Bocah penjual Tisu


Tidak banyak yang bisa kita hitung berapa jumlah penjual tisu yang ada di Ibu Kota tercinta kita ini. Dari yang berusia muda belia hingga tua tak berdaya, entah diwarung pinggir jalan atau yang berputar disekitar lampu merah perempatan.

Apalah menariknya sebuah tisu ?, Apalah gunanya sebuah tisu, apalagi berteberan banyaknya yang berjualan benda halus tersebut. Apakah mereka bocah penjual tisu hanya meminta memelas rasa kasihan kepada calon pembelinya yang dermawan?

Siapa yang tau bahwa menjadi seorang penjual itu adalah pilihan... Tapi apakah layak seorang bocah penjual tisu bekerja berjalan disekitaran jalan raya menjajakan tisunya yang tidak seberapa harganya.

Apa bedanya mereka dengan kita? Mereka bocah penjual tisu, dan kita apa? Hanya masih meminta pada orang tua ditengah waktu lengah sepulang sekolah, meminta tambahan biaya sepulang dari kampus untuk kuliah. Ternyata masih banyak dari kita yang belum jauh lebih baik dari mereka bocah penjual tisu.

Malam itu, ketika kami menyempatkan makan malam disuatu tempat makan pinggir jalan. Ada pandangan rutin yang selalu kira temui setiap malam ketika kita makan ditempat bapak penjual makanan. Selalu kita temui Bocah Penjual Tisu yang meawarkan beberapa kotak tisu berukuran sedang yang selalu dibawanya setiap malam.

Bagaimana bisa buku pelajaran menyapanya ketika malam? Sedang mereka sibuk dengan tisu yang dijualnya. Sedangkan kita? Bagaimana?

Sayapun dulu ketika sempat duduk dibangku kuliah tidak rutin saya menyempatkan sekedar belajar atau membaca buku ketika malam, apalagi saya memikirkan untuk berjualan tisu atau apapun yang bisa menghasilkan... Ternyata menjadi pengingat bagi diri saya bahwa disana masih banyak orang yang berjuang.

Berjuang, bahkan mengorbankan waktu untuk menggapai impian pendidikkannya. Mereka berkeliling ditengah kota, wahai bocah penjual tisu... Ketika kelak menjadi dewasa apa yang akan kau lakukan?

Hanya mereka masing-masing yang mengerti apa jawabnya... Mari bersama kita renungkan apa tujuan kita selama ini... berpoya, bersuka ria, bersantai mengulur waktu... sedang disana masih banyak bocah=bocah kecil penjual tisu yang tidak yakin akan masa depan...

Semoga kita bisa selalu memperbaiki diri dan bijak dalam mengelola waktu dalam hidup untuk pendidikan, untuk pekerjaan, dan selalu menjadi manusia yang bermanfaat...

Allah Maha tau semoga kita selalu diberi hidayah dan perlindungan....

Selamat menunaikan Ibadah Puasa, semoga lancar dan barokah...


#Coretankangrais

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...

Statistik Blog