⁠⁠⁠KADERISASI ITU PERLU

Bagaimana kabar anda?
Bagaimana kabar usaha anda?

Kaderisasi itu perlu, adalah judul yang saya angkat untuk mengenali lebih dalam lagi bagaimana kondisi perjalanan suatu usaha yang kita jalankan. Hal ini tentu bukan sekedar mengetahui kabar usaha anda atau saya. Namun, lebih kepada memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan tahapan kompetensi diri.
Layaknya tahapan pengelolaan sebagai seorang manager, ada 3 tahapan yang dimiliki oleh seorang manager.

1. Low Manager
2. Middle Manager
3. Top Manager

3 hal tersebut memiliki fungsi pengelolaan yang berbeda dan perlu disesuaikan pada diri anda agar anda pun mampu mengembangkan kompetensi diri kita dalam menjalankan usaha.

“Kaderisasi itu perlu untuk tahapan kompetensi diri”

Berkaitan dengan kaderisasi, ini tentunya berkaitan juga dengan usaha atau perusahaan yang sedang anda jalani.
Semisal Cerita ini :

“Saya adalah seorang produsen keripik tahu, dari awal saya merintis usaha tersebut dari pekerjaan yang sifatnya teknis yang rinci hingga pada manajemen usaha yang saya jalani tersebut. Hingga usaha saya tiba pada masa peningkatan tentu pekerjaan saya akan semakin bertambah, dari mulai meningkatnya permintaan pasar, meningkatnya kapasitas produksi, hingga pengelolaan lainnya yang sifatnya teknis dan dilapangan.”

Dari cerita tersebut bisa kita jadikan pertanyaan dan diskusi yang mendalam tentang apa yang harusnya dilakukan kemudian oleh si tukang keripik tahu itu?
Tentu jawabannya adalah melakukan kaderisasi!

Ada 3 tahapan untuk peningkatan kompetensi dan posisi seseorang berkaitan dengan tahapan pengelolaan diatas :

1. Pelaksana
2. Supervisi
3. Strategist

3 tahapan yang tersebutlah yang harus kita lalui. Mari kita bahas tentang manager terlebih dahulu.


  1. Low Manager, merupakan tahapan yang paling bawah untuk seorang manager. Low manager tersebut bekerja dengan hal-hal yang berkaitan dengan Technical Skill;
  2. Middle Manager, merupakan tahapan kedua yang berada ditengah dimana pegelolaan fokus pada Human Skill;
  3. Top Manager, inilah tahapan paling atas untuk seorang manager. Karena fungsi pengelolaanya fokus pada Administrative Skill.


Nah, maka dari itulah kaderisasi itu perlu.

Balik lagi pada cerita produsen keripik tahu diatas, tentu sang pemilik yang awalnya merintis dan melakukan semua pekerjaannya secara rinci berada diposisi paling bawah. Karena dia fokus pada proses produksi dan output yang dihasilkan.


  1. Pelaksana, owner perusahaan produsen keripik tahu tadi ada pada posisi pelaksana. Dimana dia belum melakukan kaderisasi hingga pekerjaan yang sifatnya Technical Skill tadi menjadi tanggung jawab dia.
  2. Supervisi, posisi inilah yang perlu ditingkatkan bagi si produsen keripik tahu tadi. Jika dia sudah bisa melakukan kaderisasi dan memiliki beberapa karyawan tentu dia akan berada pada fungsi yang lebih atas lagi karena berkaitan dengan Human Skill dan disitulah dia mulai menjadi seorang supervisi.
  3. Strategist, Menjadi seorang owner suatu usaha tentu tidak harus terus menerus melakukan kegiatan produksi secara rinci dan fokus. Karena justru pada tahapan strategist ini sang owner keripik tahu tadi sudah bisa mendelegasikan tugasnya untuk naik menjadi seseorang yang pekerjaannya berurusan dengan Administrative Skill.


Nah, kesimpulannya adalah... pekerjaan apapun dan dimanapun,.. usaha apapun yang sedang kita jalani... Alangkah baiknya kita bisa menjadi insan pembelajar yang tidak terbatas dengan apapun, kita bisa meningkatkan tahapan kompetensi diri kita di satu bidang dan bidang lainnya. Sesuai pembahasan diatas saya harap dan bermanfaat dan berguna untuk kembali kita renungkan apa target dan kemampuan kita saat ini.

Bisakah kita terus belajar? Anda sendiri yang tau jawabannya....

#coretankangrais #diajarin pa arif dan gusdarmaji

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...

Statistik Blog