Perkenalkan saya adalah seorang mahasiswa yang mendapat amanat untuk menduduki bangku kuliah bersama dengan teman-teman dari berbagai daerah di Nusantara.
Kami ditempatkan disebuah rumah yang kami sebut sebagai asrama, kami yang terdiri dari 30 orang per angkatan terbagi menjadi beberapa asrama. Dalam 1 periode kami memiliki tanggung jawab untuk melakusanakan kuliah selama 3 tahun. Jadi jika ada 3 angkatan, jumlah keseluruhan teman-teman ada 90 orang dari daerah asal yang berbeda. Jakarta, kota yang padat menjadi salah satu pusat kota perantauan menjadi rumah buat kami. Kondisi lingkungan dan keberadaan beberapa sumber daya yang tercemar membuat kami harus beradaptasi dengan lingkungan baru di Jakarta.
Salah satu sumber daya yang kami butuhkan adalah air, bagi kami air menjadi kebutuhan utama dan tiada hentinya. Wajar saja jumlah orang dalam 1 rumah (asrama) itu bisa sampai 20 orang untuk 3 angkatan. Bayangkan bagaimana jika semua angkatan sedang memiliki jadwal kuliah yang sama, misal saja pagi hari.
Antrian dari kamar hingga pintu kamar mandi, terkadang membuat kami merasa berada digurun dengan air yang menjadi kebutuhan pertama saat itu.
Kami memang berasal dari berbagai daerah dan suku yang berbeda. Kebiasaan kami saat ditanah kelahiran atau kampung halaman membuat kami dimanjakan oleh gemerciknya, derasnya, dan dinginnya air dikampung sana. Jika dibandingkan dengan kebersihan air ditempat rantauan kami ini, memang sangat diragukan terlebih beberapa rekan kami pernah mengalami penyakit kulit selama masa adaptasi.
Bukan tentang infrastrukut Ibu Kota atau memang kehendak alam untuk memberikan dan menghasilkan air yang sejuk bersih atau keruh menakutkan. Seperti halnya kami, yang bergantian setiap pagi untuk sekedar membasuh sekujur tubuh dan membersihkan rasa gerah serta kusam. Air yang kami terima sebenarnya masih wajar untuk daerah Ibu Kota ini, karena tidak semua tempat di Ibu Kota mengalami hal yang sama.
Kebiasaan kami untuk bisa melestarikan dan memanjakan alam atau infrastruktur Ibu Kota, adalah dengan memiliki rasa tanggung jawab bersama. Tanggung jawab yang kami terapkan dalam asrama, sedikit banyaknya berharap ada perubahan lebih baik dari penggunaan dan kelestarian air yang bersih dan sesuai harapan. Kebiasaan sederhana kami yaitu berupa:
1. Menggunakan air seperlunya dengan bijak
Hal ini, sebetulnya alasan kami untuk memperkecil anggaran pemakaian air yang harus kami bayar. Kami yang terbiasa menggunakan air secara bebas dikampung halaman sana, sangatlah berbeda dengan keadaan disini. Untuk teman-teman seperjuangan kami disini, hal tersebut sangat mudah diterima dan diterapkan dengan baik. Untuk teman-teman yang berada didaerah yang sangat melimpah kelestarian sumber daya seperti air, perlu diingat bahwa semua ini adalah tanggung jawab bersama demi kelangsungan hidup kita.
2. Menanam pohon kecil yang pas untuk penyerapan air dalam tanah
Kami memiliki ruang dan sedikit lahan didepan teras, jika untuk sekedar menanam pepohonan kecil dengan pot kecil sebagai wadahnya atau menanamnya langsung ke tanah. Selain memberikan kesejukan dan menambah oksigen saat pagi hari. Bagi saya pribadi, air yang kami gunakan dengan bantuan tarikan mesin dari sumur yang digali dipengaruhi dari kondisi diatas permukaan tanah. Kondisi nyata, selokan kecil dan bahkan sungai di Ibu Kota terlihat kumuh dan kotor. Peranan kecil seperti menanam pohon dan memberishkan sampah pada permukaan tanah dirumah kita berpengaruh menghasilkan kualitas air didalam sumur sana.
3. Saluran air bukan tempat sampah.
Selain berpotensi pada peralatan dan kondisi secara teknis saluran air, sampah atau sisa makanan bekas yang sembarang masuk kedalam saluran air membuat aliran air menjadi berhenti dan jika menumpuk selain mesin mati tentunya berpotensi banjir. Pernah kami mengalami, dimana kondisi mesin saat itu mati. Air yang biasa kami dapatkan, serentak enggan lagi untuk mengalir. Sebetulnya memang karena mesin air sudah tua dan rusak. Tapikan, jika memang bisa dirawat dan diperbaiki hasilnya akan seperti sekarang, masih mengalir dan memberi kehidupan bagi kami.
Bagi saya. cukup 3 hal tersebut menjadi gambaran tentang kebiasaan kami dalam melestarikan lingkungan asrama selain membuat jadwal piket setiap harinya. Untuk kalian yang berada dekat dengan sumber air, ingatlah dengan mereka yang berada jauh dengan tempat sumber air. Untuk kalian yang meminum air segar dengan mudahnya, ingatlah mereka yang harus membersihkan dan memasak air bahkan menyaringnya karena kotor agar bisa diminum.
Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dan khususnya saya... Sampai jumpa lagi dengan tulisan saya... :)
0 Comments:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan relevan :) Blogwalking with sharing...