Kebahagiaan apa yang kalian rasakan dalam hidup ini ?, memang sulit ditemukan ketika kita terpuruk dalam kesedihan dan berlarut dalam lingkaran yang terus-menerus memaksa kita untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak kita inginkan. Menghargai suatu tuntutan atau orang lain adalah hal utama kita harus melakukan hal tersebut. Namun, tak jarang apa yang kita lakukan justru malah membuat kita merasa bosan dan tidak mendapat kenyamanan serta kebahagiaan.
Rasa nyaman dalam berekspresi terkadang timbul akibat naluri manusia yang pada dasarnya adalah suatu naluri kehidupan. Ketenangan jiwa ketika merasa tercukupi dalam suatu hal dengan kesenangan dalam prilaku, senyuman yang tulus, tertawa dengan wajar dan segala hal yang meliputi unsur kebaikan merupakan suatu kebahagian yang dapat diperoleh. Apa yang kita rasakan dengan menampakan kemurahan hati dan senyuman indah nan berseri, merupakan ciri ketika seseorang merasa bahagia akan apa yang dia dapatkan atau lakukan. Namun, bagaimana ketika kita merasa bahagia sementara masih ada orang-orang yang merasakan kesakitan atau kesedihan akan rasa bahagia yang kita alami ?
Seseorang pernah berkata padaku tentang kebahagiaan, " Kebahagiaan itu seperti teriak dalam air, sulit ". Dalam kalimat tersebut dia merasakan bahwa setiap tingkah laku ataupun tindakan yang dia lakukan dan membuat dia bahagia ternyata ada orang-orang yang justru malah membuatnya menjadi merasa bersalah. Sulit sekali untuknya merasakan bahagia dengan tidak membuat orang lain merasakan kesedihan dibalik kebahagiaan dirinya.
Tampaknya senyuman yang dia rasakan hanya dalam sebuah sketsa yang tidak pernah diberi warna keceriaan. Mungkinkah aku dapat berteriak merasakan kesenangan yang tiada tara, menghilangkan penat yang selama ini menjadi beban, mengeluarkan ekspresi yang selama ini terpendam, salahkah aku jika aku merasa bahagia ???
Tulisan ini mungkin tidak memberikan jawaban apapun sesuai pertanyaan yang menjadi judul. Namun, ketika seorang penulis merasakan sentuhan kalimat yang diperolehnya. Penulis akan mengerti apa yang dirasakan oleh dia, kebahagiaan yang sulit diperoleh seakan berteriak dalam air. Aku memang bukan lumba-lumba yang dapat mendengar suaramu ketika berteriak dalam air. Namun aku mempunyai intusi untuk dapat mendengarmu walau hanya berbisik dalam air.
Dalam sebuah kebahagiaan, mungkin kita perlu mengorbankan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain... atau bahkan kebahagiaan diri sendiri yang harus dikorbankan demi kebahagiaan orang lain. Bukalah matamu lihatlah orang disekelilingmu... apakah mereka merasa bahagia dengan kehidupan yang sebenarnya tidak diinginkan? kehidupan yang sulit, bahkan untuk tersenyumpun tidak pernah mereka rasakan... "Aku adalah apa yang aku pikirkan" kalimat ini saya kutip dari seorang motivator yang pernah saya temui. Mungkin kamu pernah mendengarnya, maka pikirkanlah kebehagiaan yang memang sepantasnya kamu dapatkan. Penuhilah rasa cinta dalam apa yang kamu lakukan, lihatlah aku yang juga merasakan cinta ketika kamu tersenyum. Aku merasa bahagia ketika kamu tertawa dengan tulus dan sewajarnya, karena itu akan membuat hatimu bergembira layaknya harva yang menggema. Senyummu akan terkenang, dan memberikan keceriaan kepada orang-orang disekitarmu. Lakukanlah apa yang kamu inginkan jika memang membuatmu bahagia, orang yang mencintaimu tidak akan merasa terpuruk dengan kesedihan atas apa yang kamu lakukan.
Bahagialah dengan tersenyum, jangan pernah terlena dengan rahangmu ketika tertawa. Bersedihlah ketika kamu tersentuh, jangan terpuruk sedih dalam kekurangan. Gunakan instuisimu untuk mendapatkan kebahagiaan yang dapat membanggakan semua orang.
Bahagialah dengan kebaikan...

tersenyum itu mudah, bahagia saat tersenyumlah yang susah.
BalasHapusIyah semuanya benar sob... ini hanya opini saya saja... memang gk semua bahagia itu dbrengi dengan senyuman
Hapussangat bermanfaat kang .. sini yaa http://goo.gl/aFyjnS
BalasHapus