EMANG MAU NGAPAIN NTAR?


Ayyu Qaumin Antum?.

---
Suatu hari Rasulullah mengajukkan pertanyaan kritis kepada para sahabat, “Jika negeri-negeri Persia dan Rum sudah kamu taklukkan, 

Ayyu Qaumin Antum? (Manusia macam apa kamu nanti?)”.
Para sahabat menjawab, “Kami akan mengatakan apa yang diperintahkan Allah.”

Lalu Rasulullah menimpali, “Atau jangan-jangan malah yang lainnya. Kalian akan bersaing satu dengan yang lain, saling dengki, saling benci membenci, kemudia kalian bertindak sewenang-wenang kepada golongan miskin dan lemah yang kehilangan rumah, lalu kamu tempatkan golongan yang satu diatas golongan lainnya.”
__ Dikutip dari Buku berjudul I am a Muslim Enterpreneur



Iyah jadi pagi ini saya melanjutkan bahan bacaan saya yang masih belum selesai juga, dan lagi-lagi saya mengkorelasikannya dengan kisah saya.

Tempo hari ketika saya dan atasan saya sedang dalam perjalanan menuju tempat pertemuan dengan salah satu klien yang berpotensi besar menjadi projek yang menggiurkan. Kala itu atasan saya sempat bercerita dan menanyakan tentang apa yang kamu lakukan jika memiliki kondisi yang lebih baik dari sekarang, serta apa yang menjadi salah satu motivasimu mencari kerja sehingga mendapatkan uang yang lumayan banyak. Saya sejenak terdiam dan kembali memikirkan apa yang akan saya lakukan nanti jika gaji saya naik, projek saya goal, dan saya mendapatkan nilai yang lumayan banyak. Melanjutkan percakapan dalam mobil tua ini, bos saya menimpali lagi, bahwa sebaiknya tujuan kita adalah memberi manfaat kepada sesame, yang salah satunya jika kita bekerja untuk mendapatkan nilai lebih agar kita dapat membayar zakat dengan nilai yang lebih baik. ~MasyaAllah sungguh saya teerenyuh dan kembali memulihkan tujuan saya sebenarnya.

Mungkin semua teman-teman pernah bernazar jika kondisi kalian lebih baik kalian akan berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat, jika kalian sehat kalian akan beribadah dan melakukan kebaikkan, jika kalian lulus setelah mengisi soal ujian kalian akan berjanji akan memanfaatkan ilmu sebaik mungkin. Banyak lagi dan banyak hal-hal yang akan kita lakukan dengan jawaban tadi secara bijak, karena kita belum memperoleh suatu kondisi yang dimaksud tadi. Tapi tak jarang ketika sudah mencapai apa yang diharapkan dalam kebaikkan kondisi tadi, malah seolah kita lupa dan meng-entarkan apa yang kita ucap sebelum memperoleh kebaikan kondisi tadi.

Lalu dengan kondisimu saat ini kamu inginkan kondisi yang sukses? Sukses dalam hal apapun yang sudah kamu definisikan dalam kamusmu. Pertanyaannya adalah, ketika kamu sukses nanti “manusia macam apakah kamu waktu itu?” Menjadi makhluk yang semakin dekat dengan Tuhannya, atau malah menjauh lupa akan siapa Tuhannya?

Ayyu Qaumin Antum?.

Pertanyaan tadi bisa anda jawab dan renungkan dengan bijak, akan menjadi apa anda nanti (Emang mau ngapain entar?). Kalo sudah terjawab dengan baik, mantapkan hati anda dan bergeraklah saat ini juga.

Saya khawatir dengan kondisi saya saat ini, yang mungkin hanya mampu membayar zakat setahun sekali, membantu dan bermanfaat hanya baru untuk keluarga sendiri, itupun tidak jauh lebih baik dari kalian saat ini. 

Apakah anda cukup hanya untuk disitu saja? Atau anda ingin memperluas usaha anda untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan dengan menjadi manusia yang lebih baik.

Dalam buku itu, saya membaca kisah yang menyayat hati karena ketidak bisaan apa-apanya diri saya dengan apa yang saya punya.

“Ada seorang pedagang kecil, yang dia rela menabung untuk berangkat haji dengan waktu yang cukup lama. Namun, dihari pemberangkatannya yang sudah dekat dia membatalkan keberangkatannya karena seluruh tabungannya dia sumbangkan ke tempat bencana gunung merapi kala itu.” Saya rasa dia sudah mabrur sebelum berangkat haji.

Entah saya mau menuliskan apalagi, rasanya diri ini perlu menysihkan waktu untuk sejenak merenungkan akan menjadi manusia macam apa saya nanti. 

~Emang mau ngapain entar

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...

Statistik Blog