang kita tahu mengalami perpisahan, mengalami perceraian, bahkan
suatu kondisi yang disebabkan oleh pihak ketiga.
Image Source by google.com
Apakah kamu masih menyebutnya dia
adalah jodohmu?
Kamu masih sendiri, bukan berarti
kamu belum bertemu jodohmu. Mungkin tadi pagi ketika dalam bis menuju tempat
kerjamu, kamu sempat berpapasan dengannya. Hanya saja karena tuhan belum
memperkenalkanmu dengannya, kamu dibiarkan untuk sendiri. Siapapun dia tentu
saja adalah sosok yang bisa menjadi cerminan segalanya darimu, dirimu yang baik
dan dirinya yang kau sebut baik.
Perkara jodoh siapkah kamu bertemu dengannya? Termasuk dengan segala kemungkinan sifat buruk yang ada padanya? Dan kamu tidak akan melibatkan pihak ketiga dalam semua masalahmu yang akan terjadi dengannya? Hingga kamu yakin bahwa dia adalah jodohmu.
Jodoh yang akan terjawab kepastiannya setelah kamu dipertemukan didunia bahkan hingga akhirat. Hingga kamu percaya dan yakin bahwa dialah yang kamu sebut jodoh…

0 Comments:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...